Category: Almari Dyana Razaly

Sendok Satu

Dari sekian ragam atribut penyemai rasa Pun pola matrix ambiguitas yang memancar di udara Aku sudah bisa aku mencium ada sesuatu yang (sengaja) di jaga. Mulai dari tata cara, olah gaya bahasa, pilihan kata hingga kerlingan mata Namun seolah waktu tak memihak untuk aku dan mereka Karena yang aku sendok, justeru bukan salah satu dari […]

Mengapa Harus Ke Alam?

Aku tak tahu bagaimana dan kemana lagi aku harus berbicara pada Tuhan, kalau bukan melalui kekuasaan yang Ia ciptakan dengan Maha Cinta-Nya. Aku bukan orang yang senang berlama-lama menangis diatas sajadah. Aku jauh lebih bisa menikmati tangisanku bila sambil merasakan semilir angin pantai atau sambil mendengar kicauan suara binatang di hutan atau juga sambil menatap […]

Suksma atas kehadirannya

Terhitung sejak mama saya meninggal (April 2014) lalu menyusul papa saya (Desember 2016) saya adalah seorang melankolis akut. Menghabiskan waktu hanya dengan mendayu dan mendramatisir perasaan yang kian hari kian tak jelas dan semakin limbung. Entah kebodohan permanen atau masih dalam proses pembelajaran, memang cukup tipis perbedaannya. Sehingga dengan hal ini saya ucapkan suksma (terima […]

Pengalih Rasa

Aku sering ngotot untuk sesegera mungkin mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang menggema di telinga pikiranku. Namun yang direstui Tuhan justeru sebaliknya. Aku lebih diizinkan untuk menikmati kengototanku yang tumpul lagi berkarat itu. Lama aku mencari cara jitu untuk bisa keluar dari jeratan hasrat melankolisku. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk kembali menekuni beberapa hal yang sebelumnya […]

Tuhan & Hutanku

Di bawah lentara purnama yang tengah berintonasi senduKita akhirnya mampu bertemu Setelah sekian lama masing-masing dari kita bersama untuk saling tunggu menunggu. Menunggu pergantian musim hati berlalu Dan kemudiannya mengizinkan kepentingan kita untuk saling melebur menjadi padu. Andai Tuhan tak pernah mengatur labirin kehidupanku hingga begitu berliku lagi mengharu biruAku rasa tak akan pernah aku […]

Cermin Hati – Web Series

Di kembangkan dari novel Dyana Razaly yang berjudul sama. Kini, dikarenakan novelnya sudah tidak diperjual belikan, Dyana Razaly, memutuskan untuk mengembangkan novelnya ke dalam bentuk web series saja. Yang jalan ceritanya lebih kurang hampi-hampir mirip dengan di novel dan di cerpen, namun di versi web series ini, Dyana Razaly lebih banyak mengangkat cerita-cerita kehidupan rumah […]

Goresan Jiwa

Aku sering sekali melukaimu Sering kali juga membuatmu menjadi banyak tak tahu Atas segala kemarahan dan kebencian terhadap ingatanku Yang selalu datang secara tiba-tiba lagi tak kenal waktu saat menggangu   Kami yang sebenarnya sama-sama terluka Oleh waktu dan cahaya yang serupa namun tak sama Oleh kamuflase rasa cinta Dari sudut-sudut yang paling sering meng-klaim […]

Kamu dan Papaku.

Ada kesamaan tersirat antara dia dan papa Perhitungannya Cemburuannya Dan sikap terus berusaha sekuat tenaga Dalam melatih akar pengertian dan lahan kesabarannya. Ia dan papa itu tak sama Tak serupa pula Tapi keduanya adalah dua laki-laki yang begitu sekuat tenaga aku rawat kepercayaannya hingga akhir hayatku tiba. Tuhan, boleh nana disambungkan sebentar ke jiwa papa? […]

Tersipu Rindu

Ada yang tersirat dari asa yang tersipu Dalam rentetan kecelakaan waktu Yang berlalu. Di kesunyian yang tak kelam Aku ingin mengadu pada malam Tentang pekik tanya rindu yang kian hari kian menghujam. Betapa sulitnya menutup rapat kotak yang beraroma rindu Hingga membuat aku tersibak rasa malu Karena enggan bersabar untuk segera bertemu.

Panggilan Untuk Kembali Berjalan

Sempat beberapa waktu Aku istirahat demi bersantai sejenak bersama si cangkir biru Dengan alur cerita silang antara yang menggebu dan yang tersipu Ikut serta juga tas ransel asumsiku yang merasa paling banyak tahu.   Seolah tuli dari beragam variasi rasa Aku pun tak dapat mendengar bahkan tahu untuk sekedar berjaga dari terik menyengat maupun hujan petir […]

Jemari Substitutif.

Ungkap yang melihat, cercah senyuman ini sekubit berlainan. Nampak bervetsin dari yang biasanya. Kemudian aku pun jadi tak bisa lekas bersabar untuk menyalahkan pendapatnya. Namun seolah retina ini berpental rasa apabila ingin berkesimpulan beda.   Panggung waktu kehidupan itu memang berundak, teman. Dan media penyangga jiwa tak pernah tercipta untuk mampu menolak otoritas Tuhan. Sementara […]

Pemoles Sementara

Satu per satu polesanku pergi dibeli peminatnya Kemudian aku tak lagi bisa bercengkrama pada mereka seperti sedia kala Rasanya aku hendak berkeinginan untuk memenangkan ego sejenak saja Dengan tidak memberikannya izin untuk bersama pemilik barunya Namun, hanya akan bertahan berapa lama bila aku melakukan itu semua?   Pekerjaanku hanyalah pemoles paruh waktu saja Bukan pencipta […]

Akhirnya ada akhir.

Setelah empat tahun dalam kelimbungan asumsi yang tiada henti, akhirnya ketemu akhir juga cerita ini. Seandainya salah satu tim gue gak menyarankan buat mengganti motif penawaran, gue rasa masih akan butuh ratusan bulan lagi untuk menyelesaikan semua ini. Pada intinya mesti gak berakhir menyenangkan (emang gak berharap gitu juga sih), setidaknya ketemu ujung dari kelimbungan […]

Guratan di hari itu.

Jiwa ibuku masih saja tersedu Akibat dari pesan yang sengaja di-entengkan itu Ia terus saja mengelu Berharap pengingkaran ini tidak benar-benar menemuiku. . Kau tak akan mau memahaminya Apalagi sampai berusaha menjadikannya berharga Kau tenang saja Aku tak sudi mengemis seperti yang selama ini terduga . Dengarkan ini dengan jantungmu Suatu saat aku akan menghampiri […]

Diorama Kaca & Jendela

Yang aku lakukan ini semacam cara terakhirku Untuk menjelaskan duduk persoalan tentang cerita masa itu Cerita yang sudah lima tahun membeku Dan kubiarkan semua asumsi datang menghantu.   Tentang kejadian di hari itu Tentang isi pembicaraan semu itu Dan tentang siapa-siapa saja yang berada disitu Aku malu Lalu aku dan kamu selamanya hanya diam untuk […]

Gamang

Terkadang aku sulit untuk menafsirkan kemana hati dan pikiranku Untuk sekedar bergerumul juga membaur padu Menjadi satu titik fokus yang tak mudah terganggu . Sebelah pikiranku mengudara untuk mimpi Sementara bagian yang lainnya meronta untuk diteliti dan lekas dilunasi Aku begitu ingin berbagi cerita dan rasa gamang ini Namun aku tak memiliki cangkir lain yang […]

Teras Ide – Tartily

Dengan nama Tuhan, Yang Maha Mengasihi lagi Maha Melindungi. . Sebenarnya, ide perihal Tartily ini udah lumayan lama. Sekitar akhir tahun 2015. Saat itu, gue gak ngerti kenapa, lagi pengen aja buat ngelakuin apa yang waktu itu sempat nyokap minta sebelum doi pulang keharibaan Tuhan. Doi bilang, “Na, kalau nanti gue udah mati. Elu apa […]

Aku Paham

Aku paham aturan semesta bahwa manusia hanya bisa berencana tanpa bisa menentukan apakah pilihannya menjadi kenyataan atau sebaliknya. Aku juga paham bahwa apa yang kini kita anggap baik bahkan terbaik, belum tentu sama dengan kemampuan Maha Tahu Tuhan yang tak terbatas atas segalanya. Namun setidaknya, kali ini aku hanya ingin berterima kasih dan bersyukur pada […]