Tag: perasaan

Sendok Satu

Dari sekian ragam atribut penyemai rasa Pun pola matrix ambiguitas yang memancar di udara Aku sudah bisa aku mencium ada sesuatu yang (sengaja) di jaga. Mulai dari tata cara, olah gaya bahasa, pilihan kata hingga kerlingan mata Namun seolah waktu tak memihak untuk aku dan mereka Karena yang aku sendok, justeru bukan salah satu dari […]

Gerimis Tak Menentu

Gerimis makna dan gemuruh cerita yang menikam dada Hanya saja saat ini aku sedang tidak memiliki tenaga untuk menumpahkannya.   Jurang ketidakpahaman yang membuatku bergeming lebih lama Bersama secangkir ingatan yang masih teramat sulit aku cerna Namun selalu bersemayam, mencengkram telinga   Entah apa yang sebenarnya membuat gulana ini makin berpesta pora Dari yang aku […]

Geming

Carina memilih duduk pada sudut ruangan berkaca. Bersama secangkir macchiato dan buku catatan kecil beserta pulpennya, ia terduduk bersama untaian kalimat demi kalimat yang sedang berenang gaya bebas di kepalanya. Mengapung dan menyeruak tak karuan. Berkali-kali dentuman ponsel sentuhnya membekas ditelinga, namun tak jua ia berkeinginan untuk melirik apalagi membalasnya. Satu jam terlewat sempurna. Namun Carina […]

Buai Arah

Bila rinduku hanya mampu tertahan di dalam bilik kerah Dan doa ku hanya sanggup sebagai penunjuk arah Biarlah keikhlasanku yang menuntunmu untuk tetap terarah Sehingga kau tak perlu lagi salah melangkah Karena aku percaya pada petunjuk Tuhan yang tidak pernah salah.

Peradaban Diri

Pelan demi pelan Jiwa ini terhantar pada sebuah daratan yang ditumbuhi padang savana dan ilalang. Mengulir angin semilir yang membuat siapapun terenyuh dalam buaian. Pertanyaanku mengudara, Mengapa pula aku sampai pada daratan yang tak terdapatnya seseorang? Ku ikat sampanku pada sebuah bongkahan batu yang kurasa kuat. Lalu kaki pun seolah di setir oleh Dzat yang […]

Cerita Sang Gelas Kaca

Teruntuk seseorang. Pada suatu acara, terdapat beberapa sajian minuman sore untuk mengisi waktu menjelang kedatangan senja dan malam. Waktu demi waktu, sang minuman dan gelas pun mulai saling mengenal dan saling mengisi satu sama lain hingga akhirnya sang mereka kembali kosong karena suatu sebab. Kemudian ada sebuah minuman baru yang tiba-tiba datang mendekat dan menghampiri […]

Ini Akan Berlalu

Harus begini dulu mungkin alur cerita untuk anak manusia. Dari yang tak dianggap hingga kiriman tinta fitnah yang tak kunjung mereda. Satu persatu longlongan singa mengudara Menyemburatkan untaian sajak  yang sudah dimasak dengan sedemikian rasa. Aku benci bila hanya menggelantungkan nyawa tanpa berbuat Aku benci jika selalu menutup lubang kepekikan senja atas nama maklumat. Entahlah. […]

Marah.

Aku : Kenapa menangis? Ia menggeleng lekas. Aku : Kenapa berbohong? Gelengan kepalanya pun masih sama. Aku : Lalu, kenapa diam? Ia menatapku dengan tatapan temaram namun menusuk. . . Dia : “Mengapa Tuhan menghukumku begitu kejam? Aku hanya lupa berkata insya Allah seperti  biasa, lalu Tuhan gagalkan semua rencanaku tanpa bersisa. Padahal yang lainnya […]

Tentang Hati, Mimpi, dan Kematian Nanti

Saat mentari sedang bersiap untuk menghangatkan bumi Aku justeru masih saja terkungkung sepi Dalam kubangan embun pagi Bersama secangkir kopi. Kabut pagi nampaknya masih setia menyelimuti hari. Mungkin begini pula kondisi yang terjadi di dalam benakku tentang kekhawatiran masa depan diri ini. Bagaimana dengan hatiku? Bagaimana dengan mimpiku? Dan bagaimana pula dengan diriku? Aku takut […]

#DialektikaRasa : Lain Waktu Saja

Kami duduk santai berdua di sebuah kedai minuman hangat sederhana. Ia tak banyak berkata seperti biasanya, hanya terkadang menyiratkan senyum yang aku sendiri kikuk dibuatnya. Kemudian, kami berdua saling tertegun dalam pemikiran yang berbeda. Memahami masing-masing dari setiap datangnya perkara. Atas nama rasa dan juga kebaikan bersama. . . “Ketika kau membaca dan memahami arti […]

Tembok Dengar

Bangunan runtuh dikala senja menyapa Ada rasa sesak yang sulit untuk disapa tak menyekat jiwa Terduduk seseorang sedang menangis tanpa suara. Ada apa? . Ia seka air matanya lekas Supaya tak semakin banyak orang menemukan bekas Lalu kemudian senyuman pun langsung lepas landas . Aku benci dikasihani Begitu oretnya dalam hati Tapi siapa bisa menebak […]

Tepian Kata

Aku berbaring ditepian kata Memercikan sedikit endapan aroma rasa Tentang makna mengudara Tentang jiwa melanglang buana . Selangkah kedepan aku kembali ke peraduan Namun tak sehelai pun ku temui rerumputan Melainkan hanya kegersangan dari seonggok kenangan Tentang pengalaman dan pemahaman Yang nyaman terselimuti oleh debu ketidakberanian. .

Tak Karuan.

Aku suka menulis disaat nuraniku sedang berontak. Saat dimana terdapat perasaan terinjak bercampur sesak Namun tak lagi bisa aku tolak karena memang sudah menjadi suratan takdir dari Yang Maha Bijak. Sejak dahulu, Tuhan sering menghadiahiku situasi macam ini untuk membuatku bangun dari tidur lelapku dan membuat sedikit percikan api segar yang sering disapa manusia dengan […]