Author: Dyana Razaly

Teras Ide – Cermin Hati

Dengan nama Tuhan Yang Maha Baik lagi Maha Penyayang.     Terima kasih atas apresiasinya terhadap karya perdana sederhana saya yang berjudul Cermin Hati. Sebuah novel sederhana yang menceriterakan kehidupan sehari-hari dua anak manusia yang telah berusia cukup dewasa. Dimana keduanya sama-sama sedang disibukkan dalam proses mencari dan menanti sang tambatan hati. Oleh karenanya novel […]

Menjaga Karena Ingin Dijaga

Aku hanya ingin menjaga sesuatu yang sudah tercipta baik dan terawat. Untuk terus ku jaga hingga nanti kupercayakan pada yang mampu memegang amanah terkuat. .   Bagai bulan yang merindukan embun, aku tak pernah mengerti bagaimana jalan hidupku terurai dalam benang yang mengalun dalam dentum yang tertarih penuh arti. Aku memiliki teman sejak zamanku sekolah […]

Teras Ide – Pustaka Moral Ini Budi

Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ide awal dari pengorganisiran salah satu keisengan ini murni karena rasa khawatir saya pribadi terhadap bahan bacaan atau aneka informasi yang dewasa ini begitu massif dan begitu mudah didapat dari segala penjuru macam mbah google, facebook, twitter dsb pada orang-orang terdekat dan orang-orang yang saya […]

Pada Malam

Di sebuah malam yang penuh dengan berbagai sorotan lampu dan kilatan mesin pengambil gambar berkapasitas canggih memenuhi lokasi acara ajang penganugerahaan tokoh dan film Internasional terbaik. Di lokasi yang semakin waktu bertambah pun semakin padati oleh fans fanatik para selebriti idola mereka. Tak mau kalah dalam segi jumlah, paparazzi, reporter dan juga presenter acara infotainment […]

Puisi Untuk A

22/12/2012 02.21 am Merintih pada angin tak menjadikanku lebih menawan Menjadi menawan pun tak menjadikan segalanya menjadi lepas dari  kegusaran Aku limbung pada sikapnya Sama halnya ketika aku limbung pada musim pancaroba Datang dan pergi semaunya Tanpa lagi peduli apakah semua ini tak membuat goresan luka. Lalu bagaimana bisa si bulu mata menjadi saksi pertemuan kami […]

Puisi dari A

10/20/2008 11:33 am . Mulut ini terkunci Membisu dengan penuh tanya Celoteh seorang wanita Dengan lantunan khas yg membekas dalam sendi-sendi ingatan Nada tinggi rendah di setiap not not tertentu Berpadu dendam dan amarah Dalam bingkai kesdihan, kepedihan,dan pesakitan Merintih saat gelap dan terang Melawan sebilah pedang dibalik rasa sayang Berdiri diantara butiran dosa dan […]