Category: cangkir biru

Guru Budiman

Kalau kau ingin pergi, Ya silahkan lakukan apapun yang kau ingini Karena aku masih akan terus berusaha demi kepentinganku disini Memasak ‘hidangan’ untuk hidupku kini dan nanti . Sudahlah.. tak perlu lagi memaksa untuk bersama Karena hanya akan mengguratkan luka Lalu menyiramnya lagi dengan sirup cuka Kurasa cukup disini saja Toh aku pun pasti akan […]

Kedewasaan itu Digali, bukan (cuma) Diingini

Aku tidak lagi mencari beragam pembenaranUntuk menguatkan atau mendukung keputusanYang telah aku lakukan, Karena kini aku paham bahwa hal tersebut sungguh menjauhkan diri dari kedewasaanYang sudah seharusnya ditelanBagi mereka yang ingin menjadi seorang pemimpin bisnis dan kehidupan Perihal perasaan dan pemikiranIalah dua buah elemen yang saling berkesinambunganDan saling membutuhkanSehingga menjadikannya sebuah kesatuan dalam kesempurnaanYang mendamaikan […]

Belajar Lagi

Aku tengah belajar (lagi) untuk bisa menyubstitusi rasa benci Menjadi rasa memahami yang lebih manusiawi Terhadap mereka yang sebenarnya sudah berusaha hati-hati namun tetap juga menyakiti Hingga mereka yang bahkan sampai kini masih setia pada rasa iri dan dengki. . Dari si pembelajar lambat Yang sialnya memang masih setia pada cita-cita lama Untuk menjadi orang […]

Dimana Letak Makna?

Dimana letak makna pengikut yang berserah? Bila kebencian yang justeru engkau jadikan Tuan penentu arah. Dimana letak makna rasa beriman? Bila kekhawatiran dan kegelisahan yang justeru engkau jadikan teman. Dimana letak makna rasa cinta dan percaya? Bila kehendak sesuka hati yang justeru engkau jadikan cara demi mencapai tujuan utama. Dimana letak makna bila semua orang […]