Tag: oretan rasa

Pemoles Sementara

Satu per satu polesanku pergi dibeli peminatnya Kemudian aku tak lagi bisa bercengkrama pada mereka seperti sedia kala Rasanya aku hendak berkeinginan untuk memenangkan ego sejenak saja Dengan tidak memberikannya izin untuk bersama pemilik barunya Namun, hanya akan bertahan berapa lama bila aku melakukan itu semua?   Pekerjaanku hanyalah pemoles paruh waktu saja Bukan pencipta […]

Diorama Kaca & Jendela

Yang aku lakukan ini semacam cara terakhirku Untuk menjelaskan duduk persoalan tentang cerita masa itu Cerita yang sudah lima tahun membeku Dan kubiarkan semua asumsi datang menghantu.   Tentang kejadian di hari itu Tentang isi pembicaraan semu itu Dan tentang siapa-siapa saja yang berada disitu Aku malu Lalu aku dan kamu selamanya hanya diam untuk […]

Gerimis Tak Menentu

Gerimis makna dan gemuruh cerita yang menikam dada Hanya saja saat ini aku sedang tidak memiliki tenaga untuk menumpahkannya.   Jurang ketidakpahaman yang membuatku bergeming lebih lama Bersama secangkir ingatan yang masih teramat sulit aku cerna Namun selalu bersemayam, mencengkram telinga   Entah apa yang sebenarnya membuat gulana ini makin berpesta pora Dari yang aku […]

Ruang Genggam

Kata kenyataan, Hidup itu seperti perjalanan Dimana semua yang terjadi Hanya mampu untuk sekedar kita lalui Tanpa pernah bisa kita tinggali. . Ada petuah bijak berkata, Nikmatilah rasa ketika luka menganga, Pun juga dikala rasa sedang berbunga-bunga. Karena keduanya, sama-sama adalah rahmat Tuhan untuk setiap ciptaan-Nya. . Pada teknisnya, sering kali aku lupa bahwa ketika […]

Gelora Sederhana

Sesederhana hujan yang menjelma sebagai karunia Sesederhana angin yang berhembus untuk menyejukkan jiwa Dan sesederhana hiasan pelangi yang terukir sehabis deru hujan badai menerpa . Aku ingin menjadi wanita sederhana Sesederhana kerang yang fokus berjuang menahan sakitnya demi sebuah mutiara   Dan sesederhana cahaya yang hanya memijarkan doa tanpa memaksa . Aku ingin menyelami makna sederhana […]

Harapan dalam Perjalanan Kehidupan

Ketika aku berkeinginan Aku pun berucap kepada Tuhan Yang beberapa saat kemudian Seolah Tuhan meng-iya-kan Lalu aku pun meneruskan perjalanan Seolah tanpa ada beban. . Dalam mencapai inti tujuan Ada sedikit rasa yang menguat dari kebimbangan Membuatku seraya kembali mudah dibutakan Oleh syak wasangka yang menyesatkan . Sesaat kemudian aku melipir untuk mempertanyakan Hingga setidaknya […]

Temani Sang Rasa

Kala dalam kelimbungan Mengenai maksud tujuan dari hadirnya linear rasa yang menjemukan Mengenai perlu atau tidaknya untuk dikemukakan? Ataukah memang hanya layak tuk tersimpan¬† Di dalam lemari bernyawa yang tengah berjalan? . Pijar kesadaran tentang perlunya jeda itu nampaknya mulai menggema Namun sudikah sang ego membiarkannya? Sudut nurani di pesisir hati bertitah untuk tetap menemaninya […]

Pada Langit Saja

Kira-kira, pada siapa sejatinya kita patut bercerita tentang kerinduan pada orang-orang yang tak lagi ada? Apakah pada mereka yang belum pernah mengalaminya? Ataukah pada dia dan dia yang kini telah memiliki keluarga? Sedetik kemudian, sendu senyap pun melanda. . Ada yang pernah bertanya, Mengapa tulisanku lebih banyak mengenai gundah gulana Bukannya menebar wangi bunga Seperti […]

Cerita Sang Gelas Kaca

Teruntuk seseorang. Pada suatu acara, terdapat beberapa sajian minuman sore untuk mengisi waktu menjelang kedatangan senja dan malam. Waktu demi waktu, sang minuman dan gelas pun mulai saling mengenal dan saling mengisi satu sama lain hingga akhirnya sang mereka kembali kosong karena suatu sebab. Kemudian ada sebuah minuman baru yang tiba-tiba datang mendekat dan menghampiri […]

Tentang Hati, Mimpi, dan Kematian Nanti

Saat mentari sedang bersiap untuk menghangatkan bumi Aku justeru masih saja terkungkung sepi Dalam kubangan embun pagi Bersama secangkir kopi. Kabut pagi nampaknya masih setia menyelimuti hari. Mungkin begini pula kondisi yang terjadi di dalam benakku tentang kekhawatiran masa depan diri ini. Bagaimana dengan hatiku? Bagaimana dengan mimpiku? Dan bagaimana pula dengan diriku? Aku takut […]

Tembok Dengar

Bangunan runtuh dikala senja menyapa Ada rasa sesak yang sulit untuk disapa tak menyekat jiwa Terduduk seseorang sedang menangis tanpa suara. Ada apa? . Ia seka air matanya lekas Supaya tak semakin banyak orang menemukan bekas Lalu kemudian senyuman pun langsung lepas landas . Aku benci dikasihani Begitu oretnya dalam hati Tapi siapa bisa menebak […]