Jiwa ibuku masih saja tersedu

Akibat dari pesan yang sengaja di-entengkan itu

Ia terus saja mengelu

Berharap pengingkaran ini tidak benar-benar menemuiku.

.

Kau tak akan mau memahaminya

Apalagi sampai berusaha menjadikannya berharga

Kau tenang saja

Aku tak sudi mengemis seperti yang selama ini terduga

.

Dengarkan ini dengan jantungmu

Suatu saat aku akan menghampiri sebuah jasad yang telah membeku

Untuk membacakan dan memahamkan kembali kereta panjang dari kalimat tak substantif itu

Yang sejatinya begitu receh bagiku

Namun justeru sangat melukai jiwa ibuku yang sebelumnya begitu memercayai tersangka itu.

.

Aku ada koreksian sedikit saja

Ada baiknya kau tak perlu mengajari anak yatim piatu bagaimana cara  berkomunikasi pada Tuhannya

Tapi telisiklah pada kaca

Siapa yang sesungguhnya harus diajari bagaimana cara menghormati sebuah jiwa

Meski bukan dengan jalan perwujudan dari pesannya

Tapi paling tidak, kau hargai barang sedikit hal yang dititipkannya.

.

Dari gelandangan tanpa orang tua yang baru saja diceramahi tentang tata cara bernafas serta teoritikanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: