Category: bejana waktu

Mentari Pagi

Malam tengah bertukar peran menjadi pagi Cahaya yang selama ini terselimuti debu kelam pun perlahan sudah mulai tampak kembali Jadi, cukupkanlah waktumu untuk selalu meludahi diri sendiri Sekali lagi, Terima kasih karena sudah menjadi teman yang tak pernah dengan sengaja ingin melukai Bagiku, kita akan terus berteman dengan cara yang sejak dahulu sudah saling kita […]

Datang, Pergi & Monggo Bila (Perlu) Kembali.

Tak ada yang salah jika kita pernah salah dalam menjatuhkan langkah. Tak ada yang salah juga jika mereka meninggalkan kita, karena dirasa kita tak bisa mendekatkan mereka pada tujuannya. Pun juga berarti tak masalah jika memang yang terbaik terjadi adalah keusaian sudah. Aku nampaknya mulai terbiasa, mengenai sikap seenaknya orang-orang diluar sana Yang bahkan mungkin […]

Ketika warna kita (semakin) berbeda

Sepanjang waktu terakhir, kami disibukkan dengan urusan kebun kehidupan masing-masing.Sehingga hanya sedikit sekali waktu untuk kami saling berekonsiliasi. Lalu suatu masa kita tak sengaja dipertemukan oleh waktu di sebuah jurang perbedaan besar dari cara pandangku dan keyakinanmuMengenai hal-hal yang dimaknai, dijunjung tinggi dan dirawat selama iniKemudian dengan entengnya kau berseloroh bahwa pemikiranku semakin absurd, hanya […]

Untuk Kita, yang sebentar lagi (mungkin) berlalu

Tentang sebuah pernyataan dan agenda perasaan Atas nama rasa yang dinyatakan maupun yang diabaikan Atas nama tindak nyata yang disegerakan maupun yang (sengaja) diabaikan Atas nama pengalaman yang sebenarnya tak lagi perlu menjadi beban kehidupan Dan atas nama sebuah temali persahabatan yang sebentar lagi pun (tampaknya) akan segera tergadaikan . Tak bisakah semuanya tetap terjaga […]

Frekuensi Rasa

Kadang orang lupa, bahwa dalam sebuah mangkuk persahabatan Selain rasa setia kawan dan saling pengertian Ternyata peran keselarasan frekuensilah yang menjadi kunci utama dalam sebuah kelanggengan. . Karena tanpa frekuensi yang selaras antara yang satu dengan yang lainnya Jangan heran bila tali persahabatan tak lagi rekat oleh sebuah pengait rasa Yang disebut kekompakan Bahkan terkesan […]

Jejak Kala Itu

Kala cerita mampu dipisahkan oleh rasa Kelembutan air mata pun tak pernah lagi menampakkan wujudnya Persahabatan yang hambar tanpa garam tanya dan sapa Terasa begitu dipaksakan untuk tiba-tiba bersama dalam sebuah moment berharga. . Kini aku betul paham tentang apa itu makna kata, berlalu Yang tak semua bisa diulang seperti terngiangnya canda tawa jaman dahulu. […]

Harapan dalam Perjalanan Kehidupan

Ketika aku berkeinginan Aku pun berucap kepada Tuhan Yang beberapa saat kemudian Seolah Tuhan meng-iya-kan Lalu aku pun meneruskan perjalanan Seolah tanpa ada beban. . Dalam mencapai inti tujuan Ada sedikit rasa yang menguat dari kebimbangan Membuatku seraya kembali mudah dibutakan Oleh syak wasangka yang menyesatkan . Sesaat kemudian aku melipir untuk mempertanyakan Hingga setidaknya […]

Pada Langit Saja

Kira-kira, pada siapa sejatinya kita patut bercerita tentang kerinduan pada orang-orang yang tak lagi ada? Apakah pada mereka yang belum pernah mengalaminya? Ataukah pada dia dan dia yang kini telah memiliki keluarga? Sedetik kemudian, sendu senyap pun melanda. . Ada yang pernah bertanya, Mengapa tulisanku lebih banyak mengenai gundah gulana Bukannya menebar wangi bunga Seperti […]

Cerita Sang Gelas Kaca

Teruntuk seseorang. Pada suatu acara, terdapat beberapa sajian minuman sore untuk mengisi waktu menjelang kedatangan senja dan malam. Waktu demi waktu, sang minuman dan gelas pun mulai saling mengenal dan saling mengisi satu sama lain hingga akhirnya sang mereka kembali kosong karena suatu sebab. Kemudian ada sebuah minuman baru yang tiba-tiba datang mendekat dan menghampiri […]

Alur Cerita Manusia

Harus begini dulu mungkin alur cerita untuk anak manusia. Dari yang tak dianggap hingga kiriman tinta fitnah yang tak kunjung mereda. Satu persatu longlongan singa mengudara Menyemburatkan untaian sajak  yang sudah dimasak dengan sedemikian rasa. Aku benci bila hanya menggelantungkan nyawa tanpa berbuat Aku benci jika selalu menutup lubang kepekikan senja atas nama maklumat. Entahlah. […]

Tepian Kata

Aku berbaring ditepian kata Memercikan sedikit endapan aroma rasa Tentang makna mengudara Tentang jiwa melanglang buana . Selangkah kedepan aku kembali ke peraduan Namun tak sehelai pun ku temui rerumputan Melainkan hanya kegersangan dari seonggok kenangan Tentang pengalaman dan pemahaman Yang nyaman terselimuti oleh debu ketidakberanian. .

Teman Warna Biru

Semalam entah darimana rimbanya, aku memimpikan dia.Seorang anak gadis yang cantik, baik perangai maupun kepribadiannya.Seorang anak gadis yang juga cukup tangguh dalam mengarungi kehidupan pribadi yang curam lagi berliku tajam yang tak biasa..Ia adalah salah satu sahabat terdekat lagi terbaikku.Meski harus dengan berat hati aku tambahi kata keterangan, waktu itu..Terhitung sejak awal tahun 2011 hingga […]

Puisi Untuk A

22/12/2012 02.21 am Merintih pada angin tak menjadikanku lebih menawan Menjadi menawan pun tak menjadikan segalanya menjadi lepas dari  kegusaran Aku limbung pada sikapnya Sama halnya ketika aku limbung pada musim pancaroba Datang dan pergi semaunya Tanpa lagi peduli apakah semua ini tak membuat goresan luka. Lalu bagaimana bisa si bulu mata menjadi saksi pertemuan kami […]

Puisi dari A

10/20/2008 11:33 am . Mulut ini terkunci Membisu dengan penuh tanya Celoteh seorang wanita Dengan lantunan khas yg membekas dalam sendi-sendi ingatan Nada tinggi rendah di setiap not not tertentu Berpadu dendam dan amarah Dalam bingkai kesdihan, kepedihan,dan pesakitan Merintih saat gelap dan terang Melawan sebilah pedang dibalik rasa sayang Berdiri diantara butiran dosa dan […]