Category: Cangkir Biru

Guru Budiman

Kalau kau ingin pergi, Ya silahkan lakukan apapun yang kau ingini Karena aku masih akan terus berusaha demi kepentinganku disini Memasak ‘hidangan’ untuk hidupku kini dan nanti . Sudahlah.. tak perlu lagi memaksa untuk bersama Karena hanya akan mengguratkan luka Lalu menyiramnya lagi dengan sirup cuka Kurasa cukup disini saja Toh aku pun pasti akan […]

Bingkai Masa Lalu

Tulisan ini berasaskan bumbu rindu.  Yang tengah menggebu Pada masa yang telah berlalu sekaligus rasa rindu pada ayah dan ibu dan pada kawan karib terbaikku Yang dahulu begitu aku genggam erat dengan segenap jiwaku.. Walau mereka tak setia menemani dan selalu ada di sisiku seperti yang aku mau Namun mereka telah berbuat dan berlaku yang terbaik […]

Dimana Letak Makna?

Dimana letak makna pengikut yang berserah? Bila kebencian yang justeru engkau jadikan Tuan penentu arah. Dimana letak makna rasa beriman? Bila kekhawatiran dan kegelisahan yang justeru engkau jadikan teman. Dimana letak makna rasa cinta dan percaya? Bila kehendak sesuka hati yang justeru engkau jadikan cara demi mencapai tujuan utama. Dimana letak makna bila semua orang […]

Gurat Mangu.

Media rasa yang termangu dalam gurat sapa Pada inti cerita yang amat jauh dari kolam prasangka Kemudian situasi genting menyeruak dengan santainya Dan meluluh lantahkan tembok serta gembok yang selama ini membingkai sudut takdirnya. Ada keengganan untuk menelan ragam syak wasangka Dari berbagai sudut gelas yang akhir-akhir ini menjadi media tumpahan gulananya Ia malas memasukannya […]

Tentang Benci & Puji Yang Menguji

Apakah dengan begitu membenci, semua akan selesai? Apakah dengan begitu memuji, semua akan terlampaui? Ayolah kita pahami sekali lagi. . Tentang sesuatu yang tak pernah bisa abadi Lalu untuk apa begitu kita sanjungi Atau kita tangisi setiap hari Bahkan ada tambahan untuk pula meratapi Bagai dunia akan kiamat pada detik ini. . Tidak. Aku menolak […]

Temani Sang Rasa

Kala dalam kelimbungan Mengenai maksud tujuan dari hadirnya linear rasa yang menjemukan Mengenai perlu atau tidaknya untuk dikemukakan? Ataukah memang hanya layak tuk tersimpan¬† Di dalam lemari bernyawa yang tengah berjalan? . Pijar kesadaran tentang perlunya jeda itu nampaknya mulai menggema Namun sudikah sang ego membiarkannya? Sudut nurani di pesisir hati bertitah untuk tetap menemaninya […]