Dari sebuah dinding rasa yang melebatkan daun kebencian yang begitu menyiksa

Membawa kebesaran ego yang hampir memenuhi seluruh lorong jiwa

Namun dalam suatu masa yang ga dinyana, kebencian itu kembali bermetamorfosa

Menjadi rasa welas asih yang sudah lebih tersaripati dengan lebih baik dari sebelumnya

Dan melalui versi olahan inilah saya lampirkan sebuah jahitan cerita

Cerita yang mengajak media raga ini untuk ikut berolah juga di dalamnya

Hingga derajat kemasakan batin dan mental yang tidak lagi seperti dahulu kala

Setidaknya, seperti itulah inti cerita yang ingin sekali saya sebut sebagai karya,

Yang kemudian kunamainya dengan judul, Candala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: