Satu per satu polesanku pergi dibeli peminatnya

Kemudian aku tak lagi bisa bercengkrama pada mereka seperti sedia kala

Rasanya aku hendak berkeinginan untuk memenangkan ego sejenak saja

Dengan tidak memberikannya izin untuk bersama pemilik barunya

Namun, hanya akan bertahan berapa lama bila aku melakukan itu semua?

 

Pekerjaanku hanyalah pemoles paruh waktu saja

Bukan pencipta apalagi pemilik masa depan mereka

Jadi aku tak memiliki kuasa apa-apa

Untuk berkehendak seperti yang egoku pinta.

 

Ruanganku kian hari kian lapang udara

Mungkin maksud Pencipta supaya aku bisa lebih leluasa

Dalam menatap riak ombak dan derasnya hujan dibalik kaca

Ya.. kemungkinan besar itu maksud-Nya.

 

Ada rasa sendu saat menatap mereka yang kini sedang bersiap untuk pergi

Sekali lagi, ketidakrelaan ini tidak mungkin aku ikuti

Karena aku sendu tak sendu pun, tak akan ada yang peduli

Apalagi merubah yang sebentar lagi dan dua menit setelah ini sudah menjadi terlewati.

 

Meski aku yang memoles mereka selama beberapa waktu yang usai berlalu

Tetap saja mereka tak mungkin lagi bisa menemaniku selalu

Karena pilihan yang tersedia di semesta ini hanya satu

Yakni, aku atau mereka yang terlebih dahulu dibeli oleh waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: