Dear suamiku yang nyebelin..

Selamat Hari Kelahiran.

Terima kasih ya.. Karena sejauh ini sudah membantuku banyak hal. Mulai dari urusan pribadi hingga profesional (brand The Ganyana). Padahal untuk kedua urusan itu, ia sama sekali belum pernah mengalaminya, tapi sudah sangat baik dalam membantuku berpikir dengan sadar dan wajar.

Wahai Tuhan yang Maha Pemilik Cinta Kasih untuk Semesta Alam

Terima kasih karena telah menghadirkan Kak Bimo untuk ada di sisiku. Yang membantuku dan menjadi tempat aku bersandar untuk menangis dan melepas lelah. Betapa semua itu adalah impianku sejak remaja. Sejak aku berjanji pada diriku sendiri untuk menjadikan seseorang nanti adalah sebagai laki-laki yang kedua (setelah papa) dan terakhir yang aku cintai dalam masa usiaku di dunia. Walau pertaruhannya harus dengan melampaui aneka liukan drama melankolia.

Kak..

Terima kasih ya. Karena sudah membantuku sadar bahwa aku hanyalah manusia biasa. Yang tidak segala hal bisa aku emban dan kerjakan seorang diri saja. Terutama untuk urusan-urusan lain yang tidak bisa aku sebutkan disini dan urusan bisnis (The Ganyana) yang walau sejak 2013 sudah aku resmikan, tapi karena selama ini aku salah berpikir jadinya aku harus memulainya kembali di tahun 2021 ini.

Terima kasih juga ya kak. Sudah membuatku paham bahwa sebelum aku melangkah (move on) dari masa lalu, aku harus betul-betul bisa memaknai kata memaafkan dan mengikhlaskan dengan perbuatan itu sendiri. Aku pun jadi tercerahkan bahwa mencari siapa yang salah bukanlah solusi dari masalah, melainkan hanya membuang waktu dan justeru semakin menjauhkan kita dari solusi itu sendiri.

Kak..

Maaf ya, kalau aku lambaaatt sekali ‘jalan’-nya. Aku lamaaa sekali sadar untuk segera ‘berbuat’nya. Aku juga seriiing sekali takut, cemas dan berpikir yang jauuhh dari seharusnya. Maaf juga kalau tiap kali recall memory itu datang aku berubah menjadi monster yang sangat kasar ke Kak Bimo. Beneran kak, aku gak ada sama sekali maksud dan keinginan untuk melakukan itu. Itu hanya reaksi refleks-ku dalam bertahan.

Ya Tuhan

Tolong jaga teman hidup seperjalananku ini. Untuk selalu di berkahi dengan cinta kasih seluruh alam, juga kesehatan, kecukupan dan keselamatan sebagai manusia. 

Aku takut Tuhan, aku begitu takut dengan kehilangan (lagi). 

Tolong jaga dan sayangi dia, selagi aku gak bisa melakukannya.

Sekali lagi maaf dan makasih banyak ya Kak. Sudah benar-benar merefleksikan makna cahaya Purnomo di hidupku yang kelam. Semoga Tuhan selalu mengizinkan Kak Bimo dalam situasi dan kondisi apapun untuk bisa terus sayang, dan peduli sama aku yang kayak gini.

Kak

Kalau ada kalimat yang lebih dalam maknanya dari kalimat 

“Aku Sayang Kak Bimo Haryo Purnomo” aku akan bilang itu untuk orang seberharga Kak Bimo di hidup aku.

Love you, eternally.

Dyana Razaly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

A Love Letter for My Cherished B
%d bloggers like this: