Author: Dyana Razaly

Ganyana (Love) Story

tentang cerita perjalanan pemuda dan pemudi yang sering kali dilanda enggan menghargai pada orang-orang yang merasa paling benar dan baik sendiri kami menjadi satu akibat dari perasaan yang sama yakni perasaan kecewa pada hal-hal yang menurut nurani kami tidak sepatutnya sehingga kami jadi bercita-cita untuk membangun sebuah ‘griya’ bersama yang mana kami mengisinya dengan tanpa […]

Tugas Diri

ternyata masih sangat banyak yang perlu terus aku perbaiki mengenai pemahaman diri yang nantinya (mungkin) dimintai referensi apalagi hingga menjadi preferensi bagi yang menghendaki. aku pun memang sudah sangat perlu untuk bisa belajar mencintai sebuah ‘rumah’ pribadi yang dari sejak lahir hingga hari ini belum pernah aku sentuh dengan kelembutan hati. Kini, setelah kesadaran ini […]

Adaptasi

kenyataan paling pertama yang menghampiri kesadaranku setelah satu bulan lamanya aku bermigrasi kesini adalah, ternyata aku bukan orang yang mudah beradaptasi. adaptasi pada tempat baru, lingkungan baru, kota baru, suasana baru dan ‘teman baru’ dalam menjalani kehidupan sehari-hari. pun adaptasi perihal kegiatan baruku dalam mereduksi pikiran-pikiran negatif yang selama sekian puluh tahun ini telah mengambil […]

14 Februari

Dari sekian banyak tanggalan. Ada hal tak biasa yang ingin kubagikan mengenai tanggal ini. Tahun 2015 lalu, ada seorang pria yang ingin mengajakku pergi. Sebelumnya aku mudah sekali menghindar dari beberapa tawaran pihak lain yang menurutku begitu membosankan dan mudah sekali aku tebak apa tujuannya. Namun, kali ini ada tawaran baru yang agak berbeda. Tawaran […]

Pada Akhirnya, Keluar adalah Jalan

Ketika aku SMA, aku pernah mencuri dengar pertanyaan mengenai toko bangunan milik papa yang berada di samping garasi rumah. Saat itu, aku tak pernah ada pikiran untuk mempedulikannya. Itu biar jadi urusan papa aja, ‘kan bisnis pilihannya. Lalu beberapa kali pertanyaan yang sama kembali sampai di telingaku ketika aku kuliah komunikasi bisnis sambil bekerja sebagai […]

Mengapa Tidak ke Tenaga Ahli? (bag 2)

Sebelumnya bila kamu belum membaca bagian pertamanya, kamu bisa membacanya dahulu disini (<<klik kata disamping ya) Lalu bagaimana caraku ‘menjahit’ lukanya?  Aku pernah mendengar orang menyarankan untuk “Gelarlah sajadah. Menangislah pada Tuhan. Tumpahkanlah semua yang ada di hati.” Entah bagaimana aku sulit untuk mengikuti sarannya. Disebabkan oleh beberapa hal Aku tidak mengerti pada kalimat, “Menangislah […]

Mengapa Tidak ke Tenaga Ahli?

Ketika aku menulis ini, aku tengah dilanda penghargaan kepada diri di bawah garis wajar sebagai manusia. Entah bagaimana aku juga tidak mengerti mengapa aku begitu sulit untuk menghargai keberadaan diriku sendiri. Ratusan ribu kali aku menghukumnya dengan kalimat tak pantas. Menghardiknya. Meludahinya bahkan sudah belasan kali pula aku mencoba untuk membinasakannya. Entah berapa puluh buku […]

#perpustakaanmoralinibudi yang (tak) mati

Belakangan ini, aku merasa jiwa dan semangat hidupku semakin hari semakin kalang kabut. kadang hangat, kadang panas, kadang dingin bahkan seringkali membeku untuk beberapa waktu. walau sudah ku usahakan untuk menghangatkannya kembali dengan beragam terapi, dan diskusi, tetapi tetap saja api semangat itu hanya bertahan dalam hitungan jam atau paling lama bertahan dalam satu hari, […]

Sarivati 011220

beberapa tahun belakangan ini aku memang seperti melayang melayang diantara segala bayang-bayang  yang tentu saja membuatku jadi tak menapak di permukaan dan merasa bahwa seolah nyawa ini akan selamanya menjadi kepunyaan. kini aku paham bahwa aku harus mulai belajar memerhatikan batas waktu  untuk segala hal yang menyapaku, apapun itu atas asas kepastian bahwa tiap-tiap hal […]

Terima Kasih

Acapkali kegagalan demi kegagalan menghampiri Membuat saya jadi terbiasa dalam mengevaluasi diri Dari lipatan isi kepala hingga ujung kuku kaki. . Dahulu saya pikir saya sudah cukup dalam pelajaran memahami Sehingga yang saya lakoni hanya perlu mengorganisir apa-apa yang telah terjadi. Namun kenyataannya semua itu hanyalah ilusi. Saya justeru dituntut belajar lebih keras lagi, lagi […]

Do’a Sederhana

Lately, I have one of the simplest but most beautiful & powerful hopes that I’ve read ever. Here is:          Dear God,          If I am wrong, please correct me          If I am lost, please guide me          If I started to give up, please keep me going Sederhana sekali memang doanya, namun sangat […]

Guru Budiman

Kalau kau ingin pergi, Ya silahkan lakukan apapun yang kau ingini Karena aku masih akan terus berusaha demi kepentinganku disini Memasak ‘hidangan’ untuk hidupku kini dan nanti . Sudahlah.. tak perlu lagi memaksa untuk bersama Karena hanya akan mengguratkan luka Lalu menyiramnya lagi dengan sirup cuka Kurasa cukup disini saja Toh aku pun pasti akan […]

Kedewasaan itu Digali, bukan (cuma) Diingini

Aku tidak lagi mencari beragam pembenaranUntuk menguatkan atau mendukung keputusanYang telah aku lakukan, Karena kini aku paham bahwa hal tersebut sungguh menjauhkan diri dari kedewasaanYang sudah seharusnya ditelanBagi mereka yang ingin menjadi seorang pemimpin bisnis dan kehidupan Perihal perasaan dan pemikiranIalah dua buah elemen yang saling berkesinambunganDan saling membutuhkanSehingga menjadikannya sebuah kesatuan dalam kesempurnaanYang mendamaikan […]

Belajar Lagi

Aku tengah belajar (lagi) untuk bisa menyubstitusi rasa benci Menjadi rasa memahami yang lebih manusiawi Terhadap mereka yang sebenarnya sudah berusaha hati-hati namun tetap juga menyakiti Hingga mereka yang bahkan sampai kini masih setia pada rasa iri dan dengki. . Dari si pembelajar lambat Yang sialnya memang masih setia pada cita-cita lama Untuk menjadi orang […]

Hak Keadilan

Seringkali aku bersuara lantang perihal hak keadilan. Padahal akupun acapkali masih melakukan ketimpangan Timpang pada diriku sendiri atas segala runcingnya kritikan Namun amat merki terhadap penghargaan atas apa-apa yang sudah kuselesaikan Lalu, kala diriku tengah mogok untuk kembali bersemangat di perjalanan Akupun gontai dan kembali ngamuk pada keadaan. . Baiklah. Aku akui, aku memang masih […]

Alas Kata

Alas Kata Aku termenung lama di hadapan sebuah meja yang biasa aku gunakan untuk bekerja Seperti ada panggilan semesta, untuk membenahi sebuah rentang cerita Yang sudah sekian lama aku biarkan tanpa sentuhan nyawa pemiliknya Mulai dari bingkai pemikiran, pekerjaan, tujuan, hingga kegemaran Semua hanya ku-umbrak dalam satu kursi yang sering ku sapa dengan kursi kebimbangan. […]

Egalitarian

Egalitarian Terkadang aku terganggu bila diikutcampuri perihal hal-hal yang bernuansa hak asasi. Entah dapat pemahaman dari mana, sejak kecil aku memang sudah tak suka diintervensi, walau itu datangnya dari orangtua sendiri. Seringkali orangtua merasa berhak mengurusi segala hal atas nama ‘kebaikan’ untuk anaknya, padahal menurutku belum tentu juga hal itu dapat diterima dengan lapang dada […]

Makna Diana

Ada banyak sekali hal, terutama beberapa hal besar dalam hidup, yang sebenarnya enggan bahkan amat ku benci, namun pada akhirnya tetap juga aku lakukan walau dengan batin tersiksa. Hal yang terlihat sederhana namun betul terasa cukup berat yang pertama adalah menjalani diri dengan nama (berat) ini. Sedari dulu, salah satu hobiku yang paling konsisten hingga […]