aku sempat mengira bahwa cara berpikirku selama ini sudah cukup benar

sudah cukup baik bahkan¬†sudah cukup layak untuk ‘dibagikan’.

tapi ternyata itu hanya jebakan ilusi saja.

dan sialnya aku terperangkap dalam waktu yang cukup lama.

sampai suatu ketika aku mengamati kejadian demi kejadian yang menimpaku.

karena masalahnya acapkali berulang, jadi akupun terpaksa berpikir ulang, dimana salahnya..

salahnya ternyata ada di.. rasa kebencian pada diriku sendiri.

aku selalu berusaha objektif pada orang lain, tapi tidak pada diriku sendiri

aku selalu bisa untuk bersikap fair pada orang lain, tapi tidak pada diriku sendiri

singkatnya, jadi selama ini terdapat plot twist, yaitu

justeru akulah yang menjadi penyebab terbesar dari depresiku sendiri.

bukan mama, atau siapapun.

aku yang selama ini menciptakan dan merawat neraka untuk diriku sendiri.

bukan takdir Tuhan, bukan dari orang lain. No, dari diriku sendiri.

.

aku kini baru memahami mengapa kemarin-kemarin aku sering kali gagal dalam membangun usaha.

ternyata jawabannya justeru disini.

“berpikirlah dengan benar, karena pikiranmu akan memberi makan kelaparan dunia.”

sehingga mana mungkin bisa aku mampu ‘memberi makan’ dunia bila aku saja masih terperangkap dalam cara berpikir yang salah.

HAHA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: