Tentang sebuah pernyataan dan agenda perasaan

Atas nama rasa yang dinyatakan maupun yang diabaikan

Atas nama tindak nyata yang disegerakan maupun yang (sengaja) diabaikan

Atas nama pengalaman yang sebenarnya tak lagi perlu menjadi beban kehidupan

Dan atas nama sebuah temali persahabatan yang sebentar lagi pun (tampaknya) akan segera tergadaikan

.

Tak bisakah semuanya tetap terjaga seperti sediakala?

Meski sang egoisentria masih begitu aktif menggema

Dan meninggalkan jejak lakuna yang kian hari kian melebar saja.

.

Mengenai sebuah penyataan rasa yang tak juga kunjung sampai

Namun berdampak jelas pada persahabatan yang (sudah) tergadai.

.

Antara beban ketakutan, agenda rasa dan tindakan nyata

Seolah membuat sebuah kubangan tanda tanya

Bahwa apakah bisa bila ketiganya tetap dipaksa untuk tetap ada dan terjaga?

Sementara ada sebuah kutipan petuah pujangga

Yang berkata,

Seiring bertambahnya usia yang terjadi justeru angka pertemanan yang semakin menyusut dari sebelumnya.

Dan aku rasa, saat ini aku petuah sang pujangga itu benar adanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Untuk Kita, yang sebentar lagi (mungkin) berlalu
%d bloggers like this: