Author: Dyana Razaly

Kamu dan Papaku.

Ada kesamaan tersirat antara dia dan papa Perhitungannya Cemburuannya Dan sikap terus berusaha sekuat tenaga Dalam melatih akar pengertian dan lahan kesabarannya. Ia dan papa itu tak sama Tak serupa pula Tapi keduanya adalah dua laki-laki yang begitu sekuat tenaga aku rawat kepercayaannya hingga akhir hayatku tiba. Tuhan, boleh nana disambungkan sebentar ke jiwa papa? […]

Si Penjahit Cerita

Begitu beragam warna dan jenis kain cerita Mengapa aku justeru berlabuh pada jenis kain yang mempertontonkan rongga? Pun tidak memiliki ciri warna mutlaknya Sehingga lebih mudah dikenali dan diingat siapa saja Pemikiran sok tahu-ku Bukankah manusia itu terdiri dari beragam campuran rasa dan dari sari pati kehidupan pendahulunya dan sedikit rahmat Tuhan lalu mengapa kira […]

Bersamaan.

Ketika hujan lebat datang, Ia pun mengikutsertakan kawan karibnya yang berupa angin kencang. Kemudian aku terbawa arus dalam sudut pandang yang terkekang Diantara lirih takut dengan rasa penasaran yang begitu lebar membentang. Pilu pun ikut-ikutan Ia menyusul datang di waktu yang hampir bersamaan Dimana hadir sepercik rasa rindu pada sang pencetus nama kependekan Namun semesta […]

Tersipu Rindu

Ada yang tersirat dari asa yang tersipu Dalam rentetan kecelakaan waktu Yang berlalu. Di kesunyian yang tak kelam Aku ingin mengadu pada malam Tentang pekik tanya rindu yang kian hari kian menghujam. Betapa sulitnya menutup rapat kotak yang beraroma rindu Hingga membuat aku tersibak rasa malu Karena enggan bersabar untuk segera bertemu.

Panggilan Untuk Kembali Berjalan

Sempat beberapa waktu Aku istirahat demi bersantai sejenak bersama si cangkir biru Dengan alur cerita silang antara yang menggebu dan yang tersipu Ikut serta juga tas ransel asumsiku yang merasa paling banyak tahu.   Seolah tuli dari beragam variasi rasa Aku pun tak dapat mendengar bahkan tahu untuk sekedar berjaga dari terik menyengat maupun hujan petir […]

Mereka Bukan Milik Kita Sendiri

Seringkali kita tak sadar telah berlebihan dalam memberi rasa peduli. Kemudian apa yang gurat kenyataan suguhi? Dipertemukannyalah kita dengan sepercik kekecewaan yang ternyata sedang kita perlui. Yang berguna sebagai lonceng untuk proses evaluasi diri Bahwa kita telah melampaui zona merah dalam peduli dan mencintai.   Salahkah kita bila kecewa pada mereka? Tidak sama sekali. Karena […]

Jemari Substitutif.

Ungkap yang melihat, cercah senyuman ini sekubit berlainan. Nampak bervetsin dari yang biasanya. Kemudian aku pun jadi tak bisa lekas bersabar untuk menyalahkan pendapatnya. Namun seolah retina ini berpental rasa apabila ingin berkesimpulan beda.   Panggung waktu kehidupan itu memang berundak, teman. Dan media penyangga jiwa tak pernah tercipta untuk mampu menolak otoritas Tuhan. Sementara […]

Gurat Mangu.

Media rasa yang termangu dalam gurat sapa Pada inti cerita yang amat jauh dari kolam prasangka Kemudian situasi genting menyeruak dengan santainya Dan meluluh lantahkan tembok yang selama ini membingkai sudut takdirnya.   Ada keengganan untuk menelan ragam syak wasangka Dari berbagai sudut gelas yang akhir-akhir ini menjadi media tumpahan gulananya Ia malas memasukannya pada […]

Pemoles Sementara

Satu per satu polesanku pergi dibeli peminatnya Kemudian aku tak lagi bisa bercengkrama pada mereka seperti sedia kala Rasanya aku hendak berkeinginan untuk memenangkan ego sejenak saja Dengan tidak memberikannya izin untuk bersama pemilik barunya Namun, hanya akan bertahan berapa lama bila aku melakukan itu semua?   Pekerjaanku hanyalah pemoles paruh waktu saja Bukan pencipta […]

Dari Luar Kaca

Dahulu, banyak cerita yang aku ketahui tentang dirinya Namun sekarang tak lagi bisa. Sejak ia kembali kepada dirinya sendiri, yang menjadi amat sulit untuk dijangkau juga diterka. Ia begitu berbeda dari yang biasa pahami sebelumnya. Mulai dari pilihan warna pakaiannya, makanan kesukaannya, hingga padu padanan kata juga sekat-sekat reaksinya. Jauh berbeda. Ia bukan lagi wanita […]

Akhirnya ada akhir.

Setelah empat tahun dalam kelimbungan asumsi yang tiada henti, akhirnya ketemu akhir juga cerita ini. Seandainya salah satu tim gue gak menyarankan buat mengganti motif penawaran, gue rasa masih akan butuh ratusan bulan lagi untuk menyelesaikan semua ini. Pada intinya mesti gak berakhir menyenangkan (emang gak berharap gitu juga sih), setidaknya ketemu ujung dari kelimbungan […]

Guratan di hari itu.

Jiwa ibuku masih saja tersedu Akibat dari pesan yang sengaja di-entengkan itu Ia terus saja mengelu Berharap pengingkaran ini tidak benar-benar menemuiku. . Kau tak akan mau memahaminya Apalagi sampai berusaha menjadikannya berharga Kau tenang saja Aku tak sudi mengemis seperti yang selama ini terduga . Dengarkan ini dengan jantungmu Suatu saat aku akan menghampiri […]

Diorama Kaca & Jendela

Yang aku lakukan ini semacam cara terakhirku Untuk menjelaskan duduk persoalan tentang cerita masa itu Cerita yang sudah lima tahun membeku Dan kubiarkan semua asumsi datang menghantu.   Tentang kejadian di hari itu Tentang isi pembicaraan semu itu Dan tentang siapa-siapa saja yang berada disitu Aku malu Lalu aku dan kamu selamanya hanya diam untuk […]

Alir – Episode : Sudut Diri (5)

Di sebuah kedai kopi bergaya rustic yang tidak terlalu jauh dari tempat kuliah mereka dulu. “Man, Si Mangki berangkat haji kapan sih?” Tanya Tommy sambil mengetik pesan singkat pada nomor Carina. “Gatau dah. Lo tanya aja coba.” Jawab Arman sambil menyeruput minuman di hadapannya Tommy : Wooii, Mangkiiii. “Cewek lo kagak lo jemput, Man?” Tanya […]

Gamang

Terkadang aku sulit untuk menafsirkan kemana hati dan pikiranku Untuk sekedar bergerumul juga membaur padu Menjadi satu titik fokus yang tak mudah terganggu . Sebelah pikiranku mengudara untuk mimpi Sementara bagian yang lainnya meronta untuk diteliti dan lekas dilunasi Aku begitu ingin berbagi cerita dan rasa gamang ini Namun aku tak memiliki cangkir lain yang […]

Tentang Menerima

Mencoba menerima tentang penetapan takdir diri yang sebenarnya. Tentang pemaknaan yang perlahan mulai menemui titik gradiennya. Tentang rasa dari medan perdamaian antara logika dengan nurani yang mengudara. . Aku menyadari bahwa selama ini aku keliru dalam menilai dan memosisikan yang sebenarnya Tuhan. Karena saking amat khawatirnya tentang takdir yang padahal hanya masih sebatas dalam pikiran, bukan […]

Gerimis Tak Menentu

Gerimis makna dan gemuruh cerita yang menikam dada Hanya saja saat ini aku sedang tidak memiliki tenaga untuk menumpahkannya.   Jurang ketidakpahaman yang membuatku bergeming lebih lama Bersama secangkir ingatan yang masih teramat sulit aku cerna Namun selalu bersemayam, mencengkram telinga   Entah apa yang sebenarnya membuat gulana ini makin berpesta pora Dari yang aku […]

Sudut Makna

Ada kala yang dilarang itu bukan sebab muasabab jahat Melainkan perasaan sayang yang begitu kuat lagi mengikat. . Tak ada yang patut disalahkan perkara tak dapat kartu cinta mencintai Yang salah, besar kemungkinan berasal dari sudut mana kita memaknai.