Meski hujan telah berhenti
Namun itu tak seyogianya memaksa ia untuk segera menerbitkan pelangi.

Duhai yang sering di sapa embun pagi,
Sambil berdiri aku menatap wajah langit malam yang perlahan telah berganti diri
Mempersilahkan keterpurukan yang beberapa waktu setia menemani
untuk kembali pada habitatnya yang aseli

Dan kemudiannya bertitah pada otak dan hati
Semoga kalian berdua tak lagi lekas berminat untuk mendatangkannya kembali.

(aamiin.)

Sumber Foto : unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: