Semalam entah darimana rimbanya, aku memimpikan dia.
Seorang anak gadis yang cantik, baik perangai maupun kepribadiannya.
Seorang anak gadis yang juga cukup tangguh dalam mengarungi kehidupan pribadi yang curam lagi berliku tajam yang tak biasa.
.
Ia adalah salah satu sahabat terdekat lagi terbaikku.
Meski harus dengan berat hati aku tambahi kata keterangan, waktu itu.
.
Terhitung sejak awal tahun 2011 hingga detik ini, kami sepakat untuk tak lagi saling bersua.
Baik itu dalam untaian kata, suara, maupun tatap muka.
Dan anehnya kesepakatan itupun sama sekali tak menyeret sebuah kesepakatan yang seperti biasanya.
Cukup sepakat dalam arti sama-sama saling paham bahwa kita telah begitu berbeda.
.
Kami sepakat untuk saling diam dengan kemungkinan terbaik untuk sama-sama saling melupakan bahwa kami pernah berteman baik dalam ketulusan.
.
Ia adalah seorang teman yang paling aku bela dari segala macam tuduhan tak beralasan oleh orang2 yang tak mengenalnya dengan kepekaan.
Temanku yang selalu memiliki waktu tanpa batas tertentu untuk diskusi literatur bahasa Indonesia disela2 waktu sekolah dan bimbingan belajar menuju persiapan UN SMPN.
Temanku dalam bersyair, berpuisi dan menulis artikel mading juga prosa tentang roman picisan.
Temanku dalam menyiapkan berbagai turnamen dan perlombaan.
Temanku dalam berbagi bahan lelucon tak karuan juga kepedihan.
Dan temanku yang juga sama-sama saling keras kepala bin ceplos ceplos jika ada sesuatu yang begitu menggangu prinsip dan mengganjal pikiran.
.
Kami dulu selalu bersama.
Namun kini harus lebih dewasa dalam menerima bahwa kami tak lagi remaja.
.
Duhai hari Rabu,
Salamkan sepercik rinduku
Untuk sesosok bidadari yang dahulunya pengagum warna biru
Karena meski ia masih enggan untuk memaafkan kesalahanku,
Ia tetap saja memiliki bagian dalam hidupku
Yakni teman terbaik saat masa remajaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: