Bangunan runtuh dikala senja menyapa

Ada rasa sesak yang sulit untuk disapa tak menyekat jiwa
Terduduk seseorang sedang menangis tanpa suara.
Ada apa?

.

Ia seka air matanya lekas
Supaya tak semakin banyak orang menemukan bekas
Lalu kemudian senyuman pun langsung lepas landas

.

Aku benci dikasihani
Begitu oretnya dalam hati
Tapi siapa bisa menebak yang terjerat dan terjerit bila semua terkunci
Dan hanya ada satu jendela untuk bisa melepaskan diri, yakni
Berserah pada yang Maha Tidak Tuli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: