Aku : Kenapa menangis?

Ia menggeleng lekas.

Aku : Kenapa berbohong?

Gelengan kepalanya pun masih sama.

Aku : Lalu, kenapa diam?

Ia menatapku dengan tatapan temaram namun menusuk.

.

.

Dia : “Mengapa Tuhan menghukumku begitu kejam? Aku hanya lupa berkata insya Allah seperti  biasa, lalu Tuhan gagalkan semua rencanaku tanpa bersisa. Padahal yang lainnya juga sering lalai, bahkan tidak pernah mengingat untuk berucap itu, namun mengapa aku yang langsung dibalas? Ujarnya dengan sikap meledak.

Aku yang hampir gila dan hampir mati karena kelelahan tapi kenapa justeru yang lain yang diizinkan dan dilancarkan pergi melipur diri?

Aku yang hampir gila dan hampir mati karena menanggung ransel seorang diri dengan sepatu yang soak namun mengapa mereka yang selalu ada pendamping hati yang justeru diizinkan untuk pergi?

Aku hanya lupa untuk berkata insya Allah lalu aku tak mendapatkan apapun selain kesesalan dalam diri.

Ada apa ini?????

Aku tau tak pantas marah, karena aku yang salah.

Tapi aku berhak marah dan kecewa karena bukan sekali dua kali aku mengalah!” ujarnya dengan begitu menggebu.

Mulutku terkunci saat menatapnya. Air matanya turun dengan deras. Aku paham betapa ia marah yang bercampur lelah karena sudah sering ia berusaha keras untuk mengalah.

Aku tak ingin berkata, karena bukan kata2 yang ia perlukan, melainkan hanya telinga.

Namun entah telinga siapa juga yang bersedia, karena memang ia tak pernah lagi membuka suara.

Aku mendengar jelas dari tatapan matanya.

Mulutnya memang diam, tapi tidak dengan kata-kata di jemari dan sudut matanya.

Lahiriyahnya memang tenang dan seolah tak ada apapun namun batin dan pikirannya tak berhenti berperang melawan keganasan dirinya sendiri.

Aku tak mengerti.

Aku hanya bisa menikmati angin sambil menggulung sebaris doa untuk sang pemilik diri.

Ia masih dalam masa kontemplasi.

Jadi akan kubiarkan ia sendiri untuk lebih bisa meluaskan hati juga pemahaman diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Marah.
%d bloggers like this: