Category: metamorfosa

Berpikirlah dengan Benar

aku sempat mengira bahwa cara berpikirku selama ini sudah cukup benar sudah cukup baik bahkan sudah cukup layak untuk ‘dibagikan’. tapi ternyata itu hanya jebakan ilusi saja. dan sialnya aku terperangkap dalam waktu yang cukup lama. sampai suatu ketika aku mengamati kejadian demi kejadian yang menimpaku. karena masalahnya acapkali berulang, jadi akupun terpaksa berpikir ulang, dimana […]

Pilihan untuk Berdaya

25 Maret 2018 Pilihan terakhir yg aku putuskan sesaat sebelum menaiki kereta api menuju perjalanan ke argopuro adalahMemilih untuk tidak lagi berdaya sebagai manusia.Aku menyerah dan tenggelam dengan tumpahan kesedihan, kekecewaan, kebencian.Daya juangku menguap.Aku tak lagi merasa punya akar tujuan untuk tetap bertahan.Untuk apa aku tetap ada, tanpa seorangpun dari yg kuinginkan memedulikannya..Aku begitu haus […]

Pada Akhirnya, Keluar adalah Jalan

Ketika aku SMA, aku pernah mencuri dengar pertanyaan mengenai toko bangunan milik papa yang berada di samping garasi rumah. Saat itu, aku tak pernah ada pikiran untuk mempedulikannya. Itu biar jadi urusan papa aja, ‘kan bisnis pilihannya. Lalu beberapa kali pertanyaan yang sama kembali sampai di telingaku ketika aku kuliah komunikasi bisnis sambil bekerja sebagai […]

Mengapa Tidak ke Tenaga Ahli? (bag 2)

Sebelumnya bila kamu belum membaca bagian pertamanya, kamu bisa membacanya dahulu disini (<<klik kata disamping ya) Lalu bagaimana caraku ‘menjahit’ lukanya?  Aku pernah mendengar orang menyarankan untuk “Gelarlah sajadah. Menangislah pada Tuhan. Tumpahkanlah semua yang ada di hati.” Entah bagaimana aku sulit untuk mengikuti sarannya. Disebabkan oleh beberapa hal Aku tidak mengerti pada kalimat, “Menangislah […]

Mengapa Tidak ke Tenaga Ahli?

Ketika aku menulis ini, aku tengah dilanda penghargaan kepada diri di bawah garis wajar sebagai manusia. Entah bagaimana aku juga tidak mengerti mengapa aku begitu sulit untuk menghargai keberadaan diriku sendiri. Ratusan ribu kali aku menghukumnya dengan kalimat tak pantas. Menghardiknya. Meludahinya bahkan sudah belasan kali pula aku mencoba untuk membinasakannya. Entah berapa puluh buku […]

#perpustakaanmoralinibudi yang (tak) mati

Belakangan ini, aku merasa jiwa dan semangat hidupku semakin hari semakin kalang kabut. kadang hangat, kadang panas, kadang dingin bahkan seringkali membeku untuk beberapa waktu. walau sudah ku usahakan untuk menghangatkannya kembali dengan beragam terapi, dan diskusi, tetapi tetap saja api semangat itu hanya bertahan dalam hitungan jam atau paling lama bertahan dalam satu hari, […]

Terima Kasih

Acapkali kegagalan demi kegagalan menghampiri Membuat saya jadi terbiasa dalam mengevaluasi diri Dari lipatan isi kepala hingga ujung kuku kaki. . Dahulu saya pikir saya sudah cukup dalam pelajaran memahami Sehingga yang saya lakoni hanya perlu mengorganisir apa-apa yang telah terjadi. Namun kenyataannya semua itu hanyalah ilusi. Saya justeru dituntut belajar lebih keras lagi, lagi […]

Do’a Sederhana

Lately, I have one of the simplest but most beautiful & powerful hopes that I’ve read ever. Here is:          Dear God,          If I am wrong, please correct me          If I am lost, please guide me          If I started to give up, please keep me going Sederhana sekali memang doanya, namun sangat […]

Metamorfosa Sebuah Jiwa

Tulisan ini berasaskan bumbu rindu.  Yang tengah menggebu Pada masa yang telah berlalu sekaligus rasa rindu pada ayah dan ibu dan pada kawan karib terbaikku Yang dahulu begitu aku genggam erat dengan segenap jiwaku.. Walau mereka tak setia menemani dan selalu ada di sisiku seperti yang aku mau Namun mereka telah berbuat dan berlaku yang terbaik […]

Candala

Dari sebuah dinding rasa yang melebatkan daun kebencian yang begitu menyiksa Membawa kebesaran ego yang hampir memenuhi seluruh lorong jiwa Namun dalam suatu masa yang ga dinyana, kebencian itu kembali bermetamorfosa Menjadi rasa welas asih yang sudah lebih tersaripati dengan lebih baik dari sebelumnya Dan melalui versi olahan inilah saya lampirkan sebuah jahitan cerita Cerita […]

Mentari Pagi

Malam tengah bertukar peran menjadi pagi Cahaya yang selama ini terselimuti debu kelam pun perlahan sudah mulai tampak kembali Jadi, cukupkanlah waktumu untuk selalu meludahi diri sendiri Sekali lagi, Terima kasih karena sudah menjadi teman yang tak pernah dengan sengaja ingin melukai Bagiku, kita akan terus berteman dengan cara yang sejak dahulu sudah saling kita […]

Firasat Di Balik Pintu

Berpacu oleh waktu. Three months later in 2016. Begitu tulisku dalam secarik kertas bisu. Menandai sedang kembali kalutnya diriku Tentang waktu yang aku tak paham mengapa ia seperti sedang mengejarku. Pikiranku ingin sesegera mungkin lari tunggang langgang Namun belum semua persiapanku memadai untuk pindah ke tempat yang baru Aku tak paham apakah kemungkinan benar Bahwa […]