Dahulu, banyak cerita yang aku ketahui tentang dirinya

Namun sekarang tak lagi bisa.

Sejak ia kembali kepada dirinya sendiri, yang menjadi amat sulit untuk dijangkau juga diterka.

Ia begitu berbeda dari yang biasa pahami sebelumnya.

Mulai dari pilihan warna pakaiannya, makanan kesukaannya, hingga padu padanan kata juga sekat-sekat reaksinya.

Jauh berbeda.

Ia bukan lagi wanita yang gemar bercerita segala hal seperti dahulu kala.

Ia bukan lagi sebagai wanita ceria yang sering bertanya padaku tentang hal-hal yang diragukannya.

Pun, Ia tak lagi pendek emosi seperti saat kami masih SMA.

Begitu banyak perubahan yang terjadi padanya, ikut juga masuk hitungan dalam segi rupa, ia kini menjadi cukup enak dipandang oleh lelaki yang memiliki kenormalan mata dan jiwa.

Namun bagiku segala perubahannya kini justeru membuatku makin tersiksa.

Hingga akhirnya aku mantap memutuskan untuk hanya menjadikannya sebagai guru terbaikku saja.

.

Dari pengecut yang tak pernah kunjung berani melamarmu, karena malu.

Enam tahun lalu.

-Pramudya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: