Tag: puisi untuk A

Pajangan Masa Lalu

Sabtu Sore. Pukul 15.15 Hampir sepanjang hari dalam sebulan terakhir ini aku habiskan hanya dengan leptop berserta lembaran-lembaran kertas oret-oretan ide saja. Ku susun kesana-kemari alur cerita, plot, masalah utama, masalah pendukung, salah, coret, hapus, robek, tulis lagi dan begitu saja seterusnya hingga kepalaku pening tak karuan. Hingga usai beberapa belas kalimat yang aku rasa […]