cangkir biru adalah media kala bertegur sapa dengan pemikiran

dalam merentangkan pelbagai kegelisahan

 menggunakan bait-bait pemahaman

yang tak selamanya dan melulu sesuai dengan harapan.

.

Melalui ini, saya bertanggung jawab atas apa-apa yang saya tuliskan

Namun tidak atas apa-apa yang kalian ambil sebagai pemahaman.

*DR.

Ganyana (Love) Story

tentang cerita perjalanan pemuda dan pemudi yang sering kali dilanda enggan menghargai pada orang-orang yang merasa paling benar dan baik sendiri kami menjadi satu akibat dari perasaan yang sama yakni perasaan kecewa pada hal-hal yang menurut nurani kami tidak sepatutnya sehingga kami jadi bercita-cita untuk membangun sebuah ‘griya’ bersama yang mana kami mengisinya dengan tanpa […]

Tugas Diri

ternyata masih sangat banyak yang perlu terus aku perbaiki mengenai pemahaman diri yang nantinya (mungkin) dimintai referensi apalagi hingga menjadi preferensi bagi yang menghendaki. aku pun memang sudah sangat perlu untuk bisa belajar mencintai sebuah ‘rumah’ pribadi yang dari sejak lahir hingga hari ini belum pernah aku sentuh dengan kelembutan hati. Kini, setelah kesadaran ini […]

Adaptasi

kenyataan paling pertama yang menghampiri kesadaranku setelah satu bulan lamanya aku bermigrasi kesini adalah, ternyata aku bukan orang yang mudah beradaptasi. adaptasi pada tempat baru, lingkungan baru, kota baru, suasana baru dan ‘teman baru’ dalam menjalani kehidupan sehari-hari. pun adaptasi perihal kegiatan baruku dalam mereduksi pikiran-pikiran negatif yang selama sekian puluh tahun ini telah mengambil […]

14 Februari

Dari sekian banyak tanggalan. Ada hal tak biasa yang ingin kubagikan mengenai tanggal ini. Tahun 2015 lalu, ada seorang pria yang ingin mengajakku pergi. Sebelumnya aku mudah sekali menghindar dari beberapa tawaran pihak lain yang menurutku begitu membosankan dan mudah sekali aku tebak apa tujuannya. Namun, kali ini ada tawaran baru yang agak berbeda. Tawaran […]

Sarivati 011220

beberapa tahun belakangan ini aku memang seperti melayang melayang diantara segala bayang-bayang  yang tentu saja membuatku jadi tak menapak di permukaan dan merasa bahwa seolah nyawa ini akan selamanya menjadi kepunyaan. kini aku paham bahwa aku harus mulai belajar memerhatikan batas waktu  untuk segala hal yang menyapaku, apapun itu atas asas kepastian bahwa tiap-tiap hal […]

Guru Budiman

Kalau kau ingin pergi, Ya silahkan lakukan apapun yang kau ingini Karena aku masih akan terus berusaha demi kepentinganku disini Memasak ‘hidangan’ untuk hidupku kini dan nanti . Sudahlah.. tak perlu lagi memaksa untuk bersama Karena hanya akan mengguratkan luka Lalu menyiramnya lagi dengan sirup cuka Kurasa cukup disini saja Toh aku pun pasti akan […]

Alas Kata

Alas Kata Aku termenung lama di hadapan sebuah meja yang biasa aku gunakan untuk bekerja Seperti ada panggilan semesta, untuk membenahi sebuah rentang cerita Yang sudah sekian lama aku biarkan tanpa sentuhan nyawa pemiliknya Mulai dari bingkai pemikiran, pekerjaan, tujuan, hingga kegemaran Semua hanya ku-umbrak dalam satu kursi yang sering ku sapa dengan kursi kebimbangan. […]

Dyana & Ganyana

Secara umum kata Ga bermakna tidak, sementara Nyana berasal dari kata Nyono dalam Bahasa Jawa, yang bermakna Nyangka (sangka)/duga/kira. Filosofiku saat pertama kali “mengadopsi” kata ini sebagai nama brand kala mendapat tugas dari mata kuliah Personal & Development di semester 3 perkuliahan dulu hanyalah sebatas pemikiran bahwa kata Ganyana ini begitu menyiratkan apa yang ingin aku lakukan dalam bisnis […]

Bingkai Masa Lalu

Tulisan ini berasaskan bumbu rindu.  Yang tengah menggebu Pada masa yang telah berlalu sekaligus rasa rindu pada ayah dan ibu dan pada kawan karib terbaikku Yang dahulu begitu aku genggam erat dengan segenap jiwaku.. Walau mereka tak setia menemani dan selalu ada di sisiku seperti yang aku mau Namun mereka telah berbuat dan berlaku yang terbaik […]

Candala

Dari sebuah dinding rasa yang melebatkan daun kebencian yang begitu menyiksa Membawa kebesaran ego yang hampir memenuhi seluruh lorong jiwa Namun dalam suatu masa yang ganyana, kebencian itu kembali bermetamorfosa Menjadi rasa welas asih yang sudah lebih tersaripati dengan lebih baik dari sebelumnya Dan melalui versi olahan inilah saya lampirkan sebuah jahitan cerita Cerita yang […]

Mentari Pagi

Malam tengah bertukar peran menjadi pagi Cahaya yang selama ini terselimuti debu kelam pun perlahan sudah mulai tampak kembali Jadi, cukupkanlah waktumu untuk selalu meludahi diri sendiri Sekali lagi, Terima kasih karena sudah menjadi teman yang tak pernah dengan sengaja ingin melukai Bagiku, kita akan terus berteman dengan cara yang sejak dahulu sudah saling kita […]

Bukan Hanya Kita

Ada banyak rasa yang memungkinkan kita terlena Bahkan melumatkan kita di dalamnya Bersama dengan kebodohan dan pengabaian yang kita izinkan sendiri untuk terbit dan tenggelam Tanpa peduli akan berapa lama kita terpendam. Awalnya aku berpikir bahwa waktu dan hati sudah cukup mampu berjalan sendiri sesuai sistem, tanpa perlu pamit pada siapa-siapa lagi Namun nampaknya kebenaran […]

Seni Bermimpi

Kami memang berbeda pandangan Namun kami paling enggan untuk merasa yang memiliki sebuah kebenaran. Kami jarang bersitegang akibat sebuah perkara Melainkan lebih sering terhalang oleh sebuah pengertian dari masing-masing rasa Aku tak ingin menggangu keputusan yang dibuat untuk masa depannya Pun termasuk dalam ranah kehidupan pribadinya. Atas nama mimpi, kami (terpaksa) harus mandiri Yang dalam […]

Cukup Sekian.

Sebuah tulisan lama, 20 May 2014 . Ia datang ketika aku sudah mengangkat koper untuk beranjak ke kehidupan yang lebih jelas. Aku benci caranya berpikir. Terlalu lama. Aku benci caranya bertindak. Terlalu banyak pertimbangan hingga akhirnya terjerumus dalam lumut hidup pikirannya sendiri. Mungkin kami tak cocok. Sudahlah. Aku sudah membereskan kisah kita di musim lalu. […]

Gula

Gula itu Candu Kesenangan pun begitu Siapa yang tidak mau Tak terkecuali aku. . Namun aku tak ingin esensi utama dari hidup ini berlalu Hanya akibat dari candu yang ternyata tidak terlalu bermutu. . Lalu mengapa rupanya denganku?? Mengapa memang kalau orang senang dengan candu?? Tara.. aku hanya ingin berucap saja tentang satu hal yang […]

Sendok Satu

Dari sekian ragam atribut penyemai rasa Pun pola matrix ambiguitas yang memancar di udara Aku sudah bisa aku mencium ada sesuatu yang (sengaja) di jaga. Mulai dari tata cara, olah gaya bahasa, pilihan kata hingga kerlingan mata Namun seolah waktu tak memihak untuk aku dan mereka Karena yang aku sendok, justeru bukan salah satu dari […]

Kala

Kala itu sinonim dari kata ‘waktu’ Yang di anugerahi Tuhan dengan caranya sendiri dalam mengungkap sesuatu. Kapan fakta mencari jati dirinya, Kapan harapan kembali pada penuturnya, Bahkan kapan kita baru dapat menyadari makna dari sebuah kata-kata yang mungkin seolah telah terbiasa pun Semua di urus sendiri oleh sistem waktu Yang begitu ambigu Termasuk mengenai kapan […]

Kata Pohon

Nampaknya betul, kata ‘pohonku’ untuk tidak membiasakan terlalu memihak juga membenci sesuatu dengan berlebihan. Karena bisa saja semuanya berbalik sewaktu-waktu tanpa memberi tahu terlebih dahulu. . Dahulu aku adalah tim pemuja sahabat daripada saudara Namun kini nampaknya aku tidak lagi menjadi pemuja untuk keduanya. . Dahulu aku bisa begitu mudah melontarkan kata saran dan opini […]

Alternatif Teman

Kadang kala menurutku, aktifitas membaca itu tidak melulu hanya untuk menambah ilmu Bisa saja justeru berguna sebagai pemanggil kembali pengetahuan yang pernah singgah atau tertumpuk maupun yang hampir saja berlalu. . Di kala jaman sekarang, yang tengah dilanda krisis kepercayaan mencari lahan keobjektifan dan ketulusan Mungkin pesan dari setiap pencipta tulisan yang sesuai dengan selera […]

Lunglai

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian lunglai adalah lemah sekali. Dan aku kini sedang menikmati nuansa (lunglai) itu dalam kabut soreku. Aku sedang tak minat membahas mengapa, yang aku ingin bagikan justeru tentang usaha (seperempat mati) menerima rasa nyeri yang terperi ini. . Terkadang aku ingin menghapus kemampuan manusia dalam merasakan sesuatu Sehingga bila […]

Elemen dalam Bertahan

Aku tidak sedang mencari beragam pembenaran Untuk menguatkan atau mendukung keputusanYang telah aku lakukan, Karena kini aku paham bahwa hal tersebut sungguh menjauhkan diri dari kedewasaanYang sudah seharusnya ditelanBagi mereka yang ingin menjadi seorang pemimpin bisnis dan kehidupan Perasaan dan pemikiranIalah dua elemen yang saling berkesinambunganDan saling membutuhkanSehingga menjadikannya sebuah kesatuan dalam kesempurnaanYang mendamaikan harapan […]

Datang, Pergi & Monggo Bila (Perlu) Kembali.

Tak ada yang salah jika kita pernah salah dalam menjatuhkan langkah. Tak ada yang salah juga jika mereka meninggalkan kita, karena dirasa kita tak bisa mendekatkan mereka pada tujuannya. Pun juga berarti tak masalah jika memang yang terbaik terjadi adalah keusaian sudah. Aku nampaknya mulai terbiasa, mengenai sikap seenaknya orang-orang diluar sana Yang bahkan mungkin […]

Ketika warna kita (semakin) berbeda

Sepanjang waktu terakhir, kami disibukkan dengan urusan kebun kehidupan masing-masing.Sehingga hanya sedikit sekali waktu untuk kami saling berekonsiliasi. Lalu suatu masa kita tak sengaja dipertemukan oleh waktu di sebuah jurang perbedaan besar dari cara pandangku dan keyakinanmuMengenai hal-hal yang dimaknai, dijunjung tinggi dan dirawat selama iniKemudian dengan entengnya kau berseloroh bahwa pemikiranku semakin absurd, hanya […]

Waktu Sendu

Cukup lama waktuku mengurai sendu Dengan beragam kerikil juga bongkahan batu masa lalu Perihal kabut kelamku pada periode terdahulu Membuatku begitu iri bahkan tak mampu melihat pijakanku, yang kini justeru berada di ujung batu.

Berjarak dengan Tahu

Pada suatu masa yang terdahulu, aku begitu membelamuTapi kini aku rasa aku perlu memperbaiki sesuatuDengan mencoba menjalin jarak denganmu, si perasa paling tahuYang semakin kesini nampaknya semakin sering memenjarai cangkir telinga dan langkahku. Perlahan aku merasa ada sedikit kenikmatan dengan rasa yang baru, yakni rasa tak terlalu banyak ingin tahu akan sesuatuSetidaknya, aku tidak lagi […]

Limbung

Aku limbung dengan isi takaran cangkirku Dengan padu padanan warna juga rasa yang aku sendiri tak mengerti seperti apa Dan untuk apa semua ini bersemayam di cangkir hidupku.   Seperti ada takaran yang berubah Entah akibat dari pengurangan atau justeru pelebihan yang tak begitu aku sadari kehadirannya   Aku tak mengerti mengapa Disaat aku ingin […]

Untuk Kita, yang sebentar lagi (mungkin) berlalu

Tentang sebuah pernyataan dan agenda perasaan Atas nama rasa yang dinyatakan maupun yang diabaikan Atas nama tindak nyata yang disegerakan maupun yang (sengaja) diabaikan Atas nama pengalaman yang sebenarnya tak lagi perlu menjadi beban kehidupan Dan atas nama sebuah temali persahabatan yang sebentar lagi pun (tampaknya) akan segera tergadaikan . Tak bisakah semuanya tetap terjaga […]

Biarkan Karyaku menjadi Urusanku.

