Entah sudah seberapa sering aku mengalami ini.

Ingin pergi menghadiri suatu perhelatan namun sedikit tertekan karena tak pernah punya teman siap sedia untuk berbincang.

Banyak dari mereka bilang akunya yang terlalu tidak bisa menjadi penyeimbang

Padahal yang terjadi justeru aku hanya malas untuk berpura-pura membalas senang

Karena bagiku, memanfaatkan perasaan senang orang lain demi kepentingan sepihak,

Itu sama saja dengan menggali lubang untuk kesengsaraan yang akan datang .

.

Dalam hati aku tak bisa bohong jika aku lelah dan bosan melakukan apapun sendiri

Tapi bagiku, aku jauh lebih bisa menerima rasa lelah ini daripada rasa bersalahku bila hanya memenangkan ego demi memanfaatkan peluang perasaan senang orang lain yang tak bisa aku balas dengan rasa yang senada.

.

Aku tidak pernah peduli tentang kehilangan pemuja

Karena memang aku sedari kecil tak pernah terbiasa dengan kehadiran yang demikian.

Hidupku sarat akan cacian dan penyudutan

Oleh karenanya jikapun mendapat pujian,

Aku hanya orang yang terkesan tak memiliki ciri khas kewanitaan.

.

Silahkan saja mau berkata apapun.

Aku akan mendengarkannya

Dan kemudian kembali mengabaikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: