DR : Kadang kala, semakin kita terus mencari, bukannya kita mendapatkan yang kita cari, tapi yang terjadi justeru kita semakin terlukai.
XX : Terlukai katamu? Siapa yang terluka?

DR : Diri sendiri.
XX : Kenapa, diri sendiri?


DR : Ya, karena dengan terus mencari itu sama saja dengan tidak mensyukuri yang telah kau dapati hingga hari ini. Apa kau tak lelah berjalan terus menerus mengejar sesuatu yang belum tentu di dapat, namun lebih banyak mengabaikan sesuatu yang sudah dekat?

XX : Mengabaikan katamu? Apa maksudmu?

DR : Diantaranya mengabaikan angin yang selalu setia menemanimu. Mengabaikan langit yang selalu melindungimu. Mangabaikan semburat matahari yang selalu menyapamu. Termasuk mengabaikan nafas yang selama ini selalu menjadi penghubungmu antara dimensi yang satu dengan dimensi yang sebentar lagi akan menyapamu.

Apa yang terjadi bila ia berlaku sepertimu saat ini?
Berusaha keras ingin mengubah garis takdir diri yang tidak lagi hanya sekedar keluar dan masuk lubang hidung seseorang yang tidak pernah sedikitpun berterima kasih dan mensyukuri kehadirannya selama ini.

XX : …

*to be continued.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: