Category: Almari Dyana Razaly

Cerita Lima Sendok Rasa

Ada banyak hal yang terkadang tidak bisa dengan lugas mampu diungkapkan secara lisan, hingga akhirnya kini menemukan caranya sendiri untuk bisa dijabarkan dalam bentuk tulisan. Saat SMA, saya memiliki dan ikut serta dalam beberapa grup pertemanan yang isinya luar biasa beragam. Namun kali ini, saya sedang ada ide untuk menuliskan salah satu dari sekian ragam […]

Belajar Sadar

Saat kecil, saya memiliki mimpi untuk merubah dunia. Lalu tidak lagi berminat untuk memanjat lagi, jadi saya hanya bermimpi untuk merubah bangsa saja. Namun semakin dewasa, saya justeru semakin lebih berminat menurunkan kadar impian saya, menjadi ingin merubah keluarga besar saja. Dan kali ini, di usia yang belum mencapai seperempat abad ini, saya hanya ingin […]

Gelora Sederhana

Sesederhana hujan yang menjelma sebagai karunia Sesederhana angin yang berhembus untuk menyejukkan jiwa Dan sesederhana hiasan pelangi yang terukir sehabis deru hujan badai menerpa . Aku ingin menjadi wanita sederhana Sesederhana kerang yang fokus berjuang menahan sakitnya demi sebuah mutiara   Dan sesederhana cahaya yang hanya memijarkan doa tanpa memaksa . Aku ingin menyelami makna sederhana […]

Ruang Proses

Saat saya berpijak untuk menuliskan tulisan ini, ini murni dikarenakan pengalaman pribadi saya, saat dahulu sempat membenci dengan yang namanya proses. Selain saya sebal dengan ketidak sebentar-an terhadap sesuatu, saya juga enggan untuk menunggu dengan sabar, juga menerima dengan ikhlas akan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak hati saya. Saya tidak suka semua itu. Dahulu […]

Tentang Hati, Mimpi, dan Kematian Nanti

Saat mentari sedang bersiap untuk menghangatkan bumi Aku justeru masih saja terkungkung sepi Dalam kubangan embun pagi Bersama secangkir kopi. Kabut pagi nampaknya masih setia menyelimuti hari. Mungkin begini pula kondisi yang terjadi di dalam benakku tentang kekhawatiran masa depan diri ini. Bagaimana dengan hatiku? Bagaimana dengan mimpiku? Dan bagaimana pula dengan diriku? Aku takut […]

Tembok Dengar

Bangunan runtuh dikala senja menyapa Ada rasa sesak yang sulit untuk disapa tak menyekat jiwa Terduduk seseorang sedang menangis tanpa suara. Ada apa? . Ia seka air matanya lekas Supaya tak semakin banyak orang menemukan bekas Lalu kemudian senyuman pun langsung lepas landas . Aku benci dikasihani Begitu oretnya dalam hati Tapi siapa bisa menebak […]

Pilihan (sadar)-ku

Entah sudah seberapa sering aku mengalami ini. Ingin pergi menghadiri suatu perhelatan namun sedikit tertekan karena tak pernah punya teman siap sedia untuk berbincang. Banyak dari mereka bilang akunya yang terlalu tidak bisa menjadi penyeimbang Padahal yang terjadi justeru aku hanya malas untuk berpura-pura membalas senang Karena bagiku, memanfaatkan perasaan senang orang lain demi kepentingan […]

Firasat Di Balik Pintu

Berpacu oleh waktu. Three months later in 2016. Begitu tulisku dalam secarik kertas bisu. Menandai sedang kembali kalutnya diriku Tentang waktu yang aku tak paham mengapa ia seperti sedang mengejarku. Pikiranku ingin sesegera mungkin lari tunggang langgang Namun belum semua persiapanku memadai untuk pindah ke tempat yang baru Aku tak paham apakah kemungkinan benar Bahwa […]

Surat Untuk Mangky

Lagi – lagi pertemuan dadakan, selalu ada cerita dan pelajaran disetiap obrolan kita, yang selama berjam-jam mungkin sangat terasa kurang. Mulai dari kaget melihat jam yang kunjung berganti hari atau diusir halus oleh tempat yang sudah memasuki jam tutupnya. Di hari itu, di dunkin donuts tebet. Hari sebelumnya (atau di hari yang sama) gue dengan random-nya mengirimkan […]

Tak Karuan.

Aku suka menulis disaat nuraniku sedang berontak. Saat dimana terdapat perasaan terinjak bercampur sesak Namun tak lagi bisa aku tolak karena memang sudah menjadi suratan takdir dari Yang Maha Bijak. Sejak dahulu, Tuhan sering menghadiahiku situasi macam ini untuk membuatku bangun dari tidur lelapku dan membuat sedikit percikan api segar yang sering disapa manusia dengan […]

Mengimani Sejengkal Masa

Aku mengimani sejengkal masa, dimana setiap pesakitan pasti selalu akan dibayar dengan keindahan. Dulu aku sama seperti mereka kebanyakan, yang senang mempertanyakan lagi cenderung tak sabaran, tapi apa yang aku rasakan hari ini betul-betul dampak dari apa yang aku harapkan dikala semuanya masih serba rabun tak karuan. Kala Tuhan menguji dan kita tak lagi mampu […]

Teras Ide – Cermin Hati

Dengan nama Tuhan Yang Maha Baik lagi Maha Penyayang.     Terima kasih atas apresiasinya terhadap karya perdana sederhana saya yang berjudul Cermin Hati. Sebuah novel sederhana yang menceriterakan kehidupan sehari-hari dua anak manusia yang telah berusia cukup dewasa. Dimana keduanya sama-sama sedang disibukkan dalam proses mencari dan menanti sang tambatan hati. Oleh karenanya novel […]

Teras Ide – Pustaka Moral Ini Budi

Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ide awal dari pengorganisiran salah satu keisengan ini murni karena rasa khawatir saya pribadi terhadap bahan bacaan atau aneka informasi yang dewasa ini begitu massif dan begitu mudah didapat dari segala penjuru macam mbah google, facebook, twitter dsb pada orang-orang terdekat dan orang-orang yang saya […]