Category: Ka ta – ka ta

Sarivati 011220

beberapa tahun belakangan ini aku memang seperti melayang melayang diantara segala bayang-bayang  yang tentu saja membuatku jadi tak menapak di permukaan dan merasa bahwa seolah nyawa ini akan selamanya menjadi kepunyaan. kini aku paham bahwa aku harus mulai belajar memerhatikan batas waktu  untuk segala hal yang menyapaku, apapun itu atas asas kepastian bahwa tiap-tiap hal […]

Guru Budiman

Kalau kau ingin pergi, Ya silahkan lakukan apapun yang kau ingini Karena aku masih akan terus berusaha demi kepentinganku disini Memasak ‘hidangan’ untuk hidupku kini dan nanti . Sudahlah.. tak perlu lagi memaksa untuk bersama Karena hanya akan mengguratkan luka Lalu menyiramnya lagi dengan sirup cuka Kurasa cukup disini saja Toh aku pun pasti akan […]

Bingkai Masa Lalu

Tulisan ini berasaskan bumbu rindu.  Yang tengah menggebu Pada masa yang telah berlalu sekaligus rasa rindu pada ayah dan ibu dan pada kawan karib terbaikku Yang dahulu begitu aku genggam erat dengan segenap jiwaku.. Walau mereka tak setia menemani dan selalu ada di sisiku seperti yang aku mau Namun mereka telah berbuat dan berlaku yang terbaik […]

Candala

Dari sebuah dinding rasa yang melebatkan daun kebencian yang begitu menyiksa Membawa kebesaran ego yang hampir memenuhi seluruh lorong jiwa Namun dalam suatu masa yang ganyana, kebencian itu kembali bermetamorfosa Menjadi rasa welas asih yang sudah lebih tersaripati dengan lebih baik dari sebelumnya Dan melalui versi olahan inilah saya lampirkan sebuah jahitan cerita Cerita yang […]

Mentari Pagi

Malam tengah bertukar peran menjadi pagi Cahaya yang selama ini terselimuti debu kelam pun perlahan sudah mulai tampak kembali Jadi, cukupkanlah waktumu untuk selalu meludahi diri sendiri Sekali lagi, Terima kasih karena sudah menjadi teman yang tak pernah dengan sengaja ingin melukai Bagiku, kita akan terus berteman dengan cara yang sejak dahulu sudah saling kita […]

Bukan Hanya Kita

Ada banyak rasa yang memungkinkan kita terlena Bahkan melumatkan kita di dalamnya Bersama dengan kebodohan dan pengabaian yang kita izinkan sendiri untuk terbit dan tenggelam Tanpa peduli akan berapa lama kita terpendam. Awalnya aku berpikir bahwa waktu dan hati sudah cukup mampu berjalan sendiri sesuai sistem, tanpa perlu pamit pada siapa-siapa lagi Namun nampaknya kebenaran […]

Seni Bermimpi

Kami memang berbeda pandangan Namun kami paling enggan untuk merasa yang memiliki sebuah kebenaran. Kami jarang bersitegang akibat sebuah perkara Melainkan lebih sering terhalang oleh sebuah pengertian dari masing-masing rasa Aku tak ingin menggangu keputusan yang dibuat untuk masa depannya Pun termasuk dalam ranah kehidupan pribadinya. Atas nama mimpi, kami (terpaksa) harus mandiri Yang dalam […]

Cukup Sekian.

Sebuah tulisan lama, 20 May 2014 . Ia datang ketika aku sudah mengangkat koper untuk beranjak ke kehidupan yang lebih jelas. Aku benci caranya berpikir. Terlalu lama. Aku benci caranya bertindak. Terlalu banyak pertimbangan hingga akhirnya terjerumus dalam lumut hidup pikirannya sendiri. Mungkin kami tak cocok. Sudahlah. Aku sudah membereskan kisah kita di musim lalu. […]

Gula

Gula itu Candu Kesenangan pun begitu Siapa yang tidak mau Tak terkecuali aku. . Namun aku tak ingin esensi utama dari hidup ini berlalu Hanya akibat dari candu yang ternyata tidak terlalu bermutu. . Lalu mengapa rupanya denganku?? Mengapa memang kalau orang senang dengan candu?? Tara.. aku hanya ingin berucap saja tentang satu hal yang […]

Kala

Kala itu sinonim dari kata ‘waktu’ Yang di anugerahi Tuhan dengan caranya sendiri dalam mengungkap sesuatu. Kapan fakta mencari jati dirinya, Kapan harapan kembali pada penuturnya, Bahkan kapan kita baru dapat menyadari makna dari sebuah kata-kata yang mungkin seolah telah terbiasa pun Semua di urus sendiri oleh sistem waktu Yang begitu ambigu Termasuk mengenai kapan […]

Kata Pohon

Nampaknya betul, kata ‘pohonku’ untuk tidak membiasakan terlalu memihak juga membenci sesuatu dengan berlebihan. Karena bisa saja semuanya berbalik sewaktu-waktu tanpa memberi tahu terlebih dahulu. . Dahulu aku adalah tim pemuja sahabat daripada saudara Namun kini nampaknya aku tidak lagi menjadi pemuja untuk keduanya. . Dahulu aku bisa begitu mudah melontarkan kata saran dan opini […]

Alternatif Teman

Kadang kala menurutku, aktifitas membaca itu tidak melulu hanya untuk menambah ilmu Bisa saja justeru berguna sebagai pemanggil kembali pengetahuan yang pernah singgah atau tertumpuk maupun yang hampir saja berlalu. . Di kala jaman sekarang, yang tengah dilanda krisis kepercayaan mencari lahan keobjektifan dan ketulusan Mungkin pesan dari setiap pencipta tulisan yang sesuai dengan selera […]

Lunglai

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian lunglai adalah lemah sekali. Dan aku kini sedang menikmati nuansa (lunglai) itu dalam kabut soreku. Aku sedang tak minat membahas mengapa, yang aku ingin bagikan justeru tentang usaha (seperempat mati) menerima rasa nyeri yang terperi ini. . Terkadang aku ingin menghapus kemampuan manusia dalam merasakan sesuatu Sehingga bila […]

Elemen dalam Bertahan

Aku tidak sedang mencari beragam pembenaran Untuk menguatkan atau mendukung keputusanYang telah aku lakukan, Karena kini aku paham bahwa hal tersebut sungguh menjauhkan diri dari kedewasaanYang sudah seharusnya ditelanBagi mereka yang ingin menjadi seorang pemimpin bisnis dan kehidupan Perasaan dan pemikiranIalah dua elemen yang saling berkesinambunganDan saling membutuhkanSehingga menjadikannya sebuah kesatuan dalam kesempurnaanYang mendamaikan harapan […]

Datang, Pergi & Monggo Bila (Perlu) Kembali.

Tak ada yang salah jika kita pernah salah dalam menjatuhkan langkah. Tak ada yang salah juga jika mereka meninggalkan kita, karena dirasa kita tak bisa mendekatkan mereka pada tujuannya. Pun juga berarti tak masalah jika memang yang terbaik terjadi adalah keusaian sudah. Aku nampaknya mulai terbiasa, mengenai sikap seenaknya orang-orang diluar sana Yang bahkan mungkin […]

Ketika warna kita (semakin) berbeda

Sepanjang waktu terakhir, kami disibukkan dengan urusan kebun kehidupan masing-masing.Sehingga hanya sedikit sekali waktu untuk kami saling berekonsiliasi. Lalu suatu masa kita tak sengaja dipertemukan oleh waktu di sebuah jurang perbedaan besar dari cara pandangku dan keyakinanmuMengenai hal-hal yang dimaknai, dijunjung tinggi dan dirawat selama iniKemudian dengan entengnya kau berseloroh bahwa pemikiranku semakin absurd, hanya […]

Waktu Sendu

Cukup lama waktuku mengurai sendu Dengan beragam kerikil juga bongkahan batu masa lalu Perihal kabut kelamku pada periode terdahulu Membuatku begitu iri bahkan tak mampu melihat pijakanku, yang kini justeru berada di ujung batu.

Berjarak dengan Tahu

Pada suatu masa yang terdahulu, aku begitu membelamuTapi kini aku rasa aku perlu memperbaiki sesuatuDengan mencoba menjalin jarak denganmu, si perasa paling tahuYang semakin kesini nampaknya semakin sering memenjarai cangkir telinga dan langkahku. Perlahan aku merasa ada sedikit kenikmatan dengan rasa yang baru, yakni rasa tak terlalu banyak ingin tahu akan sesuatuSetidaknya, aku tidak lagi […]