Tag: secangkir kata

Segelas Rasa Yang (Tak) Mengalir

Menelusuri sebuah cara dengan menenggelamkan diri bersama ragam asumsi cahaya Bersama makna yang berserakan di sudut┬ákeheningan yang terbersit saja Dan bersama tajamnya siku kepayahan yang tak kunjung layu jua. Aku ingin menikmati alur nyanyian semesta tentang mengalirnya segelas rasa Tentang tepian senja yang selalu menjadikan dunia hanyalah sebagai peta, Bukan tujuan utamanya. Kini sadarku memilih […]

Tentang Benci & Puji Yang Menguji

Apakah dengan begitu membenci, semua akan selesai? Apakah dengan begitu memuji, semua akan terlampaui? Ayolah kita pahami sekali lagi. . Tentang sesuatu yang tak pernah bisa abadi Lalu untuk apa begitu kita sanjungi Atau kita tangisi setiap hari Bahkan ada tambahan untuk pula meratapi Bagai dunia akan kiamat pada detik ini. . Tidak. Aku menolak […]

Buai Arah

Bila rinduku hanya mampu tertahan di dalam bilik kerah Dan doa ku hanya sanggup sebagai penunjuk arah Biarlah keikhlasanku yang menuntunmu untuk tetap terarah Sehingga kau tak perlu lagi salah melangkah Karena aku percaya pada petunjuk Tuhan yang tidak pernah salah.

Dalam Hati

Dalam hati kita sering bertanya bahwa kapan kita akan berganti hari Padahal sejatinya kita tetap harus menikmati Dari setiap detik yang telah diizinkan Tuhan untuk terjadi Dan kita alami Namun mengapa seringnya kita seolah tak mau bersabar untuk menanti lebih lama lagi Meski ada kemungkinan bahwa sebenarnya penggantian haripun belum tentu sesuai kebutuhan hati Yang […]

Ketegaran Malam

Di beberapa kali kesempatan, Ada kalanya kita hanya perlu diam untuk bertahan Bukan lagi protes tak karuan Apalagi sampai membiarkan kalimat tak berpendidikan nan menyakitkan itu berserakan. Ada kalanya, hanya dengan diam Semua kebencian akan padam Semua keluh kesah akan karam Pun kejenuhan akan ikut temaram .. dan tenggelam Bersama ketegaran malam