cangkir biru adalah media kala bertegur sapa dengan pemikiran

dalam merentangkan pelbagai kegelisahan

 menggunakan bait-bait pemahaman

yang tak selamanya dan melulu sesuai dengan harapan.

.

Melalui ini, saya bertanggung jawab atas apa-apa yang saya tuliskan

Namun tidak atas apa-apa yang kalian ambil sebagai pemahaman.

*DR.

September

Aku belajar banyak sekali bulan September ini. Belajar bahwa memang aku perlu ‘kembali’ menggunakan beberapa strategi Yang sebelumnya sukses aku gunakan untuk ‘berperang’ melawan diriku sendiri. . Aku seolah lupa dengan prinsipku sebelumnya Yang tak ingin terlihat lemah dan tak berdaya dihadapan mereka Meski aku memang tak kunjung dengan mudah mempertontonkannya Tapi seringkali aku sempat […]

Memulai Kembali

sedang tumbuh sebuah rasa di dalam kepala tentang bagaimana caranya agar tidak lagi mengulangi ketidak becusan yang sama agar tidak lagi meremehkan makna dari kata berusaha dan tidak lagi menghindari bila dipercaya. . rasa yang tak pernah aku nyana sebelumnya bahwa semua ini akan menjadi nyata dan rasa yang sejujurnya tak begitu aku pahami betul […]

Kesadaran Tiba

“The sky isn’t the limit, your mindset is” Entah sudah berapa lama tepatnya aku terkurung dalam ‘penjara’ pikiranku sendiri, bahwa aku ‘seburuk dan semenjijikan’ itu sebagai manusia. Kemudian perlahan aku baru benar-benar paham, itu ternyata bukanlah kenyataan. Itu hanya ilusi dari kontaminasi perasaan mama yang tidak sempat memahami bagaimana dan seperti apa dirinya sendiri.  Kini, […]

Tugas Diri

ternyata masih sangat banyak yang perlu terus aku perbaiki mengenai pemahaman diri yang nantinya (mungkin) dimintai referensi apalagi hingga menjadi preferensi bagi yang menghendaki. aku pun memang sudah sangat perlu untuk bisa belajar mencintai sebuah ‘rumah’ pribadi yang dari sejak lahir hingga hari ini belum pernah aku sentuh dengan kelembutan hati. Kini, setelah kesadaran ini […]

Adaptasi

kenyataan paling pertama yang menghampiri kesadaranku setelah satu bulan lamanya aku bermigrasi kesini adalah, ternyata aku bukan orang yang mudah beradaptasi. adaptasi pada tempat baru, lingkungan baru, kota baru, suasana baru dan ‘teman baru’ dalam menjalani kehidupan sehari-hari. pun adaptasi perihal kegiatan baruku dalam mereduksi pikiran-pikiran negatif yang selama sekian puluh tahun ini telah mengambil […]

Batas Waktu

beberapa tahun belakangan ini aku memang seperti melayang melayang diantara segala bayang-bayang  yang tentu saja membuatku jadi tak menapak di permukaan dan merasa bahwa seolah nyawa ini akan selamanya menjadi kepunyaan. kini aku paham bahwa aku harus mulai belajar memerhatikan batas waktu  untuk segala hal yang menyapaku, apapun itu atas asas kepastian bahwa tiap-tiap hal […]

Bukan Hanya Kita

Ada banyak rasa yang memungkinkan kita terlena Bahkan melumatkan kita di dalamnya Bersama dengan kebodohan dan pengabaian yang kita izinkan sendiri untuk terbit dan tenggelam Tanpa peduli akan berapa lama kita terpendam. Awalnya aku berpikir bahwa waktu dan hati sudah cukup mampu berjalan sendiri sesuai sistem, tanpa perlu pamit pada siapa-siapa lagi Namun nampaknya kebenaran […]

Seni Bermimpi

Kami memang berbeda pandangan Namun kami paling enggan untuk merasa yang memiliki sebuah kebenaran. Kami jarang bersitegang akibat sebuah perkara Melainkan lebih sering terhalang oleh sebuah pengertian dari masing-masing rasa Aku tak ingin menggangu keputusan yang dibuat untuk masa depannya Pun termasuk dalam ranah kehidupan pribadinya. Atas nama mimpi, kami (terpaksa) harus mandiri Yang dalam […]

Cukup Sekian.

Sebuah tulisan lama, 20 May 2014 . Ia datang ketika aku sudah mengangkat koper untuk beranjak ke kehidupan yang lebih jelas. Aku benci caranya berpikir. Terlalu lama. Aku benci caranya bertindak. Terlalu banyak pertimbangan hingga akhirnya terjerumus dalam lumut hidup pikirannya sendiri. Mungkin kami tak cocok. Sudahlah. Aku sudah membereskan kisah kita di musim lalu. […]

Gula

Gula itu Candu Kesenangan pun begitu Siapa yang tidak mau Tak terkecuali aku. . Namun aku tak ingin esensi utama dari hidup ini berlalu Hanya akibat dari candu yang ternyata tidak terlalu bermutu. . Lalu mengapa rupanya denganku?? Mengapa memang kalau orang senang dengan candu?? Tara.. aku hanya ingin berucap saja tentang satu hal yang […]

Kala

Kala itu sinonim dari kata ‘waktu’ Yang di anugerahi Tuhan dengan caranya sendiri dalam mengungkap sesuatu. Kapan fakta mencari jati dirinya, Kapan harapan kembali pada penuturnya, Bahkan kapan kita baru dapat menyadari makna dari sebuah kata-kata yang mungkin seolah telah terbiasa pun Semua di urus sendiri oleh sistem waktu Yang begitu ambigu Termasuk mengenai kapan […]

Alternatif Teman

Kadang kala menurutku, aktifitas membaca itu tidak melulu hanya untuk menambah ilmu Bisa saja justeru berguna sebagai pemanggil kembali pengetahuan yang pernah singgah atau tertumpuk maupun yang hampir saja berlalu. . Di kala jaman sekarang, yang tengah dilanda krisis kepercayaan mencari lahan keobjektifan dan ketulusan Mungkin pesan dari setiap pencipta tulisan yang sesuai dengan selera […]

Lunglai

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian lunglai adalah lemah sekali. Dan aku kini sedang menikmati nuansa (lunglai) itu dalam kabut soreku. Aku sedang tak minat membahas mengapa, yang aku ingin bagikan justeru tentang usaha (seperempat mati) menerima rasa nyeri yang terperi ini. . Terkadang aku ingin menghapus kemampuan manusia dalam merasakan sesuatu Sehingga bila […]

Elemen dalam Bertahan

Aku tidak sedang mencari beragam pembenaran Untuk menguatkan atau mendukung keputusanYang telah aku lakukan, Karena kini aku paham bahwa hal tersebut sungguh menjauhkan diri dari kedewasaanYang sudah seharusnya ditelanBagi mereka yang ingin menjadi seorang pemimpin bisnis dan kehidupan Perasaan dan pemikiranIalah dua elemen yang saling berkesinambunganDan saling membutuhkanSehingga menjadikannya sebuah kesatuan dalam kesempurnaanYang mendamaikan harapan […]

Datang, Pergi & Monggo Bila (Perlu) Kembali.

Tak ada yang salah jika kita pernah salah dalam menjatuhkan langkah. Tak ada yang salah juga jika mereka meninggalkan kita, karena dirasa kita tak bisa mendekatkan mereka pada tujuannya. Pun juga berarti tak masalah jika memang yang terbaik terjadi adalah keusaian sudah. Aku nampaknya mulai terbiasa, mengenai sikap seenaknya orang-orang diluar sana Yang bahkan mungkin […]

Ketika warna kita (semakin) berbeda

Sepanjang waktu terakhir, kami disibukkan dengan urusan kebun kehidupan masing-masing.Sehingga hanya sedikit sekali waktu untuk kami saling berekonsiliasi. Lalu suatu masa kita tak sengaja dipertemukan oleh waktu di sebuah jurang perbedaan besar dari cara pandangku dan keyakinanmuMengenai hal-hal yang dimaknai, dijunjung tinggi dan dirawat selama iniKemudian dengan entengnya kau berseloroh bahwa pemikiranku semakin absurd, hanya […]

Waktu Sendu

Cukup lama waktuku mengurai sendu Dengan beragam kerikil juga bongkahan batu masa lalu Perihal kabut kelamku pada periode terdahulu Membuatku begitu iri bahkan tak mampu melihat pijakanku, yang kini justeru berada di ujung batu.

Berjarak dengan Tahu

Pada suatu masa yang terdahulu, aku begitu membelamuTapi kini aku rasa aku perlu memperbaiki sesuatuDengan mencoba menjalin jarak denganmu, si perasa paling tahuYang semakin kesini nampaknya semakin sering memenjarai cangkir telinga dan langkahku. Perlahan aku merasa ada sedikit kenikmatan dengan rasa yang baru, yakni rasa tak terlalu banyak ingin tahu akan sesuatuSetidaknya, aku tidak lagi […]

Limbung

Aku limbung dengan isi takaran cangkirku Dengan padu padanan warna juga rasa yang aku sendiri tak mengerti seperti apa Dan untuk apa semua ini bersemayam di cangkir hidupku.   Seperti ada takaran yang berubah Entah akibat dari pengurangan atau justeru pelebihan yang tak begitu aku sadari kehadirannya   Aku tak mengerti mengapa Disaat aku ingin […]

Untuk Kita, yang sebentar lagi (mungkin) berlalu

Tentang sebuah pernyataan dan agenda perasaan Atas nama rasa yang dinyatakan maupun yang diabaikan Atas nama tindak nyata yang disegerakan maupun yang (sengaja) diabaikan Atas nama pengalaman yang sebenarnya tak lagi perlu menjadi beban kehidupan Dan atas nama sebuah temali persahabatan yang sebentar lagi pun (tampaknya) akan segera tergadaikan . Tak bisakah semuanya tetap terjaga […]

Biarkan Karyaku menjadi Urusanku.

Aku paham maksudmu tidak buruk Aku paham juga caramu mengutarakan pun tak sepenuhnya salah Tapi biarkan karyaku adalah urusanku, hakku Hingga menjadi pola takdir dari aku dan untuk aku sendiri. . Tolong biarkan aku busuk dengan pesakitan ini Karena ini adalah pilihan sadarku Yang sudah menerima segala pola juga warna dari perwujudan gaun takdir hidupku. […]

Dua Cangkir Yang Dikasihi

Terima kasih banyak Tuhan atas berkah dan kasih sayang ini untuk kami Terima kasih juga untuk mereka yang bersedia menjalani peran yang Tuhan titipkan untuk menyayangi, menjaga, melindungi dan menemani kami Saya secara pribadi (jujur saja) sudah kehabisan kata untuk mengatakan rasa terima kasih sekaligus kehabisan gaya ekspresi untuk mengutarakan rasa bahagia yang sulit untuk […]

Terlalu Banyak

Terlalu banyak yang ingin aku dapati Terlalu banyak juga yang ingin aku selesaikan dalam waktu dini Padahal energi, waktu dan wadah diri memiliki batas hakiki yang harus disadari dan dipatuhi. . Saling tabrak dan tumpah tindih. Dua pasang kata terkutuk itulah yang menjadikanku terperangkap dalam ruang sedih, pedih dan selalu “mendidih”. . Aku ingin belajar […]

Diubah oleh Waktu

Dari hasil temuan sok tahu-ku, setelah hujan, waktu juga bagian dari alat kekuasaan Tuhan lain yang begitu menawan Menawan karena bagi yang sadar atau tidak, kita semua (manusia) ikut diubah olehnya. Baik itu dari aspek fisik, psikologis, mental, bahkan selera kita kita pun ikut diubah olehnya. Dari yang saat mudanya begitu menawan lagi rupawan lalu […]

Mengampu yang (telah) terjadi

Meski hujan telah berhentiNamun itu tak seyogianya memaksa ia untuk segera menerbitkan pelangi. Duhai yang sering di sapa embun pagi,Sambil berdiri aku menatap wajah langit malam yang perlahan telah berganti diriMempersilahkan keterpurukan yang beberapa waktu setia menemaniuntuk kembali pada habitatnya yang aseli Dan kemudiannya bertitah pada otak dan hatiSemoga kalian berdua tak lagi lekas berminat […]

Cangkir Kelabu

Kala hujan mengguyur kabut pikiranku tentang sesuatu Tubuhku tiba-tiba terlepanting jauh dari mata awas yang biasanya mencangkangiku Pedih serta dingin, begitu rasaku saat itu. Namun tiba-tiba saja aku terpikir tentang strategi langkah kuda yang baru Untuk menerima semuanya tanpa ba bi bu Lalu, kita lihat akan semenyedihkan apakah diriku atas keputusan “sok tempe”-ku itu. . […]

Frekuensi Rasa

Kadang orang lupa, bahwa dalam sebuah mangkuk persahabatan Selain rasa setia kawan dan saling pengertian Ternyata peran keselarasan frekuensilah yang menjadi kunci utama dalam sebuah kelanggengan. . Karena tanpa frekuensi yang selaras antara yang satu dengan yang lainnya Jangan heran bila tali persahabatan tak lagi rekat oleh sebuah pengait rasa Yang disebut kekompakan Bahkan terkesan […]

Jejak Kala Itu

Kala cerita mampu dipisahkan oleh rasa Kelembutan air mata pun tak pernah lagi menampakkan wujudnya Persahabatan yang hambar tanpa garam tanya dan sapa Terasa begitu dipaksakan untuk tiba-tiba bersama dalam sebuah moment berharga. . Kini aku betul paham tentang apa itu makna kata, berlalu Yang tak semua bisa diulang seperti terngiangnya canda tawa jaman dahulu. […]

Berbagilah sedikit pahammu

Semakin berjalan mundur dari keramaian Meninggalkan riuh redam dari percakapan atau pergaulan yang membuatku terasing dari rasa nyaman Terdiam untuk waktu yang lama Entah apakah menjadi sebuah jawaban yang selama ini ku kelana Hambar. Rasa yang paling sering menghantui diriku belakangan ini Keadaan membosankan yang seakan jika aku berteriakpun tak ada rangsangan yang mempedulikan Seperti […]

Segelas Rasa Yang (Tak) Mengalir

Menelusuri sebuah cara dengan menenggelamkan diri bersama ragam asumsi cahaya Bersama makna yang berserakan di sudut keheningan yang terbersit saja Dan bersama tajamnya siku kepayahan yang tak kunjung layu jua. Aku ingin menikmati alur nyanyian semesta tentang mengalirnya segelas rasa Tentang tepian senja yang selalu menjadikan dunia hanyalah sebagai peta, Bukan tujuan utamanya. Kini sadarku memilih […]

Dimana Bahagia Itu?

Dari cerita temanku, yang sedang terjebak arus pilu Aku seolah tersedak oleh ingatan tentang masa lalu Yang hampir-hampir segalanya aku buat menjadi sendu Juga kelabu Perlahan aku mencatat banyak hal menarik dari pesakitan Dari duka dan luka yang menghujam akar keceriaan Juga dari rasa kesepian yang selalu menyiratkan ketragisan Bahwa akulah satu-satunya yang paling membutuhkan […]

Rongga Cerita Lama

Bila benar peranku sebentar lagi akan usai Aku ingin memulai segala mimpiku yang selama ini hanya aku erami dalam hati Yang selama ini aku abaikan demi kepala dan jiwa yang menurutku lebih layak untuk di dahului   Aku tak pernah menyangka semua ini Dengan segala alur dan takdir yang sedang terjadi   Saat kepala menjadi […]

Radu (yang sebenarnya)

Kini kami menemukannya Menemukan ujung dari kata juga rasa Atas tindak tanduk yang sekian tahun ini ambigu dalam rupa dan kata-kata. Semua bentuk dan ragam tanya luruh di depan mata Melalui sebingkai cincin yang melingkar di salah satu jemari kiri kami semua. Aku dan ia kini telah menyepakatinya Bersama alur semesta yang amat sangat rahasia. […]

Si Penjahit Cerita

Begitu beragam warna dan jenis kain cerita Mengapa aku justeru berlabuh pada jenis kain yang mempertontonkan rongga? Pun tidak memiliki ciri warna mutlaknya Sehingga lebih mudah dikenali dan diingat siapa saja Pemikiran sok tahu-ku Bukankah manusia itu terdiri dari beragam campuran rasa dan dari sari pati kehidupan pendahulunya dan sedikit rahmat Tuhan lalu mengapa kira […]

Bersamaan.

Ketika hujan lebat datang, Ia pun mengikutsertakan kawan karibnya yang berupa angin kencang. Kemudian aku terbawa arus dalam sudut pandang yang terkekang Diantara lirih takut dengan rasa penasaran yang begitu lebar membentang. Pilu pun ikut-ikutan Ia menyusul datang di waktu yang hampir bersamaan Dimana hadir sepercik rasa rindu pada sang pencetus nama kependekan Namun semesta […]

Mereka Bukan Milik Kita Sendiri

Seringkali kita tak sadar telah berlebihan dalam memberi rasa peduli. Kemudian apa yang gurat kenyataan suguhi? Dipertemukannyalah kita dengan sepercik kekecewaan yang ternyata sedang kita perlui. Yang berguna sebagai lonceng untuk proses evaluasi diri Bahwa kita telah melampaui zona merah dalam peduli dan mencintai.   Salahkah kita bila kecewa pada mereka? Tidak sama sekali. Karena […]

Gerimis Tak Menentu

Gerimis makna dan gemuruh cerita yang menikam dada Hanya saja saat ini aku sedang tidak memiliki tenaga untuk menumpahkannya.   Jurang ketidakpahaman yang membuatku bergeming lebih lama Bersama secangkir ingatan yang masih teramat sulit aku cerna Namun selalu bersemayam, mencengkram telinga   Entah apa yang sebenarnya membuat gulana ini makin berpesta pora Dari yang aku […]

Sudut Makna

Ada kala yang dilarang itu bukan sebab muasabab jahat Melainkan perasaan sayang yang begitu kuat lagi mengikat. . Tak ada yang patut disalahkan perkara tak dapat kartu cinta mencintai Yang salah, besar kemungkinan berasal dari sudut mana kita memaknai.

Sungkawa

Sungkawa yang menggenggam Yang tercekat di dalam bayang malam Dan hanya berani mendelik lewat garis kelam. Guratan sinar senja menyapu hati sang candala, Mengingatkannya pada seonggok harap di luar jendela. Jendela yang meski telah terbuka, Namun belum tentu mampu untuk mengisi rasa. Sebuah lakuna yang menganga, Menyiratkan efek bahwa semuanya baik saja. Ya, Sebaik guratan […]

Rabun Kebutuhan

Banyak orang menanam bibit keindahan Namun tak semuanya merasa perlu untuk diperjualbelikan Sementara, sisanya justeru begitu gigih dalam hal penyemaian Padahal bukan dirinya yang melakukan pembibitan bahkan perawatan Kebutuhan hatinya hanya seputaran selalu terlihat paling depan Dan demi sebongkah berlian pujian Yang ternyata busuk di kemudian Lalu terlupakan dimakan zaman. 

Ruang Genggam

Kata kenyataan, Hidup itu seperti perjalanan Dimana semua yang terjadi Hanya mampu untuk sekedar kita lalui Tanpa pernah bisa kita tinggali. . Ada petuah bijak berkata, Nikmatilah rasa ketika luka menganga, Pun juga dikala rasa sedang berbunga-bunga. Karena keduanya, sama-sama adalah rahmat Tuhan untuk setiap ciptaan-Nya. . Pada teknisnya, sering kali aku lupa bahwa ketika […]

Gelora Sederhana

Sesederhana hujan yang menjelma sebagai karunia Sesederhana angin yang berhembus untuk menyejukkan jiwa Dan sesederhana hiasan pelangi yang terukir sehabis deru hujan badai menerpa . Aku ingin menjadi wanita sederhana Sesederhana kerang yang fokus berjuang menahan sakitnya demi sebuah mutiara   Dan sesederhana cahaya yang hanya memijarkan doa tanpa memaksa . Aku ingin menyelami makna sederhana […]

Buai Arah

Bila rinduku hanya mampu tertahan di dalam bilik kerah Dan doa ku hanya sanggup sebagai penunjuk arah Biarlah keikhlasanku yang menuntunmu untuk tetap terarah Sehingga kau tak perlu lagi salah melangkah Karena aku percaya pada petunjuk Tuhan yang tidak pernah salah.

Harapan dalam Perjalanan Kehidupan

Ketika aku berkeinginan Aku pun berucap kepada Tuhan Yang beberapa saat kemudian Seolah Tuhan meng-iya-kan Lalu aku pun meneruskan perjalanan Seolah tanpa ada beban. . Dalam mencapai inti tujuan Ada sedikit rasa yang menguat dari kebimbangan Membuatku seraya kembali mudah dibutakan Oleh syak wasangka yang menyesatkan . Sesaat kemudian aku melipir untuk mempertanyakan Hingga setidaknya […]

Dalam Hati

Dalam hati kita sering bertanya bahwa kapan kita akan berganti hari Padahal sejatinya kita tetap harus menikmati Dari setiap detik yang telah diizinkan Tuhan untuk terjadi Dan kita alami Namun mengapa seringnya kita seolah tak mau bersabar untuk menanti lebih lama lagi Meski ada kemungkinan bahwa sebenarnya penggantian haripun belum tentu sesuai kebutuhan hati Yang […]

Pada Langit Saja

Kira-kira, pada siapa sejatinya kita patut bercerita tentang kerinduan pada orang-orang yang tak lagi ada? Apakah pada mereka yang belum pernah mengalaminya? Ataukah pada dia dan dia yang kini telah memiliki keluarga? Sedetik kemudian, sendu senyap pun melanda. . Ada yang pernah bertanya, Mengapa tulisanku lebih banyak mengenai gundah gulana Bukannya menebar wangi bunga Seperti […]

Tentang Hati, Mimpi, dan Kematian Nanti

Saat mentari sedang bersiap untuk menghangatkan bumi Aku justeru masih saja terkungkung sepi Dalam kubangan embun pagi Bersama secangkir kopi. Kabut pagi nampaknya masih setia menyelimuti hari. Mungkin begini pula kondisi yang terjadi di dalam benakku tentang kekhawatiran masa depan diri ini. Bagaimana dengan hatiku? Bagaimana dengan mimpiku? Dan bagaimana pula dengan diriku? Aku takut […]

Alur Cerita Manusia

Harus begini dulu mungkin alur cerita untuk anak manusia. Dari yang tak dianggap hingga kiriman tinta fitnah yang tak kunjung mereda. Satu persatu longlongan singa mengudara Menyemburatkan untaian sajak  yang sudah dimasak dengan sedemikian rasa. Aku benci bila hanya menggelantungkan nyawa tanpa berbuat Aku benci jika selalu menutup lubang kepekikan senja atas nama maklumat. Entahlah. […]

Tembok Dengar

Bangunan runtuh dikala senja menyapa Ada rasa sesak yang sulit untuk disapa tak menyekat jiwa Terduduk seseorang sedang menangis tanpa suara. Ada apa? . Ia seka air matanya lekas Supaya tak semakin banyak orang menemukan bekas Lalu kemudian senyuman pun langsung lepas landas . Aku benci dikasihani Begitu oretnya dalam hati Tapi siapa bisa menebak […]

Tepian Kata

Aku berbaring ditepian kata Memercikan sedikit endapan aroma rasa Tentang makna mengudara Tentang jiwa melanglang buana . Selangkah kedepan aku kembali ke peraduan Namun tak sehelai pun ku temui rerumputan Melainkan hanya kegersangan dari seonggok kenangan Tentang pengalaman dan pemahaman Yang nyaman terselimuti oleh debu ketidakberanian. .

Puisi Untuk A

22/12/2012 02.21 am Merintih pada angin tak menjadikanku lebih menawan Menjadi menawan pun tak menjadikan segalanya menjadi lepas dari  kegusaran Aku limbung pada sikapnya Sama halnya ketika aku limbung pada musim pancaroba Datang dan pergi semaunya Tanpa lagi peduli apakah semua ini tak membuat goresan luka. Lalu bagaimana bisa si bulu mata menjadi saksi pertemuan kami […]

Puisi dari A

10/20/2008 11:33 am . Mulut ini terkunci Membisu dengan penuh tanya Celoteh seorang wanita Dengan lantunan khas yg membekas dalam sendi-sendi ingatan Nada tinggi rendah di setiap not not tertentu Berpadu dendam dan amarah Dalam bingkai kesdihan, kepedihan,dan pesakitan Merintih saat gelap dan terang Melawan sebilah pedang dibalik rasa sayang Berdiri diantara butiran dosa dan […]

%d bloggers like this: