10/20/2008 11:33 am

.

Mulut ini terkunci

Membisu dengan penuh tanya

Celoteh seorang wanita

Dengan lantunan khas yg membekas dalam sendi-sendi ingatan

Nada tinggi rendah di setiap not not tertentu

Berpadu dendam dan amarah

Dalam bingkai kesdihan, kepedihan,dan pesakitan

Merintih saat gelap dan terang

Melawan sebilah pedang dibalik rasa sayang

Berdiri diantara butiran dosa dan lembaran luka

Sayatan dari senandung sang telapak kaki yg menggoreskan jejak-jejak setan

Berjalan disisa kesabaran dengan dan tanpa tujuan

Bukanlah kesempurnaan raga

Bukanlah limpahan harta

Hanya inginkan senyum dalam kehangatan kasih sayang sebuah keluarga

.

#A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: