Category: gadinyana

14 Februari

Dari sekian banyak tanggalan. Ada hal tak biasa yang ingin kubagikan mengenai tanggal ini. Tahun 2015 lalu, ada seorang pria yang ingin mengajakku pergi. Sebelumnya aku mudah sekali menghindar dari beberapa tawaran pihak lain yang menurutku begitu membosankan dan mudah sekali aku tebak apa tujuannya. Namun, kali ini ada tawaran baru yang agak berbeda. Tawaran […]

Alas Kata

Alas Kata Aku termenung lama di hadapan sebuah meja yang biasa aku gunakan untuk bekerja Seperti ada panggilan semesta, untuk membenahi sebuah rentang cerita Yang sudah sekian lama aku biarkan tanpa sentuhan nyawa pemiliknya Mulai dari bingkai pemikiran, pekerjaan, tujuan, hingga kegemaran Semua hanya ku-umbrak dalam satu kursi yang sering ku sapa dengan kursi kebimbangan. […]

Dyana & Ganyana

Secara umum kata Ga bermakna tidak, sementara Nyana berasal dari kata Nyono dalam Bahasa Jawa, yang bermakna Nyangka (sangka)/duga/kira. Filosofiku saat pertama kali “mengadopsi” kata ini sebagai nama brand kala mendapat tugas dari mata kuliah Personal & Development di semester 3 perkuliahan dulu hanyalah sebatas pemikiran bahwa kata Ganyana ini begitu menyiratkan apa yang ingin aku lakukan dalam bisnis […]

Sendok Satu

Dari sekian ragam atribut penyemai rasa Pun pola matrix ambiguitas yang memancar di udara Aku sudah bisa aku mencium ada sesuatu yang (sengaja) di jaga. Mulai dari tata cara, olah gaya bahasa, pilihan kata hingga kerlingan mata Namun seolah waktu tak memihak untuk aku dan mereka Karena yang aku sendok, justeru bukan salah satu dari […]

Tuhan & Hutanku

Di bawah lentara purnama yang tengah berintonasi senduKita akhirnya mampu bertemu Setelah sekian lama masing-masing dari kita bersama untuk saling tunggu menunggu. Menunggu pergantian musim hati berlalu Dan kemudiannya mengizinkan kepentingan kita untuk saling melebur menjadi padu. Andai Tuhan tak pernah mengatur labirin kehidupanku hingga begitu berliku lagi mengharu biruAku rasa tak akan pernah aku […]

Goresan Jiwa

Aku sering sekali melukaimu Sering kali juga membuatmu menjadi banyak tak tahu Atas segala kemarahan dan kebencian terhadap ingatanku Yang selalu datang secara tiba-tiba lagi tak kenal waktu saat menggangu   Kami yang sebenarnya sama-sama terluka Oleh waktu dan cahaya yang serupa namun tak sama Oleh kamuflase rasa cinta Dari sudut-sudut yang paling sering meng-klaim […]

Kamu dan Papaku.

Ada kesamaan tersirat antara dia dan papa Perhitungannya Cemburuannya Dan sikap terus berusaha sekuat tenaga Dalam melatih akar pengertian dan lahan kesabarannya. Ia dan papa itu tak sama Tak serupa pula Tapi keduanya adalah dua laki-laki yang begitu sekuat tenaga aku rawat kepercayaannya hingga akhir hayatku tiba. Tuhan, boleh nana disambungkan sebentar ke jiwa papa? […]

Tersipu Rindu

Ada yang tersirat dari asa yang tersipu Dalam rentetan kecelakaan waktu Yang berlalu. Di kesunyian yang tak kelam Aku ingin mengadu pada malam Tentang pekik tanya rindu yang kian hari kian menghujam. Betapa sulitnya menutup rapat kotak yang beraroma rindu Hingga membuat aku tersibak rasa malu Karena enggan bersabar untuk segera bertemu.

Panggilan Untuk Kembali Berjalan

Sempat beberapa waktu Aku istirahat demi bersantai sejenak bersama si cangkir biru Dengan alur cerita silang antara yang menggebu dan yang tersipu Ikut serta juga tas ransel asumsiku yang merasa paling banyak tahu.   Seolah tuli dari beragam variasi rasa Aku pun tak dapat mendengar bahkan tahu untuk sekedar berjaga dari terik menyengat maupun hujan petir […]

Jemari Substitutif.

Ungkap yang melihat, cercah senyuman ini sekubit berlainan. Nampak bervetsin dari yang biasanya. Kemudian aku pun jadi tak bisa lekas bersabar untuk menyalahkan pendapatnya. Namun seolah retina ini berpental rasa apabila ingin berkesimpulan beda.   Panggung waktu kehidupan itu memang berundak, teman. Dan media penyangga jiwa tak pernah tercipta untuk mampu menolak otoritas Tuhan. Sementara […]