22/12/2012 02.21 am

Merintih pada angin tak menjadikanku lebih menawan
Menjadi menawan pun tak menjadikan segalanya menjadi lepas dari  kegusaran

Aku limbung pada sikapnya
Sama halnya ketika aku limbung pada musim pancaroba
Datang dan pergi semaunya
Tanpa lagi peduli apakah semua ini tak membuat goresan luka.

Lalu bagaimana bisa si bulu mata
menjadi saksi pertemuan kami lagi
Padahal ia seharusnya tidak melakukan hal yang sama
Seperti saat dulu ia pergi.

.

#Z

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: