“The sky isn’t the limit, your mindset is”

Entah sudah berapa lama tepatnya aku terkurung dalam ‘penjara’ pikiranku sendiri, bahwa aku ‘seburuk dan semenjijikan’ itu sebagai manusia. Kemudian perlahan aku baru benar-benar paham, itu ternyata bukanlah kenyataan. Itu hanya ilusi dari kontaminasi perasaan mama yang tidak sempat memahami bagaimana dan seperti apa dirinya sendiri. 

Kini, aku tak lagi merasa perlu untuk mencari kambing hitam untuk bisa disalahkan. Karena aku sadar, jalur yang tersedia untuk aku pelajari memang dengan mengalami sendiri hal-hal yang seperti ini. 

Tentu saja aku tidak tahu untuk apa fungsi mengalami ini kedepannya, tapi yang jelas kini aku jadi jauh lebih memahami dan menghargai proses pembentukan jati diriku sendiri. Hal yang justeru tidak sempat dipelajari, dipahami apalagi dilakoni mama semasa hidupnya. Pun aku sangat berterima kasih karena Tuhan memberikan pemahaman besar ini, justeru dari ketidak pahaman mamaku. Seolah pribahasa :

“kosong adalah isi, isi adalah kosong

adalah jawaban yang sangat menjawab atas sikapku yang pernah meremehkan mama karena kurangnya pendidikan dan pengetahuan dirinya selama masih hidup.

Ma, terima kasih ya. Nana jadi paham justeru dari ketidak pahaman mama.

Maaf juga ya ma, kalau semasa hidup mama, Nana kayaknya belum pernah berterima kasih secara langsung ke mama. Hal yang betul-betul baru Nana sadari, hari ini.

Maaf dan Terima Kasih banyak ya, Ma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kesadaran Tiba
%d bloggers like this: