Author: Dyana Razaly

Cerita Sang Gelas Kaca

Teruntuk seseorang. Pada suatu acara, terdapat beberapa sajian minuman sore untuk mengisi waktu menjelang kedatangan senja dan malam. Waktu demi waktu, sang minuman dan gelas pun mulai saling mengenal dan saling mengisi satu sama lain hingga akhirnya sang mereka kembali kosong karena suatu sebab. Kemudian ada sebuah minuman baru yang tiba-tiba datang mendekat dan menghampiri […]

Ini Akan Berlalu

Harus begini dulu mungkin alur cerita untuk anak manusia. Dari yang tak dianggap hingga kiriman tinta fitnah yang tak kunjung mereda. Satu persatu longlongan singa mengudara Menyemburatkan untaian sajak  yang sudah dimasak dengan sedemikian rasa. Aku benci bila hanya menggelantungkan nyawa tanpa berbuat Aku benci jika selalu menutup lubang kepekikan senja atas nama maklumat. Entahlah. […]

Marah.

Aku : Kenapa menangis? Ia menggeleng lekas. Aku : Kenapa berbohong? Gelengan kepalanya pun masih sama. Aku : Lalu, kenapa diam? Ia menatapku dengan tatapan temaram namun menusuk. . . Dia : “Mengapa Tuhan menghukumku begitu kejam? Aku hanya lupa berkata insya Allah seperti  biasa, lalu Tuhan gagalkan semua rencanaku tanpa bersisa. Padahal yang lainnya […]

Tentang Hati, Mimpi, dan Kematian Nanti

Saat mentari sedang bersiap untuk menghangatkan bumi Aku justeru masih saja terkungkung sepi Dalam kubangan embun pagi Bersama secangkir kopi. Kabut pagi nampaknya masih setia menyelimuti hari. Mungkin begini pula kondisi yang terjadi di dalam benakku tentang kekhawatiran masa depan diri ini. Bagaimana dengan hatiku? Bagaimana dengan mimpiku? Dan bagaimana pula dengan diriku? Aku takut […]

#DialektikaRasa : Mencari Angin.

DR : Kadang kala, semakin kita terus mencari, bukannya kita mendapatkan yang kita cari, tapi yang terjadi justeru kita semakin terlukai.XX : Terlukai katamu? Siapa yang terluka? DR : Diri sendiri.XX : Kenapa, diri sendiri? DR : Ya, karena dengan terus mencari itu sama saja dengan tidak mensyukuri yang telah kau dapati hingga hari ini. […]

#DialektikaRasa : Tanya.

Kadang aku tergelitik untuk bertanya, pernahkah pohon rindang itu merasa lelah? Lelah karena selalu menjadi tempat bersandar dan tempat berteduh bagi banyak pihak lain. Jika jawabannya iya, pernah, atau bahkan sering lalu kemanakah pohon harus berlindung dan berteduh? Teman baruku tiba2 tersenyum simpul mendengar kicauanku barusan. Aku menoleh dan menatapnya tak kalah tajam dari tatapan […]

Alur Cerita Manusia

Harus begini dulu mungkin alur cerita untuk anak manusia. Dari yang tak dianggap hingga kiriman tinta fitnah yang tak kunjung mereda. Satu persatu longlongan singa mengudara Menyemburatkan untaian sajak  yang sudah dimasak dengan sedemikian rasa. Aku benci bila hanya menggelantungkan nyawa tanpa berbuat Aku benci jika selalu menutup lubang kepekikan senja atas nama maklumat. Entahlah. […]

#DialektikaRasa : Lain Waktu Saja

Kami duduk santai berdua di sebuah kedai minuman hangat sederhana. Ia tak banyak berkata seperti biasanya, hanya terkadang menyiratkan senyum yang aku sendiri kikuk dibuatnya. Kemudian, kami berdua saling tertegun dalam pemikiran yang berbeda. Memahami masing-masing dari setiap datangnya perkara. Atas nama rasa dan juga kebaikan bersama. . . “Ketika kau membaca dan memahami arti […]

Tembok Dengar

Bangunan runtuh dikala senja menyapa Ada rasa sesak yang sulit untuk disapa tak menyekat jiwa Terduduk seseorang sedang menangis tanpa suara. Ada apa? . Ia seka air matanya lekas Supaya tak semakin banyak orang menemukan bekas Lalu kemudian senyuman pun langsung lepas landas . Aku benci dikasihani Begitu oretnya dalam hati Tapi siapa bisa menebak […]

Tepian Kata

Aku berbaring ditepian kata Memercikan sedikit endapan aroma rasa Tentang makna mengudara Tentang jiwa melanglang buana . Selangkah kedepan aku kembali ke peraduan Namun tak sehelai pun ku temui rerumputan Melainkan hanya kegersangan dari seonggok kenangan Tentang pengalaman dan pemahaman Yang nyaman terselimuti oleh debu ketidakberanian. .

Pilihan (sadar)-ku

Entah sudah seberapa sering aku mengalami ini. Ingin pergi menghadiri suatu perhelatan namun sedikit tertekan karena tak pernah punya teman siap sedia untuk berbincang. Banyak dari mereka bilang akunya yang terlalu tidak bisa menjadi penyeimbang Padahal yang terjadi justeru aku hanya malas untuk berpura-pura membalas senang Karena bagiku, memanfaatkan perasaan senang orang lain demi kepentingan […]

Firasat Di Balik Pintu

Berpacu oleh waktu. Three months later in 2016. Begitu tulisku dalam secarik kertas bisu. Menandai sedang kembali kalutnya diriku Tentang waktu yang aku tak paham mengapa ia seperti sedang mengejarku. Pikiranku ingin sesegera mungkin lari tunggang langgang Namun belum semua persiapanku memadai untuk pindah ke tempat yang baru Aku tak paham apakah kemungkinan benar Bahwa […]

Teman Warna Biru

Semalam entah darimana rimbanya, aku memimpikan dia.Seorang anak gadis yang cantik, baik perangai maupun kepribadiannya.Seorang anak gadis yang juga cukup tangguh dalam mengarungi kehidupan pribadi yang curam lagi berliku tajam yang tak biasa..Ia adalah salah satu sahabat terdekat lagi terbaikku.Meski harus dengan berat hati aku tambahi kata keterangan, waktu itu..Terhitung sejak awal tahun 2011 hingga […]

Surat Untuk Mangky

Lagi – lagi pertemuan dadakan, selalu ada cerita dan pelajaran disetiap obrolan kita, yang selama berjam-jam mungkin sangat terasa kurang. Mulai dari kaget melihat jam yang kunjung berganti hari atau diusir halus oleh tempat yang sudah memasuki jam tutupnya. Di hari itu, di dunkin donuts tebet. Hari sebelumnya (atau di hari yang sama) gue dengan random-nya mengirimkan […]

Tak Karuan.

Aku suka menulis disaat nuraniku sedang berontak. Saat dimana terdapat perasaan terinjak bercampur sesak Namun tak lagi bisa aku tolak karena memang sudah menjadi suratan takdir dari Yang Maha Bijak. Sejak dahulu, Tuhan sering menghadiahiku situasi macam ini untuk membuatku bangun dari tidur lelapku dan membuat sedikit percikan api segar yang sering disapa manusia dengan […]

Mengimani Sejengkal Masa

Aku mengimani sejengkal masa, dimana setiap pesakitan pasti selalu akan dibayar dengan keindahan. Dulu aku sama seperti mereka kebanyakan, yang senang mempertanyakan lagi cenderung tak sabaran, tapi apa yang aku rasakan hari ini betul-betul dampak dari apa yang aku harapkan dikala semuanya masih serba rabun tak karuan. Kala Tuhan menguji dan kita tak lagi mampu […]

Si Anomali

Ini adalah salah satu dari sekian pemahaman kebolak bin gesrek saya dari mereka-mereka yang waras dan normal sebagai manusia. Sebetulnya pemahaman ini sudah dari lama sekali sering dipertanyakan (baca: diprotes) oleh teman-teman, dosen bahkan hingga taraf keluarga dan orang tua. Hanya saja selama ini saya malas untuk menjelaskan duduk pemahamannya dan baru saat ini merasa […]

Ketegaran Malam

Di beberapa kali kesempatan, Ada kalanya kita hanya perlu diam untuk bertahan Bukan lagi protes tak karuan Apalagi sampai membiarkan kalimat tak berpendidikan nan menyakitkan itu berserakan. Ada kalanya, hanya dengan diam Semua kebencian akan padam Semua keluh kesah akan karam Pun kejenuhan akan ikut temaram .. dan tenggelam Bersama ketegaran malam