Aku paham maksudmu tidak buruk Aku paham juga caramu mengutarakan pun tak sepenuhnya salah Tapi biarkan karyaku adalah urusanku, hakku Hingga menjadi pola takdir dari aku dan untuk aku sendiri. . Tolong biarkan aku busuk dengan pesakitan ini Karena ini adalah pilihan sadarku Yang sudah menerima segala pola juga warna dari perwujudan gaun takdir hidupku. […]

Dua Cangkir Yang Dikasihi

Terima kasih banyak Tuhan atas berkah dan kasih sayang ini untuk kami Terima kasih juga untuk mereka yang bersedia menjalani peran yang Tuhan titipkan untuk menyayangi, menjaga, melindungi dan menemani kami Saya secara pribadi (jujur saja) sudah kehabisan kata untuk mengatakan rasa terima kasih sekaligus kehabisan gaya ekspresi untuk mengutarakan rasa bahagia yang sulit untuk […]

Terlalu Banyak

Terlalu banyak yang ingin aku dapati Terlalu banyak juga yang ingin aku selesaikan dalam waktu dini Padahal energi, waktu dan wadah diri memiliki batas hakiki yang harus disadari dan dipatuhi. . Saling tabrak dan tumpah tindih. Dua pasang kata terkutuk itulah yang menjadikanku terperangkap dalam ruang sedih, pedih dan selalu “mendidih”. . Aku ingin belajar […]

Diubah oleh Waktu

Dari hasil temuan sok tahu-ku, setelah hujan, waktu juga bagian dari alat kekuasaan Tuhan lain yang begitu menawan Menawan karena bagi yang sadar atau tidak, kita semua (manusia) ikut diubah olehnya. Baik itu dari aspek fisik, psikologis, mental, bahkan selera kita kita pun ikut diubah olehnya. Dari yang saat mudanya begitu menawan lagi rupawan lalu […]

Mengampu yang (telah) terjadi

Meski hujan telah berhentiNamun itu tak seyogianya memaksa ia untuk segera menerbitkan pelangi. Duhai yang sering di sapa embun pagi,Sambil berdiri aku menatap wajah langit malam yang perlahan telah berganti diriMempersilahkan keterpurukan yang beberapa waktu setia menemaniuntuk kembali pada habitatnya yang aseli Dan kemudiannya bertitah pada otak dan hatiSemoga kalian berdua tak lagi lekas berminat […]

Tuhan & Hutanku

Di bawah lentara purnama yang tengah berintonasi senduKita akhirnya mampu bertemu Setelah sekian lama masing-masing dari kita bersama untuk saling tunggu menunggu. Menunggu pergantian musim hati berlalu Dan kemudiannya mengizinkan kepentingan kita untuk saling melebur menjadi padu. Andai Tuhan tak pernah mengatur labirin kehidupanku hingga begitu berliku lagi mengharu biruAku rasa tak akan pernah aku […]

Cangkir Kelabu

Kala hujan mengguyur kabut pikiranku tentang sesuatu Tubuhku tiba-tiba terlepanting jauh dari mata awas yang biasanya mencangkangiku Pedih serta dingin, begitu rasaku saat itu. Namun tiba-tiba saja aku terpikir tentang strategi langkah kuda yang baru Untuk menerima semuanya tanpa ba bi bu Lalu, kita lihat akan semenyedihkan apakah diriku atas keputusan “sok tempe”-ku itu. . […]

Frekuensi Rasa

Kadang orang lupa, bahwa dalam sebuah mangkuk persahabatan Selain rasa setia kawan dan saling pengertian Ternyata peran keselarasan frekuensilah yang menjadi kunci utama dalam sebuah kelanggengan. . Karena tanpa frekuensi yang selaras antara yang satu dengan yang lainnya Jangan heran bila tali persahabatan tak lagi rekat oleh sebuah pengait rasa Yang disebut kekompakan Bahkan terkesan […]

Jejak Kala Itu

Kala cerita mampu dipisahkan oleh rasa Kelembutan air mata pun tak pernah lagi menampakkan wujudnya Persahabatan yang hambar tanpa garam tanya dan sapa Terasa begitu dipaksakan untuk tiba-tiba bersama dalam sebuah moment berharga. . Kini aku betul paham tentang apa itu makna kata, berlalu Yang tak semua bisa diulang seperti terngiangnya canda tawa jaman dahulu. […]

Berbagilah sedikit pahammu

Semakin berjalan mundur dari keramaian Meninggalkan riuh redam dari percakapan atau pergaulan yang membuatku terasing dari rasa nyaman Terdiam untuk waktu yang lama Entah apakah menjadi sebuah jawaban yang selama ini ku kelana Hambar. Rasa yang paling sering menghantui diriku belakangan ini Keadaan membosankan yang seakan jika aku berteriakpun tak ada rangsangan yang mempedulikan Seperti […]

Dimana Letak Makna?

Dimana letak makna pengikut yang berserah? Bila kebencian yang justeru engkau jadikan Tuan penentu arah. Dimana letak makna rasa beriman? Bila kekhawatiran dan kegelisahan yang justeru engkau jadikan teman. Dimana letak makna rasa cinta dan percaya? Bila kehendak sesuka hati yang justeru engkau jadikan cara demi mencapai tujuan utama. Dimana letak makna bila semua orang […]

Segelas Rasa Yang (Tak) Mengalir

Menelusuri sebuah cara dengan menenggelamkan diri bersama ragam asumsi cahaya Bersama makna yang berserakan di sudut keheningan yang terbersit saja Dan bersama tajamnya siku kepayahan yang tak kunjung layu jua. Aku ingin menikmati alur nyanyian semesta tentang mengalirnya segelas rasa Tentang tepian senja yang selalu menjadikan dunia hanyalah sebagai peta, Bukan tujuan utamanya. Kini sadarku memilih […]

Dimana Bahagia Itu?

Dari cerita temanku, yang sedang terjebak arus pilu Aku seolah tersedak oleh ingatan tentang masa lalu Yang hampir-hampir segalanya aku buat menjadi sendu Juga kelabu Perlahan aku mencatat banyak hal menarik dari pesakitan Dari duka dan luka yang menghujam akar keceriaan Juga dari rasa kesepian yang selalu menyiratkan ketragisan Bahwa akulah satu-satunya yang paling membutuhkan […]

Rongga Cerita Lama

Bila benar peranku sebentar lagi akan usai Aku ingin memulai segala mimpiku yang selama ini hanya aku erami dalam hati Yang selama ini aku abaikan demi kepala dan jiwa yang menurutku lebih layak untuk di dahului   Aku tak pernah menyangka semua ini Dengan segala alur dan takdir yang sedang terjadi   Saat kepala menjadi […]

Radu (yang sebenarnya)

Kini kami menemukannya Menemukan ujung dari kata juga rasa Atas tindak tanduk yang sekian tahun ini ambigu dalam rupa dan kata-kata. Semua bentuk dan ragam tanya luruh di depan mata Melalui sebingkai cincin yang melingkar di salah satu jemari kiri kami semua. Aku dan ia kini telah menyepakatinya Bersama alur semesta yang amat sangat rahasia. […]

Goresan Jiwa

Aku sering sekali melukaimu Sering kali juga membuatmu menjadi banyak tak tahu Atas segala kemarahan dan kebencian terhadap ingatanku Yang selalu datang secara tiba-tiba lagi tak kenal waktu saat menggangu   Kami yang sebenarnya sama-sama terluka Oleh waktu dan cahaya yang serupa namun tak sama Oleh kamuflase rasa cinta Dari sudut-sudut yang paling sering meng-klaim […]

Kamu dan Papaku.

Ada kesamaan tersirat antara dia dan papa Perhitungannya Cemburuannya Dan sikap terus berusaha sekuat tenaga Dalam melatih akar pengertian dan lahan kesabarannya. Ia dan papa itu tak sama Tak serupa pula Tapi keduanya adalah dua laki-laki yang begitu sekuat tenaga aku rawat kepercayaannya hingga akhir hayatku tiba. Tuhan, boleh nana disambungkan sebentar ke jiwa papa? […]

Si Penjahit Cerita

Begitu beragam warna dan jenis kain cerita Mengapa aku justeru berlabuh pada jenis kain yang mempertontonkan rongga? Pun tidak memiliki ciri warna mutlaknya Sehingga lebih mudah dikenali dan diingat siapa saja Pemikiran sok tahu-ku Bukankah manusia itu terdiri dari beragam campuran rasa dan dari sari pati kehidupan pendahulunya dan sedikit rahmat Tuhan lalu mengapa kira […]

Bersamaan.

Ketika hujan lebat datang, Ia pun mengikutsertakan kawan karibnya yang berupa angin kencang. Kemudian aku terbawa arus dalam sudut pandang yang terkekang Diantara lirih takut dengan rasa penasaran yang begitu lebar membentang. Pilu pun ikut-ikutan Ia menyusul datang di waktu yang hampir bersamaan Dimana hadir sepercik rasa rindu pada sang pencetus nama kependekan Namun semesta […]

Tersipu Rindu

Ada yang tersirat dari asa yang tersipu Dalam rentetan kecelakaan waktu Yang berlalu. Di kesunyian yang tak kelam Aku ingin mengadu pada malam Tentang pekik tanya rindu yang kian hari kian menghujam. Betapa sulitnya menutup rapat kotak yang beraroma rindu Hingga membuat aku tersibak rasa malu Karena enggan bersabar untuk segera bertemu.

Panggilan Untuk Kembali Berjalan

Sempat beberapa waktu Aku istirahat demi bersantai sejenak bersama si cangkir biru Dengan alur cerita silang antara yang menggebu dan yang tersipu Ikut serta juga tas ransel asumsiku yang merasa paling banyak tahu.   Seolah tuli dari beragam variasi rasa Aku pun tak dapat mendengar bahkan tahu untuk sekedar berjaga dari terik menyengat maupun hujan petir […]

Mereka Bukan Milik Kita Sendiri

Seringkali kita tak sadar telah berlebihan dalam memberi rasa peduli. Kemudian apa yang gurat kenyataan suguhi? Dipertemukannyalah kita dengan sepercik kekecewaan yang ternyata sedang kita perlui. Yang berguna sebagai lonceng untuk proses evaluasi diri Bahwa kita telah melampaui zona merah dalam peduli dan mencintai.   Salahkah kita bila kecewa pada mereka? Tidak sama sekali. Karena […]

Jemari Substitutif.

Ungkap yang melihat, cercah senyuman ini sekubit berlainan. Nampak bervetsin dari yang biasanya. Kemudian aku pun jadi tak bisa lekas bersabar untuk menyalahkan pendapatnya. Namun seolah retina ini berpental rasa apabila ingin berkesimpulan beda.   Panggung waktu kehidupan itu memang berundak, teman. Dan media penyangga jiwa tak pernah tercipta untuk mampu menolak otoritas Tuhan. Sementara […]

Gurat Mangu.

Media rasa yang termangu dalam gurat sapa Pada inti cerita yang amat jauh dari kolam prasangka Kemudian situasi genting menyeruak dengan santainya Dan meluluh lantahkan tembok serta gembok yang selama ini membingkai sudut takdirnya. Ada keengganan untuk menelan ragam syak wasangka Dari berbagai sudut gelas yang akhir-akhir ini menjadi media tumpahan gulananya Ia malas memasukannya […]

Gerimis Tak Menentu

Gerimis makna dan gemuruh cerita yang menikam dada Hanya saja saat ini aku sedang tidak memiliki tenaga untuk menumpahkannya.   Jurang ketidakpahaman yang membuatku bergeming lebih lama Bersama secangkir ingatan yang masih teramat sulit aku cerna Namun selalu bersemayam, mencengkram telinga   Entah apa yang sebenarnya membuat gulana ini makin berpesta pora Dari yang aku […]

Sudut Makna

Ada kala yang dilarang itu bukan sebab muasabab jahat Melainkan perasaan sayang yang begitu kuat lagi mengikat. . Tak ada yang patut disalahkan perkara tak dapat kartu cinta mencintai Yang salah, besar kemungkinan berasal dari sudut mana kita memaknai.

Sungkawa

Sungkawa yang menggenggam Yang tercekat di dalam bayang malam Dan hanya berani mendelik lewat garis kelam. Guratan sinar senja menyapu hati sang candala, Mengingatkannya pada seonggok harap di luar jendela. Jendela yang meski telah terbuka, Namun belum tentu mampu untuk mengisi rasa. Sebuah lakuna yang menganga, Menyiratkan efek bahwa semuanya baik saja. Ya, Sebaik guratan […]

Rabun Kebutuhan

Banyak orang menanam bibit keindahan Namun tak semuanya merasa perlu untuk diperjualbelikan Sementara, sisanya justeru begitu gigih dalam hal penyemaian Padahal bukan dirinya yang melakukan pembibitan bahkan perawatan Kebutuhan hatinya hanya seputaran selalu terlihat paling depan Dan demi sebongkah berlian pujian Yang ternyata busuk di kemudian Lalu terlupakan dimakan zaman. 

Ruang Genggam

Kata kenyataan, Hidup itu seperti perjalanan Dimana semua yang terjadi Hanya mampu untuk sekedar kita lalui Tanpa pernah bisa kita tinggali. . Ada petuah bijak berkata, Nikmatilah rasa ketika luka menganga, Pun juga dikala rasa sedang berbunga-bunga. Karena keduanya, sama-sama adalah rahmat Tuhan untuk setiap ciptaan-Nya. . Pada teknisnya, sering kali aku lupa bahwa ketika […]

Tentang Benci & Puji Yang Menguji

Apakah dengan begitu membenci, semua akan selesai? Apakah dengan begitu memuji, semua akan terlampaui? Ayolah kita pahami sekali lagi. . Tentang sesuatu yang tak pernah bisa abadi Lalu untuk apa begitu kita sanjungi Atau kita tangisi setiap hari Bahkan ada tambahan untuk pula meratapi Bagai dunia akan kiamat pada detik ini. . Tidak. Aku menolak […]

Gelora Sederhana

Sesederhana hujan yang menjelma sebagai karunia Sesederhana angin yang berhembus untuk menyejukkan jiwa Dan sesederhana hiasan pelangi yang terukir sehabis deru hujan badai menerpa . Aku ingin menjadi wanita sederhana Sesederhana kerang yang fokus berjuang menahan sakitnya demi sebuah mutiara   Dan sesederhana cahaya yang hanya memijarkan doa tanpa memaksa . Aku ingin menyelami makna sederhana […]

Buai Arah

Bila rinduku hanya mampu tertahan di dalam bilik kerah Dan doa ku hanya sanggup sebagai penunjuk arah Biarlah keikhlasanku yang menuntunmu untuk tetap terarah Sehingga kau tak perlu lagi salah melangkah Karena aku percaya pada petunjuk Tuhan yang tidak pernah salah.

Harapan dalam Perjalanan Kehidupan

Ketika aku berkeinginan Aku pun berucap kepada Tuhan Yang beberapa saat kemudian Seolah Tuhan meng-iya-kan Lalu aku pun meneruskan perjalanan Seolah tanpa ada beban. . Dalam mencapai inti tujuan Ada sedikit rasa yang menguat dari kebimbangan Membuatku seraya kembali mudah dibutakan Oleh syak wasangka yang menyesatkan . Sesaat kemudian aku melipir untuk mempertanyakan Hingga setidaknya […]

Dalam Hati

Dalam hati kita sering bertanya bahwa kapan kita akan berganti hari Padahal sejatinya kita tetap harus menikmati Dari setiap detik yang telah diizinkan Tuhan untuk terjadi Dan kita alami Namun mengapa seringnya kita seolah tak mau bersabar untuk menanti lebih lama lagi Meski ada kemungkinan bahwa sebenarnya penggantian haripun belum tentu sesuai kebutuhan hati Yang […]

Temani Sang Rasa

Kala dalam kelimbungan Mengenai maksud tujuan dari hadirnya linear rasa yang menjemukan Mengenai perlu atau tidaknya untuk dikemukakan? Ataukah memang hanya layak tuk tersimpan  Di dalam lemari bernyawa yang tengah berjalan? . Pijar kesadaran tentang perlunya jeda itu nampaknya mulai menggema Namun sudikah sang ego membiarkannya? Sudut nurani di pesisir hati bertitah untuk tetap menemaninya […]

Pada Langit Saja

Kira-kira, pada siapa sejatinya kita patut bercerita tentang kerinduan pada orang-orang yang tak lagi ada? Apakah pada mereka yang belum pernah mengalaminya? Ataukah pada dia dan dia yang kini telah memiliki keluarga? Sedetik kemudian, sendu senyap pun melanda. . Ada yang pernah bertanya, Mengapa tulisanku lebih banyak mengenai gundah gulana Bukannya menebar wangi bunga Seperti […]

Tentang Hati, Mimpi, dan Kematian Nanti

Saat mentari sedang bersiap untuk menghangatkan bumi Aku justeru masih saja terkungkung sepi Dalam kubangan embun pagi Bersama secangkir kopi. Kabut pagi nampaknya masih setia menyelimuti hari. Mungkin begini pula kondisi yang terjadi di dalam benakku tentang kekhawatiran masa depan diri ini. Bagaimana dengan hatiku? Bagaimana dengan mimpiku? Dan bagaimana pula dengan diriku? Aku takut […]

Alur Cerita Manusia

Harus begini dulu mungkin alur cerita untuk anak manusia. Dari yang tak dianggap hingga kiriman tinta fitnah yang tak kunjung mereda. Satu persatu longlongan singa mengudara Menyemburatkan untaian sajak  yang sudah dimasak dengan sedemikian rasa. Aku benci bila hanya menggelantungkan nyawa tanpa berbuat Aku benci jika selalu menutup lubang kepekikan senja atas nama maklumat. Entahlah. […]

Tembok Dengar

Bangunan runtuh dikala senja menyapa Ada rasa sesak yang sulit untuk disapa tak menyekat jiwa Terduduk seseorang sedang menangis tanpa suara. Ada apa? . Ia seka air matanya lekas Supaya tak semakin banyak orang menemukan bekas Lalu kemudian senyuman pun langsung lepas landas . Aku benci dikasihani Begitu oretnya dalam hati Tapi siapa bisa menebak […]

Tepian Kata

Aku berbaring ditepian kata Memercikan sedikit endapan aroma rasa Tentang makna mengudara Tentang jiwa melanglang buana . Selangkah kedepan aku kembali ke peraduan Namun tak sehelai pun ku temui rerumputan Melainkan hanya kegersangan dari seonggok kenangan Tentang pengalaman dan pemahaman Yang nyaman terselimuti oleh debu ketidakberanian. .

Firasat Di Balik Pintu

Berpacu oleh waktu. Three months later in 2016. Begitu tulisku dalam secarik kertas bisu. Menandai sedang kembali kalutnya diriku Tentang waktu yang aku tak paham mengapa ia seperti sedang mengejarku. Pikiranku ingin sesegera mungkin lari tunggang langgang Namun belum semua persiapanku memadai untuk pindah ke tempat yang baru Aku tak paham apakah kemungkinan benar Bahwa […]

Teman Warna Biru

Semalam entah darimana rimbanya, aku memimpikan dia.Seorang anak gadis yang cantik, baik perangai maupun kepribadiannya.Seorang anak gadis yang juga cukup tangguh dalam mengarungi kehidupan pribadi yang curam lagi berliku tajam yang tak biasa..Ia adalah salah satu sahabat terdekat lagi terbaikku.Meski harus dengan berat hati aku tambahi kata keterangan, waktu itu..Terhitung sejak awal tahun 2011 hingga […]

Mengimani Sejengkal Masa

Aku mengimani sejengkal masa, dimana setiap pesakitan pasti selalu akan dibayar dengan keindahan. Dulu aku sama seperti mereka kebanyakan, yang senang mempertanyakan lagi cenderung tak sabaran, tapi apa yang aku rasakan hari ini betul-betul dampak dari apa yang aku harapkan dikala semuanya masih serba rabun tak karuan. Kala Tuhan menguji dan kita tak lagi mampu […]

Ketegaran Malam

Di beberapa kali kesempatan, Ada kalanya kita hanya perlu diam untuk bertahan Bukan lagi protes tak karuan Apalagi sampai membiarkan kalimat tak berpendidikan nan menyakitkan itu berserakan. Ada kalanya, hanya dengan diam Semua kebencian akan padam Semua keluh kesah akan karam Pun kejenuhan akan ikut temaram .. dan tenggelam Bersama ketegaran malam

Puisi Untuk A

22/12/2012 02.21 am Merintih pada angin tak menjadikanku lebih menawan Menjadi menawan pun tak menjadikan segalanya menjadi lepas dari  kegusaran Aku limbung pada sikapnya Sama halnya ketika aku limbung pada musim pancaroba Datang dan pergi semaunya Tanpa lagi peduli apakah semua ini tak membuat goresan luka. Lalu bagaimana bisa si bulu mata menjadi saksi pertemuan kami […]

Puisi dari A

10/20/2008 11:33 am . Mulut ini terkunci Membisu dengan penuh tanya Celoteh seorang wanita Dengan lantunan khas yg membekas dalam sendi-sendi ingatan Nada tinggi rendah di setiap not not tertentu Berpadu dendam dan amarah Dalam bingkai kesdihan, kepedihan,dan pesakitan Merintih saat gelap dan terang Melawan sebilah pedang dibalik rasa sayang Berdiri diantara butiran dosa dan […]

%d bloggers like this: