Lagi – lagi pertemuan dadakan, selalu ada cerita dan pelajaran disetiap obrolan kita, yang selama berjam-jam mungkin sangat terasa kurang. Mulai dari kaget melihat jam yang kunjung berganti hari atau diusir halus oleh tempat yang sudah memasuki jam tutupnya.

Di hari itu, di dunkin donuts tebet.
Hari sebelumnya (atau di hari yang sama) gue dengan random-nya mengirimkan pesan ke mangky mengajak ketemu. Saat itu pun gue gatau kenapa dan ada apa mau ketemu dia banget. Sampe akhirnya kita ketemu (dia juga terlihat lelah karna seharian pergi mengurus
sesuatu). Singkat cerita ada satu permintaan dari mangky untuk hadian di hari ulang tahunnya, gue-pun dengan senang hati coba merealisasikan dan itu lah latar belakangnya kenapa gue menulis ini.

Garis Tuhan membawa gue masuk ke sekolah islam yang awalnya dengan keterpaksaan ternyata membawa gue bertemu sama monyet satu ini. Gue inget cerita dia, penilaian pertama dia ngeliat gue sebelum kita satu kelas di kelas 2 IPA hahaha. Dia bilang gue dekil, berantakkan dan apa lah itu, tapi pada akhirnya kita malah deket banget sampe sekarang. Di kelas 2 pun kita masih belum terlalu dekat (sebatas teman biasa aja) sampe lupa apa ya yang mengawali kedekatan kita? Mungkin nanti saat mangky baca ini, dia bisa mengingatkan gue dengan moment yang gue lupain itu. Berlanjut sampai di kelas 3 IPA dengan Periodic, kita jadi semakin dekat dan banyak sharing. Gue inget di kelas 3 kita emang lagi deket-deketnya dan disaat itu pula temen-temen deket kita sering kritik kedeketan kita hehe. Berlanjut terus hingga sekarang, dia menjadi seorang teman yang paling deket dengan gue, dari urusan tuker pikiran, diskusi, debat, belajar, bodoh-bodohan, jalan kaki sesuaka kita, guru hidup dan spiritual gue, dan juga seorang partner mengejar mimpi. Terlalu banyak pelajaran yang gue dapet dari dia. Pernah di satu waktu saat kuliah, saat kita sibuk dengan hidup masing- masing dan terlalu jauh untuk sekedar diskusi dan ngobrol, sampe akhirnya debat panjang dan akhirnya Tuhan mendekatkan kita lagi hahahaha.

Kalo bahas personality nya dia jujur gue sangat appreciate perubahan dia hingga sekarang, sangat signifikan dan jauh lebih dewasa. Dulu dia itu sangat perfeksionis, dan sangat protektif dengan gue (mungkin terlalu cinta kali ya hahaha), dan hingga akhirnya sekarang dia lebih kuat, lebih dewasa, dan tetep dengan sifatnya yang keras kepala masih ada di dirinya. Gue pernah Inget dia bilang

gatau sampai kapan kita bakal deket, mungkin suatu saat kita bakal jauh entah karna apa, yang jelas kita harus siap”

Haha sedih dengernya tapi itu realita yang bakal kita hadapin nanti. Oiya dia juga sekarang semakin mateng buat berfikir, salut sama pikirannya yang sekian langkah kedepan. Aaaa I don’t have any words that suit well to describe her, one thing I could say that I never regret to have her in my life, aduh agak males nulisnya ahhahahaa, but I should say the truth sekali aja di hidup gue, ya lewat tulisan ini doang :p.

Waktu kita SMA, kita pernah punya mimpi ke jerman sekolah disana, itu salah satunya aja. Karna gue sama dia itu seneng banget mimpi (apalagi ikal dan arai sangat menginspirasi kita di waktu itu), sampe di suatu waktu kita ngerasa yasudah kita lakuin yang terbaik, nanti kalo Tuhan bilang berangkat kita pun pasti berangkat, aamiiinnn. Saat ini kita punya mimpi buat menjadi seorang yang berguna buat orang banyak, buat sekitar, buat keluarga, dan buat diri sendiri. Untuk urusan agama, dia sama sekali gapernah memaksa gue, tapi justru dengan sifatnya dia yang menceritakan gue banyak tentang ini itu, gue jadi merasa kesentil sendiri. Dan dia jadi orang yang sangat memotivasi gue untuk jadi lebih baik, meskipun dia pernah bilang

Doggy, jangan pernah ngarepin orang untuk memotivasi lo, karna saat ngga ada yg bisa memotivasi kita, maka kita bakal terpuruk dan gabisa bangkit. Coba belajar buat menjadi motivator untuk diri sendiri”.

Eh, tulisan gue random banget dan ngga terstruktur maap hahaaha semoga mengerti ya. Btw, gue inget pernah nulis beberapa kata buat mangky, gue share disini ya :

  1. Di blog lama gue, saat gue coba describe anak-anak Periodic
    “mangkygay : hmm, you’re the best solmetidiot I’ve ever had sampe saat ini. Orang yang mau gue ajak begobegoan, yang CUKUP sabar ngadepin sifat gue yang kaya anak gorilla. Makassii udh mau denger gue curhat gay, tapi gue rasa (apa cuma perasaan doang) kuping lo makin hari makin budek, apa kebanyakan denger curhat gue yah ?! KENAPA GITU GAAYY ? suara gue kan bagus, seni nih, haah payah lo ah gangerti seni. Tapi yauda deh meskipun budek, two thumbs up (jaritangan gue ibujarinya Cuma dua, gakaya lo jempol smua gay) buat lo gaay, Hebat banget dia, kuaat, tegaar banget jadi orang, pengetahuanya luas, pinter, on-time (maap kalo gue ngaret, haahahaa), inner beauty nya gede banget dia*, atiati aja kepelet. Pokoknya jangan liat monyet ini dari luarnya aja, dalemnya oke banget loh ternyata (lha, jangan pada anehaneh mikirnya), SUARA LO GAY, omaigoat !! no no, lo teriak sejam juga grafitasi lenyap dari bumi, pliss gay makanya jangan teriak sampe sejam, KAMI MASI BUTUH BUMI INI .. *cukup gay gue muji lo sekalii ini ajaa, gamau lagilagi, merinding gue abisnya. Jangan merah tuh pipi, ntar mirip ba— lagi , kan galucu kalo gue panggil lo mangkibab-.”
  2. Tulisan ngablu gue setelah sharing waktu itu hahaha

“Jari kita pasti tahu dibalik makna judul itu. Karna kita punya janji, yang disaksiakan oleh jemari. Berawal dari dua cup berbahan dasar jeruk disaat kita duduk. Hingga saat ini, kita dirubah menjadi aku, diatas besi biru beroda.

Berawal dari kata-kata dalam kumpulan pixel itu, aku putuskan untuk melalui perjalanan yang sangat biasa dengan tujuan agak berbeda di petangnya senin. Ternyata, jalanan ibukota seperti biasa dicintai oleh penghuninya yang rela memadati jalan demi mencapai destinasinya. Dan aku, bermodal (yang katanya) sabar, berusaha menikmati perjalanan yang seharusnya sudah bosan dilewati. Ternyata yang menarik adalah pikiran yang berdendang di dalam tengkorak. Imajinasi kecil yang memberi warna pada pandangan aspal yang membosankan.

Perjalanan ini aku sebut “reuni diri” dimana hampir tak ada waktu untuk setiap organ bertemu saling bekerja sama. Mereka senang dengan pertemuan kembali di hari senin. Mengasah kekompakannya, lalu membiarkannya mengeksplorasi. Benar, kita butuh waktu sendiri untuk mengenal diri, untuk berbagi kepada diri sendiri, untuk mempertemukan dan menemukan yang agak terlupa. Aku membuka usus hari ini untuk di isi, tanpa individu lain seperti hari biasa. Dengan sedikit perjalanan kaki. Melihat mereka bercakap dengan sejawat, dan aku bercakap dengan kesendirian yang terlihat biasa. Di sela-sela itu pun aku rindu keramaian.

Terlihat ditepi jalan, terdapat deretan dermawan berbaik hati untuk berbagi, terlihat sajian kecil yang dihidangkan tanpa ada aktivitas perniagaan, semua dihidangkan tanpa timbal balik sedikitpun. Terlalu banyak yang berbuat baik hari ini, atau mungkin bulan ini. Karna bulan istimewa ini tak sering untuk datang dan berlalu dengan begitu kilat. Mungkin jika bulan ini yang datang terlalu sering, tak akan pernah ada kata istimewa dalam kamus perbendaharaan kata.

Ya, begitulah sesuatu yang jarang datang, jarang dirasa, dan jarang terjadi, akan begitu terkesan istimewa. Seperti percakapan jarang kita, atau mimpi indah yang jarang hadir dikala terlelap.

Yang pasti dan paling utama gue sangat bersyukur karna Tuhan telah menyelipkan si monyet ini di hidup gue.

Happy birthday Mardyana Razak Ghazaly,

Selalu mengharapkan semua yang terbaik buat lo, Semoga mimpi-mimpi lo tercapai dan
kita bias terus mencapai semua nya. Semoga terus menjadi inspirasi untuk orang-orang. ~ Dogay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Surat Untuk Mangky
%d bloggers like this: