Aku mengimani sejengkal masa, dimana setiap pesakitan pasti selalu akan dibayar dengan keindahan.

Dulu aku sama seperti mereka kebanyakan, yang senang mempertanyakan lagi cenderung tak sabaran,

tapi apa yang aku rasakan hari ini betul-betul dampak dari apa yang aku harapkan dikala semuanya masih serba rabun tak karuan.

Kala Tuhan menguji dan kita tak lagi mampu menyiasati dengan berbagai strategi,

Diam dan matikanlah.

Diam pada ucapan dan keluhan tapi tidak pada langkah dan harapan.

Dan matikanlah sementara saklar pertanyaan dan penolakan dari setiap bentuk apapun yang didapat.

Jika semua pintu dihadapan sudah tak lagi mampu didobrak dengan berbagai cara,

Yakinlah bahwa suatu saat akan ada helicopter yang mengangkatmu pergi dari suasana kelam tanpa perlu lelah lagi luka.

Aku bisa mengatakan ini karena aku sendiri baru saja mengalaminya.

Delapan belas tahun tersesat dalam jerat labirin yang lengket,

Namun beberapa hari lalu aku terangkat oleh sesuatu yang selama ini aku imani dalam pikiran sotoyku sendiri.

Tentang datangnya hari saat  Tuhan menepati janji-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: