Author: Dyana Razaly

A Love Letter for My Cherished B

Dear suamiku yang nyebelin.. Selamat Hari Kelahiran. Terima kasih ya.. Karena sejauh ini sudah membantuku banyak hal. Mulai dari urusan pribadi hingga profesional (brand The Ganyana). Padahal untuk kedua urusan itu, ia sama sekali belum pernah mengalaminya, tapi sudah sangat baik dalam membantuku berpikir dengan sadar dan wajar. Wahai Tuhan yang Maha Pemilik Cinta Kasih […]

Memulai Kembali

sedang tumbuh sebuah rasa di dalam kepala tentang bagaimana caranya agar tidak lagi mengulangi ketidak becusan yang sama agar tidak lagi meremehkan makna dari kata berusaha dan tidak lagi menghindari bila dipercaya. . rasa yang tak pernah aku nyana sebelumnya bahwa semua ini akan menjadi nyata dan rasa yang sejujurnya tak begitu aku pahami betul […]

Kesadaran Tiba

“The sky isn’t the limit, your mindset is” Entah sudah berapa lama tepatnya aku terkurung dalam ‘penjara’ pikiranku sendiri, bahwa aku ‘seburuk dan semenjijikan’ itu sebagai manusia. Kemudian perlahan aku baru benar-benar paham, itu ternyata bukanlah kenyataan. Itu hanya ilusi dari kontaminasi perasaan mama yang tidak sempat memahami bagaimana dan seperti apa dirinya sendiri.  Kini, […]

Happy Birthday, Papa!

Pa.. Na tau, kalau secara wujud, papa udah gak ada di hadapan Nana lagi. Tapi Na yakin, jiwa papa tetap ada dan selalu bareng sama Nana juga anak papa yang lainnya. Pa.. makasih banyak ya. Na udah dikasih waktu dan kepercayaan ngelola toko papa beberapa tahun belakangan ini. Terhitung sejak 1 April 2014 dan berakhir […]

Pilihan untuk Berdaya

25 Maret 2018 Pilihan terakhir yg aku putuskan sesaat sebelum menaiki kereta api menuju perjalanan ke argopuro adalahMemilih untuk tidak lagi berdaya sebagai manusia.Aku menyerah dan tenggelam dengan tumpahan kesedihan, kekecewaan, kebencian.Daya juangku menguap.Aku tak lagi merasa punya akar tujuan untuk tetap bertahan.Untuk apa aku tetap ada, tanpa seorangpun dari yg kuinginkan memedulikannya..Aku begitu haus […]

Tugas Diri

ternyata masih sangat banyak yang perlu terus aku perbaiki mengenai pemahaman diri yang nantinya (mungkin) dimintai referensi apalagi hingga menjadi preferensi bagi yang menghendaki. aku pun memang sudah sangat perlu untuk bisa belajar mencintai sebuah ‘rumah’ pribadi yang dari sejak lahir hingga hari ini belum pernah aku sentuh dengan kelembutan hati. Kini, setelah kesadaran ini […]

Adaptasi

kenyataan paling pertama yang menghampiri kesadaranku setelah satu bulan lamanya aku bermigrasi kesini adalah, ternyata aku bukan orang yang mudah beradaptasi. adaptasi pada tempat baru, lingkungan baru, kota baru, suasana baru dan ‘teman baru’ dalam menjalani kehidupan sehari-hari. pun adaptasi perihal kegiatan baruku dalam mereduksi pikiran-pikiran negatif yang selama sekian puluh tahun ini telah mengambil […]

14 Februari

Dari sekian banyak tanggalan. Ada hal tak biasa yang ingin kubagikan mengenai tanggal ini. Tahun 2015 lalu, ada seorang pria yang ingin mengajakku pergi. Sebelumnya aku mudah sekali menghindar dari beberapa tawaran pihak lain yang menurutku begitu membosankan dan mudah sekali aku tebak apa tujuannya. Namun, kali ini ada tawaran baru yang agak berbeda. Tawaran […]

Pada Akhirnya, Keluar adalah Jalan

Ketika aku SMA, aku pernah mencuri dengar pertanyaan mengenai toko bangunan milik papa yang berada di samping garasi rumah. Saat itu, aku tak pernah ada pikiran untuk mempedulikannya. Itu biar jadi urusan papa aja, ‘kan bisnis pilihannya. Lalu beberapa kali pertanyaan yang sama kembali sampai di telingaku ketika aku kuliah komunikasi bisnis sambil bekerja sebagai […]

Mengapa Tidak ke Tenaga Ahli? (bag 2)

Sebelumnya bila kamu belum membaca bagian pertamanya, kamu bisa membacanya dahulu disini (<<klik kata disamping ya) Lalu bagaimana caraku ‘menjahit’ lukanya?  Aku pernah mendengar orang menyarankan untuk “Gelarlah sajadah. Menangislah pada Tuhan. Tumpahkanlah semua yang ada di hati.” Entah bagaimana aku sulit untuk mengikuti sarannya. Disebabkan oleh beberapa hal Aku tidak mengerti pada kalimat, “Menangislah […]

Mengapa Tidak ke Tenaga Ahli?

Ketika aku menulis ini, aku tengah dilanda penghargaan kepada diri di bawah garis wajar sebagai manusia. Entah bagaimana aku juga tidak mengerti mengapa aku begitu sulit untuk menghargai keberadaan diriku sendiri. Ratusan ribu kali aku menghukumnya dengan kalimat tak pantas. Menghardiknya. Meludahinya bahkan sudah belasan kali pula aku mencoba untuk membinasakannya. Entah berapa puluh buku […]

#perpustakaanmoralinibudi yang (tak) mati

Belakangan ini, aku merasa jiwa dan semangat hidupku semakin hari semakin kalang kabut. kadang hangat, kadang panas, kadang dingin bahkan seringkali membeku untuk beberapa waktu. walau sudah ku usahakan untuk menghangatkannya kembali dengan beragam terapi, dan diskusi, tetapi tetap saja api semangat itu hanya bertahan dalam hitungan jam atau paling lama bertahan dalam satu hari, […]

Batas Waktu

beberapa tahun belakangan ini aku memang seperti melayang melayang diantara segala bayang-bayang  yang tentu saja membuatku jadi tak menapak di permukaan dan merasa bahwa seolah nyawa ini akan selamanya menjadi kepunyaan. kini aku paham bahwa aku harus mulai belajar memerhatikan batas waktu  untuk segala hal yang menyapaku, apapun itu atas asas kepastian bahwa tiap-tiap hal […]

Terima Kasih

Acapkali kegagalan demi kegagalan menghampiri Membuat saya jadi terbiasa dalam mengevaluasi diri Dari lipatan isi kepala hingga ujung kuku kaki. . Dahulu saya pikir saya sudah cukup dalam pelajaran memahami Sehingga yang saya lakoni hanya perlu mengorganisir apa-apa yang telah terjadi. Namun kenyataannya semua itu hanyalah ilusi. Saya justeru dituntut belajar lebih keras lagi, lagi […]

Do’a Sederhana

Lately, I have one of the simplest but most beautiful & powerful hopes that I’ve read ever. Here is:          Dear God,          If I am wrong, please correct me          If I am lost, please guide me          If I started to give up, please keep me going Sederhana sekali memang doanya, namun sangat […]

Guru Budiman

Kalau kau ingin pergi, Ya silahkan lakukan apapun yang kau ingini Karena aku masih akan terus berusaha demi kepentinganku disini Memasak ‘hidangan’ untuk hidupku kini dan nanti . Sudahlah.. tak perlu lagi memaksa untuk bersama Karena hanya akan mengguratkan luka Lalu menyiramnya lagi dengan sirup cuka Kurasa cukup disini saja Toh aku pun pasti akan […]

Kedewasaan itu Digali, bukan (cuma) Diingini

Aku tidak lagi mencari beragam pembenaranUntuk menguatkan atau mendukung keputusanYang telah aku lakukan, Karena kini aku paham bahwa hal tersebut sungguh menjauhkan diri dari kedewasaanYang sudah seharusnya ditelanBagi mereka yang ingin menjadi seorang pemimpin bisnis dan kehidupan Perihal perasaan dan pemikiranIalah dua buah elemen yang saling berkesinambunganDan saling membutuhkanSehingga menjadikannya sebuah kesatuan dalam kesempurnaanYang mendamaikan […]

Belajar Lagi

Aku tengah belajar (lagi) untuk bisa menyubstitusi rasa benci Menjadi rasa memahami yang lebih manusiawi Terhadap mereka yang sebenarnya sudah berusaha hati-hati namun tetap juga menyakiti Hingga mereka yang bahkan sampai kini masih setia pada rasa iri dan dengki. . Dari si pembelajar lambat Yang sialnya memang masih setia pada cita-cita lama Untuk menjadi orang […]