Acapkali kegagalan demi kegagalan menghampiri

Membuat saya jadi terbiasa dalam mengevaluasi diri

Dari lipatan isi kepala hingga ujung kuku kaki.

.

Dahulu saya pikir saya sudah cukup dalam pelajaran memahami

Sehingga yang saya lakoni hanya perlu mengorganisir apa-apa yang telah terjadi.

Namun kenyataannya semua itu hanyalah ilusi.

Saya justeru dituntut belajar lebih keras lagi, lagi dan lagi

Sehingga tidak mengulang ilusi itu kembali.

Karena sudah cukup terjadi sampai sembilan kali.

.

Terima kasih banyak untuk semua yang sudah hadir dan menaruh guratan demi guratan tersendiri

Yang kemungkinannya akan menjadi corak dan warna baru lagi

Dalam tiap-tiap waktu perjalanan hidup saya yang tak karuan ini.

Semoga anda semua segera mencapai tujuan yang selama ini anda kehendaki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: