Kala dalam kelimbungan

Mengenai maksud tujuan dari hadirnya linear rasa yang menjemukan

Mengenai perlu atau tidaknya untuk dikemukakan?

Ataukah memang hanya layak tuk tersimpan 

Di dalam lemari bernyawa yang tengah berjalan?

.

Pijar kesadaran tentang perlunya jeda itu nampaknya mulai menggema

Namun sudikah sang ego membiarkannya?

Sudut nurani di pesisir hati bertitah untuk tetap menemaninya

Selayaknya kawan yang tengah menjalankan tugas beratnya

Walau batu kebencian tengah kuat-kuatnya merajai semesta hati kita

.

Pahamilah dulu hal ini dengan sederhana

Bahwa durasi ia datang dan menghilang itu bukan terpaku pada kehendak kita

Melainkan pada titah Empunya yang menugaskannya

Jadi, percuma saja bila memenuhi diri dengan caci dan makian untuk dia

Karena kehadirannya memang sudah seizin pemilik dunia

Yang mencintai kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temani Sang Rasa
%d bloggers like this: