Tag: rasa

Kedewasaan itu Digali, bukan (cuma) Diingini

Aku tidak lagi mencari beragam pembenaranUntuk menguatkan atau mendukung keputusanYang telah aku lakukan, Karena kini aku paham bahwa hal tersebut sungguh menjauhkan diri dari kedewasaanYang sudah seharusnya ditelanBagi mereka yang ingin menjadi seorang pemimpin bisnis dan kehidupan Perihal perasaan dan pemikiranIalah dua buah elemen yang saling berkesinambunganDan saling membutuhkanSehingga menjadikannya sebuah kesatuan dalam kesempurnaanYang mendamaikan […]

Kedalaman Rasa

Kami bertukar rasa di balik punggung jendela Mengenai rangkaian buku cerita yang dipenuhi oleh duka, kecewa juga air mata Yang suka tak suka kami harus (selalu) bawa di punuk dada Lalu kami baca sebagai wujud pengingat takdir yang telah diberikan semesta . Mengenai pemahaman rasa yang begitu dalamnya Mengenai untaian kata yang sulit sekali terukir […]

Gerimis Tak Menentu

Gerimis makna dan gemuruh cerita yang menikam dada Hanya saja saat ini aku sedang tidak memiliki tenaga untuk menumpahkannya.   Jurang ketidakpahaman yang membuatku bergeming lebih lama Bersama secangkir ingatan yang masih teramat sulit aku cerna Namun selalu bersemayam, mencengkram telinga   Entah apa yang sebenarnya membuat gulana ini makin berpesta pora Dari yang aku […]

Sungkawa

Sungkawa yang menggenggam Yang tercekat di dalam bayang malam Dan hanya berani mendelik lewat garis kelam. Guratan sinar senja menyapu hati sang candala, Mengingatkannya pada seonggok harap di luar jendela. Jendela yang meski telah terbuka, Namun belum tentu mampu untuk mengisi rasa. Sebuah lakuna yang menganga, Menyiratkan efek bahwa semuanya baik saja. Ya, Sebaik guratan […]

Rabun Kebutuhan

Banyak orang menanam bibit keindahan Namun tak semuanya merasa perlu untuk diperjualbelikan Sementara, sisanya justeru begitu gigih dalam hal penyemaian Padahal bukan dirinya yang melakukan pembibitan bahkan perawatan Kebutuhan hatinya hanya seputaran selalu terlihat paling depan Dan demi sebongkah berlian pujian Yang ternyata busuk di kemudian Lalu terlupakan dimakan zaman. 

Gelora Sederhana

Sesederhana hujan yang menjelma sebagai karunia Sesederhana angin yang berhembus untuk menyejukkan jiwa Dan sesederhana hiasan pelangi yang terukir sehabis deru hujan badai menerpa . Aku ingin menjadi wanita sederhana Sesederhana kerang yang fokus berjuang menahan sakitnya demi sebuah mutiara   Dan sesederhana cahaya yang hanya memijarkan doa tanpa memaksa . Aku ingin menyelami makna sederhana […]

Jendela Hati Si Robot Panda

Hari ini aku menatapnya dari kejauhan. Sambil tak henti-hentinya tersenyum simpul sekaligus sesekali menahan rasa geli bercampur aneh. Mengapa harus ada pengakuan disaat hati dan kenyatan masih perlu di pertanyakan? Namanya Irga. Seorang robot berjenis kelamin lelaki yang sudah sejak lama di dekatkan dengan paksa oleh rekan-rekan kerjaku. Anehnya, ia pun sama sepertiku. Tidak menolak […]

Temani Sang Rasa

Kala dalam kelimbungan Mengenai maksud tujuan dari hadirnya linear rasa yang menjemukan Mengenai perlu atau tidaknya untuk dikemukakan? Ataukah memang hanya layak tuk tersimpan  Di dalam lemari bernyawa yang tengah berjalan? . Pijar kesadaran tentang perlunya jeda itu nampaknya mulai menggema Namun sudikah sang ego membiarkannya? Sudut nurani di pesisir hati bertitah untuk tetap menemaninya […]

Cerita Sang Gelas Kaca

Teruntuk seseorang. Pada suatu acara, terdapat beberapa sajian minuman sore untuk mengisi waktu menjelang kedatangan senja dan malam. Waktu demi waktu, sang minuman dan gelas pun mulai saling mengenal dan saling mengisi satu sama lain hingga akhirnya sang mereka kembali kosong karena suatu sebab. Kemudian ada sebuah minuman baru yang tiba-tiba datang mendekat dan menghampiri […]

Ini Akan Berlalu

Harus begini dulu mungkin alur cerita untuk anak manusia. Dari yang tak dianggap hingga kiriman tinta fitnah yang tak kunjung mereda. Satu persatu longlongan singa mengudara Menyemburatkan untaian sajak  yang sudah dimasak dengan sedemikian rasa. Aku benci bila hanya menggelantungkan nyawa tanpa berbuat Aku benci jika selalu menutup lubang kepekikan senja atas nama maklumat. Entahlah. […]

Marah.

Aku : Kenapa menangis? Ia menggeleng lekas. Aku : Kenapa berbohong? Gelengan kepalanya pun masih sama. Aku : Lalu, kenapa diam? Ia menatapku dengan tatapan temaram namun menusuk. . . Dia : “Mengapa Tuhan menghukumku begitu kejam? Aku hanya lupa berkata insya Allah seperti  biasa, lalu Tuhan gagalkan semua rencanaku tanpa bersisa. Padahal yang lainnya […]

Tentang Hati, Mimpi, dan Kematian Nanti

Saat mentari sedang bersiap untuk menghangatkan bumi Aku justeru masih saja terkungkung sepi Dalam kubangan embun pagi Bersama secangkir kopi. Kabut pagi nampaknya masih setia menyelimuti hari. Mungkin begini pula kondisi yang terjadi di dalam benakku tentang kekhawatiran masa depan diri ini. Bagaimana dengan hatiku? Bagaimana dengan mimpiku? Dan bagaimana pula dengan diriku? Aku takut […]

#DialektikaRasa : Mencari Angin.

DR : Kadang kala, semakin kita terus mencari, bukannya kita mendapatkan yang kita cari, tapi yang terjadi justeru kita semakin terlukai.XX : Terlukai katamu? Siapa yang terluka? DR : Diri sendiri.XX : Kenapa, diri sendiri? DR : Ya, karena dengan terus mencari itu sama saja dengan tidak mensyukuri yang telah kau dapati hingga hari ini. […]

#DialektikaRasa : Tanya.

Kadang aku tergelitik untuk bertanya, pernahkah pohon rindang itu merasa lelah? Lelah karena selalu menjadi tempat bersandar dan tempat berteduh bagi banyak pihak lain. Jika jawabannya iya, pernah, atau bahkan sering lalu kemanakah pohon harus berlindung dan berteduh? Teman baruku tiba2 tersenyum simpul mendengar kicauanku barusan. Aku menoleh dan menatapnya tak kalah tajam dari tatapan […]

Tembok Dengar

Bangunan runtuh dikala senja menyapa Ada rasa sesak yang sulit untuk disapa tak menyekat jiwa Terduduk seseorang sedang menangis tanpa suara. Ada apa? . Ia seka air matanya lekas Supaya tak semakin banyak orang menemukan bekas Lalu kemudian senyuman pun langsung lepas landas . Aku benci dikasihani Begitu oretnya dalam hati Tapi siapa bisa menebak […]

Tepian Kata

Aku berbaring ditepian kata Memercikan sedikit endapan aroma rasa Tentang makna mengudara Tentang jiwa melanglang buana . Selangkah kedepan aku kembali ke peraduan Namun tak sehelai pun ku temui rerumputan Melainkan hanya kegersangan dari seonggok kenangan Tentang pengalaman dan pemahaman Yang nyaman terselimuti oleh debu ketidakberanian. .