Almari adalah sebuah project dari semesta yang seolah “memaksa” saya untuk merapihkan kembali almari di pikiran yang selama ini terus menerus dipadati oleh kekhawatiran juga perasaan yang sebenarnya sama sekali tidak saya perlukan.

Perlahan saya mulai tercerahkan, bahwa diri kita memang perlu untuk membersihkan debu-debu pesakitan masa lalu yang tak nyaman, kotoran hati atas dendam dan kedengkian yang tak berkesudahan, juga mengikhlaskan harapan tak kunjung kesampaian karena (mungkin saja) memang tidak sesuai dengan kebutuhan yang hidup kita perlukan.

Sehingga almari di pikiran bisa lebih bersih, lebih rapi, lebih fokus dan tentunya juga lebih nyaman untuk langkah-langkah lanjutan kita kedepan.

%d bloggers like this: