Author: Dyana Razaly

Ruang Proses

Saat saya berpijak untuk menuliskan tulisan ini, ini murni dikarenakan pengalaman pribadi saya, saat dahulu sempat membenci dengan yang namanya proses. Selain saya sebal dengan ketidak sebentar-an terhadap sesuatu, saya juga enggan untuk menunggu dengan sabar, juga menerima dengan ikhlas akan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak hati saya. Saya tidak suka semua itu. Dahulu […]

Buai Arah

Bila rinduku hanya mampu tertahan di dalam bilik kerah Dan doa ku hanya sanggup sebagai penunjuk arah Biarlah keikhlasanku yang menuntunmu untuk tetap terarah Sehingga kau tak perlu lagi salah melangkah Karena aku percaya pada petunjuk Tuhan yang tidak pernah salah.

Harapan dalam Perjalanan Kehidupan

Ketika aku berkeinginan Aku pun berucap kepada Tuhan Yang beberapa saat kemudian Seolah Tuhan meng-iya-kan Lalu aku pun meneruskan perjalanan Seolah tanpa ada beban. . Dalam mencapai inti tujuan Ada sedikit rasa yang menguat dari kebimbangan Membuatku seraya kembali mudah dibutakan Oleh syak wasangka yang menyesatkan . Sesaat kemudian aku melipir untuk mempertanyakan Hingga setidaknya […]

Bunga Resah

A:            Hati itu apa? Z:            Perasaan. A:            Lalu perasaan itu apa? Z:            Hal yang kau rasakan dalam hidup. A:            Lalu untuk apa aku merasakan? Z:            Untuk mensyukuri nikmat bahwa kamu adalah manusia. A:            Namun mengapa harus seperti ini yang dirasa? Z:            Seperti apa? A:            Seperti ini.. Z:            […]

Ada apa dengan kesabaran?

Sejatinya saya bukan manusia yang memiliki banyak lahan kesabaran Tapi saya terus mempelajarinya dengan perlahan Walau tentu saja seringnya dilanda kebosanan Namun karena saya paham bahwa itu bukan keburukan Apalagi kesalahan Jadi bukan masalah bila saya terus melakukan. . Kata wakil-wakil yang dipilih langsung oleh Tuhan, Kesabaran itu dianjurkan Entah mengapa harus demikian. . Mungkin dengan […]

Peradaban Diri

Pelan demi pelan Jiwa ini terhantar pada sebuah daratan yang ditumbuhi padang savana dan ilalang. Mengulir angin semilir yang membuat siapapun terenyuh dalam buaian. Pertanyaanku mengudara, Mengapa pula aku sampai pada daratan yang tak terdapatnya seseorang? Ku ikat sampanku pada sebuah bongkahan batu yang kurasa kuat. Lalu kaki pun seolah di setir oleh Dzat yang […]

Dalam Hati

Dalam hati kita sering bertanya bahwa kapan kita akan berganti hari Padahal sejatinya kita tetap harus menikmati Dari setiap detik yang telah diizinkan Tuhan untuk terjadi Dan kita alami Namun mengapa seringnya kita seolah tak mau bersabar untuk menanti lebih lama lagi Meski ada kemungkinan bahwa sebenarnya penggantian haripun belum tentu sesuai kebutuhan hati Yang […]

Jendela Hati Si Robot Panda

Hari ini aku menatapnya dari kejauhan. Sambil tak henti-hentinya tersenyum simpul sekaligus sesekali menahan rasa geli bercampur aneh. Mengapa harus ada pengakuan disaat hati dan kenyatan masih perlu di pertanyakan? Namanya Irga. Seorang robot berjenis kelamin lelaki yang sudah sejak lama di dekatkan dengan paksa oleh rekan-rekan kerjaku. Anehnya, ia pun sama sepertiku. Tidak menolak […]

Bara

Namanya Mohammed ‘Ashraf. Ada penekanan khusus pada huruf A di awal kata jika ingin melafalkan namanya dengan benar. Lahir di Gaza, Palestine, 7 Januari 1979. Aku menyukai nama itu. Sejak pertama kali aku membaca, dan mengetahuinya, lalu menyimpannya dalam lemari hatiku. Rasanya aku ingin banyak mencari tahu tentang dirinya. Mendengar lebih lama alunan suaranya yang […]

Cermin Harapan

Dalam setiap nafasnya, manusia diciptakan adalah untuk bersyukur. Bersyukur terhadap semua hal yang telah dianugerahkan dalam dirinya dan yang mengelilingi hidupnya. Nama saya Malik. Saya adalah seorang pemerhati. Namun saya sering kikuk jika balik diperhati. Entahlah. Mungkin karena terlalu lamanya saya menyendiri. Dalam Pekerja Tidak Tetap ini Saya berprofesi sebagai ahli medis. Namun hati saya […]

Cerita Senja

Lima tahun menjalani fase hati yang pincang bukanlah sebuah perkara yang mudah untuk dihilangkan. Segala pertimbangan untuk menjadi pribadi yang berbeda demi melupakan masa lalu adalah sebuah hal yang diambil dengan berani oleh Mandy. Seorang wanita mandiri yang masih menikmati masa sendirinya dikala hampir semua rekan dan teman dekatnya telah memiliki anak-anak yang telah bersekolah […]

Kamu Adalah Bukan

Kami menjalin cerita telah delapan tahun lamanya. Menjadi sepasang pasangan asik yang selalu berbagi kisah baik senang maupun duka hati. Namun entah mengapa akhir-akhir ini rasanya berbeda. Rasaku tak lagi sama. Entahlah apa yang telah terjadi. Apakah ini jawaban dari ibadah-ibadah sunnahku untuk menjawab lamaran Argan? Orang tuaku sendiri tak tahu dengan hal itu. Mereka […]

Temani Sang Rasa

Kala dalam kelimbungan Mengenai maksud tujuan dari hadirnya linear rasa yang menjemukan Mengenai perlu atau tidaknya untuk dikemukakan? Ataukah memang hanya layak tuk tersimpan  Di dalam lemari bernyawa yang tengah berjalan? . Pijar kesadaran tentang perlunya jeda itu nampaknya mulai menggema Namun sudikah sang ego membiarkannya? Sudut nurani di pesisir hati bertitah untuk tetap menemaninya […]

Pada Langit Saja

Kira-kira, pada siapa sejatinya kita patut bercerita tentang kerinduan pada orang-orang yang tak lagi ada? Apakah pada mereka yang belum pernah mengalaminya? Ataukah pada dia dan dia yang kini telah memiliki keluarga? Sedetik kemudian, sendu senyap pun melanda. . Ada yang pernah bertanya, Mengapa tulisanku lebih banyak mengenai gundah gulana Bukannya menebar wangi bunga Seperti […]

Cerita Sang Gelas Kaca

Teruntuk seseorang. Pada suatu acara, terdapat beberapa sajian minuman sore untuk mengisi waktu menjelang kedatangan senja dan malam. Waktu demi waktu, sang minuman dan gelas pun mulai saling mengenal dan saling mengisi satu sama lain hingga akhirnya sang mereka kembali kosong karena suatu sebab. Kemudian ada sebuah minuman baru yang tiba-tiba datang mendekat dan menghampiri […]

Ini Akan Berlalu

Harus begini dulu mungkin alur cerita untuk anak manusia. Dari yang tak dianggap hingga kiriman tinta fitnah yang tak kunjung mereda. Satu persatu longlongan singa mengudara Menyemburatkan untaian sajak  yang sudah dimasak dengan sedemikian rasa. Aku benci bila hanya menggelantungkan nyawa tanpa berbuat Aku benci jika selalu menutup lubang kepekikan senja atas nama maklumat. Entahlah. […]

Marah.

Aku : Kenapa menangis? Ia menggeleng lekas. Aku : Kenapa berbohong? Gelengan kepalanya pun masih sama. Aku : Lalu, kenapa diam? Ia menatapku dengan tatapan temaram namun menusuk. . . Dia : “Mengapa Tuhan menghukumku begitu kejam? Aku hanya lupa berkata insya Allah seperti  biasa, lalu Tuhan gagalkan semua rencanaku tanpa bersisa. Padahal yang lainnya […]

Tentang Hati, Mimpi, dan Kematian Nanti

Saat mentari sedang bersiap untuk menghangatkan bumi Aku justeru masih saja terkungkung sepi Dalam kubangan embun pagi Bersama secangkir kopi. Kabut pagi nampaknya masih setia menyelimuti hari. Mungkin begini pula kondisi yang terjadi di dalam benakku tentang kekhawatiran masa depan diri ini. Bagaimana dengan hatiku? Bagaimana dengan mimpiku? Dan bagaimana pula dengan diriku? Aku takut […]