Yang aku lakukan ini semacam cara terakhirku

Untuk menjelaskan duduk persoalan tentang cerita masa itu

Cerita yang sudah lima tahun membeku

Dan kubiarkan semua asumsi datang menghantu.

 

Tentang kejadian di hari itu

Tentang isi pembicaraan semu itu

Dan tentang siapa-siapa saja yang berada disitu

Aku malu

Lalu aku dan kamu selamanya hanya diam untuk menjadikan membisu sebagai hobi baru.

 

Kaca retak ini akan pecah segera bila terlalu lama menahan guratannya seorang diri

Sementara kusen jendelanya justeru sedang seru-serunya melukis mimpi

Jadi biarkan saja bila si kaca menuangkan segalanya disini

Dan dengan cara begini.

 

Bersama kata-kata, runutan dan tautan memori

Biarkan ia gabungkan semua menjadi puzzle visualisasi

Demi sebuah bentukan yang lebih abadi

Daripada sekedar membuat pertemuan berjanji

Yang kemungkinan besar hanya akan terjadi di alam mimpi.

 

Hei, cangkir oranye di tepi jendela

Kini kami paham bahwa tak semua jendela perlu kaca

Dan begitu juga sebaliknya

 

Kami terbiasa saling tak bersama

Karena meski amat sangat bisa untuk melakukannya

Sudah pasti ada yang tidak ingin menerima untuk suka

Sehingga kami sepakat memilih untuk mendahului perasaannya saja

Perasaan sang induk jendela

Yang memang memiliki hak kondrati untuk selalu bersamanya.

 

Demi aroma melati yang sedang mengudara

Kami ikuti kemana alur semesta dengan cara organiknya

Dan demi bulan yang sedang bergelimang cahaya

Akhirnya kami sampai pada inti pesan sederhana dari cerita diorama kaca & jendela.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Diorama Kaca & Jendela
%d bloggers like this: