Category: kacamata

Egalitarian

Egalitarian Terkadang aku terganggu bila diikutcampuri perihal hal-hal yang bernuansa hak asasi. Entah dapat pemahaman dari mana, sejak kecil aku memang sudah tak suka diintervensi, walau itu datangnya dari orangtua sendiri. Seringkali orangtua merasa berhak mengurusi segala hal atas nama ‘kebaikan’ untuk anaknya, padahal menurutku belum tentu juga hal itu dapat diterima dengan lapang dada […]

Suksma, untuk segala yang berlalu.

Di tulisan sebelumnya (yang ini) saya sedikit mengulas pandangan Heraclitus yang secara garis besar membahas tentang  “kita tak lagi sama dengan diri kita di menit sebelumnya, apalagi di waktu yang lebih lampau.” Jadi untuk apa kita terlalu terpaku pada masa lalu, padahal kita sudah bukan lagi kita yang sama seperti saat itu. Saya belajar memahami […]

Film: Knives Out

Film ini menurut gue menarik banget, dari segi plot dan alur cerita sih yang paling kerasa. Meski di awal gue udah bisa nebak siapa yang ngebunuh tokoh utama “secara tidak langsung”, tapi gue SUKA BANGET JAHITAN SKRIPNYAAAA. How the way ‘muter’ dan lika liku buat ngebahas ceritanya. KEREN. Apalagi akting epic dari Detektif Benoit yang […]

Kata Pohon

Nampaknya betul, kata ‘pohonku’ untuk tidak membiasakan terlalu memihak juga membenci sesuatu dengan berlebihan. Karena bisa saja semuanya berbalik sewaktu-waktu tanpa memberi tahu terlebih dahulu. . Dahulu aku adalah tim pemuja sahabat daripada saudara Namun kini nampaknya aku tidak lagi menjadi pemuja untuk keduanya. . Dahulu aku bisa begitu mudah melontarkan kata saran dan opini […]

Si Anomali

Ini adalah salah satu dari sekian pemahaman kebolak bin gesrek saya dari mereka-mereka yang waras dan normal sebagai manusia. Sebetulnya pemahaman ini sudah dari lama sekali sering dipertanyakan (baca: diprotes) oleh teman-teman, dosen bahkan hingga taraf keluarga dan orang tua. Hanya saja selama ini saya malas untuk menjelaskan duduk pemahamannya dan baru saat ini merasa […]