Egalitarian

Terkadang aku terganggu bila diikutcampuri perihal hal-hal yang bernuansa hak asasi.

Entah dapat pemahaman dari mana, sejak kecil aku memang sudah tak suka diintervensi, walau itu datangnya dari orangtua sendiri.

Seringkali orangtua merasa berhak mengurusi segala hal atas nama ‘kebaikan’ untuk anaknya, padahal menurutku belum tentu juga hal itu dapat diterima dengan lapang dada oleh anaknya.

Memang betul orangtua hidup lebih dulu hingga lebih memiliki banyak pengalaman daripada anaknya yang masih seusia jagung, namun tidak berarti hak kebenaran mutlak itu ada pada semua orangtua di dunia.

Di kacamataku, orangtua adalah manusia biasa juga. Yang sama-sama punya hak dalam benar dan salah seperti manusia pada umumnya. Karena dahulu pun, orang tua adalah anak juga. Yang oleh perihal waktu dan izin Tuhan saja sang anak berubah menjadi orang tua yang kemudiannya pun juga dikaruniai anak. Dan bergulir begitu seterusnya.

Bagiku keistimewaan hanyalah milik Tuhan dan hak perogatif Tuhan pula untuk memberikannya pada pihak-pihak tertentu saja. Kutulis, pihak-pihak tertentu saja, itu berarti tidak pada semua orang tua (manusia) di dunia. Yang mana makna dari tidak semua berarti ya memang ada.

Yang dari pemahaman dan pengalamanku pribadi, justeru orang-orang yang di pilih Tuhan secara perogatif tersebut itu TIDAK ADA satupun dari mereka yang merasa dirinya istimewa, apalagi sampai berani dalam hal mewakili dan mengambil peran Tuhan terhadap urusan hidup dan matinga manusia lain. TARA ADA.

Di tulisan ini tara ada maksud apapun selain hanya ingin memanusiakan manusia yang berhak atas perlindungan hak asasinya sendiri, sehingga yang diluar dirinya tak perlu lagi terlalu ‘baik’ untuk mengurusi hajat hidup orang lain, karena sejatinya tiap-tiap manusia memiliki urusannya tersendiri yang dalam hal ini adalah pilihan hidup diri saya sendiri.

Aku tetap perlu berterima kasih pada yang selama ini sudah terlalu peduli. Namun menurutku Tuhan yang kuimani jauuhh lebih berhak dan lebih bisa saya pasrahi untuk mengurusi.

Terima kasih 🖤

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: