Tag: semangkuk cerita

Segelas Rasa Yang (Tak) Mengalir

Menelusuri sebuah cara dengan menenggelamkan diri bersama ragam asumsi cahaya Bersama makna yang berserakan di sudut keheningan yang terbersit saja Dan bersama tajamnya siku kepayahan yang tak kunjung layu jua. Aku ingin menikmati alur nyanyian semesta tentang mengalirnya segelas rasa Tentang tepian senja yang selalu menjadikan dunia hanyalah sebagai peta, Bukan tujuan utamanya. Kini sadarku memilih […]

Jendela Hati Si Robot Panda

Hari ini aku menatapnya dari kejauhan. Sambil tak henti-hentinya tersenyum simpul sekaligus sesekali menahan rasa geli bercampur aneh. Mengapa harus ada pengakuan disaat hati dan kenyatan masih perlu di pertanyakan? Namanya Irga. Seorang robot berjenis kelamin lelaki yang sudah sejak lama di dekatkan dengan paksa oleh rekan-rekan kerjaku. Anehnya, ia pun sama sepertiku. Tidak menolak […]

Bara

Namanya Mohammed ‘Ashraf. Ada penekanan khusus pada huruf A di awal kata jika ingin melafalkan namanya dengan benar. Lahir di Gaza, Palestine, 7 Januari 1979. Aku menyukai nama itu. Sejak pertama kali aku membaca, dan mengetahuinya, lalu menyimpannya dalam lemari hatiku. Rasanya aku ingin banyak mencari tahu tentang dirinya. Mendengar lebih lama alunan suaranya yang […]

Kamu Adalah Bukan

Kami menjalin cerita telah delapan tahun lamanya. Menjadi sepasang pasangan asik yang selalu berbagi kisah baik senang maupun duka hati. Namun entah mengapa akhir-akhir ini rasanya berbeda. Rasaku tak lagi sama. Entahlah apa yang telah terjadi. Apakah ini jawaban dari ibadah-ibadah sunnahku untuk menjawab lamaran Argan? Orang tuaku sendiri tak tahu dengan hal itu. Mereka […]

Cerita Sang Gelas Kaca

Teruntuk seseorang. Pada suatu acara, terdapat beberapa sajian minuman sore untuk mengisi waktu menjelang kedatangan senja dan malam. Waktu demi waktu, sang minuman dan gelas pun mulai saling mengenal dan saling mengisi satu sama lain hingga akhirnya sang mereka kembali kosong karena suatu sebab. Kemudian ada sebuah minuman baru yang tiba-tiba datang mendekat dan menghampiri […]

#DialektikaRasa : Lain Waktu Saja

Kami duduk santai berdua di sebuah kedai minuman hangat sederhana. Ia tak banyak berkata seperti biasanya, hanya terkadang menyiratkan senyum yang aku sendiri kikuk dibuatnya. Kemudian, kami berdua saling tertegun dalam pemikiran yang berbeda. Memahami masing-masing dari setiap datangnya perkara. Atas nama rasa dan juga kebaikan bersama. . . “Ketika kau membaca dan memahami arti […]